Thursday, May 11, 2006

Hidup Jangan Tertidur!


Gambar dari files.lussumo.com


Hidup Jangan Tertidur!
Arvan Pradiansyah

Untuk bisa menikmati hidup, hal terpenting yang perlu anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani hidup ini dalam keadaan "tertidur". Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam keadaan "tertidur". Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Anda tahu dimana menyimpan uang. Anda pun tahu persis nomor PIN anda. Anda pun menyerahkan uang anda pada orang tak dikenal. Anda tahu, tapi tak sadar. Karena itu anda bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda.

Menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Anda tahu berolahraga penting untuk kesehatan, tapi anda tak juga melakukannya. Anda tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi anda menikmatinya. Anda tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi anda tak dapat menahan godaan. Itulah contoh tahu tapi tak sadar!

Ada 2 hal yang dapat membuat orang menjadi sadar. Pertama, peristiwa-peristiwa pahit dan musibah. Musibah sebenarnya adalah "rahmat terselubung" karena dapat membuat kita bangun dan sadar. Anda baru sadar pentingnya kesehatan kalau anda sakit. Anda baru sadar pentingnya olahraga kalau kadar kolesterol anda mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Anda baru sadar nikmatnya bekerja kalau anda di PHK. Seorang wanita karir baru menyadari bahwa keluarga lebih penting setelah anaknya terkena narkoba. Seorang supir taksi pernah bercerita bahwa ia baru menyadari bahayanya judi setelah hartanya habis.

Kematian, mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan kita. Banyak tokoh-tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, dan tiba-tiba saja mereka meninggal. Bayangkan kalau anda sedang menonton film di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik padam. Petugas bioskop berkata, "Silahkan anda pulang, pertunjukan sudah selesai". Anda protes bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali. Tapi si penjaga hanya berkata tegas, "Pertunjukan sudah selesai, listriknya tak akan pernah hidup kembali."

Itulah analogi sederhana dari kematian. Kematian orang yang kita kenal, apalagi kerabat dekat kita sering menyadarkan kita akan arti hidup ini. Kematian menyadarkan kita akan betapa singkatnya hidup ini, betapa seringnya kita meributkan hal-hal sepele, dan betapa bodohnya kita menimbun kekayaan yang tak sempat kita nikmati.

Hidup ini seringkali menipu dan meninabobokan orang. Untuk menjadi bangun kita harus sadar mengenai siapa diri kita, dari mana kita berasal, dan kemana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi.

Ada suatu ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin, "Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi.
Manusia bukanlah "makhluk bumi" melainkan "makhluk langit". Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di dunia. Tubuh yang kita miliki sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan "rumah" untuk mencari "rumah" yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tidak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.

Coba anda resapi paragraf di atas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tetapi jiwa kita akan hidup. Kalau anda menyadari hal ini, anda tak menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal dan kebutuhan dasar lainnya. Apabila anda sudah mencapai kebutuhan-kebutuhan tersebut, itu sudah cukup! Buat apa lagi sibuk mengumpul-ngumpulkan kekayaan - apalagi dengan menyalahgunakan jabatan - kalau hasilnya tak dapat anda nikmati selama-lamanya. Apalagi anda sudah merusak jiwa anda sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal jiwa itulah milik kita yang abadi.

Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang pahit tersebut agar kita sadar? Jawabnya: Ya!
Tapi kalau anda merasa cara tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah: Belajarlah MENDENGARKAN. Dengarlah dan belajarlah dari pengalaman orang lain. Bukalah mata dan hati anda untuk mengerti, mendengarkan dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma anda.

Sayangnya banyak orang yang mendengarkan semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka sendiri. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya bangun.

Kajian 11 Mei 2006

Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun(jadilah)", maka jadilah ia. QS An Nahl 40.

Wednesday, May 10, 2006

Tanda-Tanda Kedewasaan Seorang Pemimpin



Tanda-Tanda Kedewasaan Seorang Pemimpin
Zainun Mu'tadin, SPsi., MSi. - e-psikologi

Istilah adult berasal dari bahasa latin yang diambil dari kata adultus berarti telah tumbuh menjadi kekuatan dan ukuran yang sempurna atau telah menjadi dewasa (Hurlock, 1992). Oleh karena itu seorang yang disebut dewasa adalah individu yang telah siap menerima kedudukan dalam masyarakat. Sedangkan kedewasaan atau kematangan adalah suatu keadaan bergerak maju ke arah kesempurnaan. Kedewasaan bukanlah suatu keadaan yang statis, tetapi merupakan suatu keadaan menjadi.... (a state of becoming).

Meski tidak ada seorangpun yang sanggup untuk bertindak dan bereaksi terhadap semua situasi dan semua aspek-aspek kehidupan, dengan kedewasaan yang penuh. Tapi bagaimanapun juga, dalam dunia kerja seorang pimpinan akan dituntut untuk menangani permasalahan-permasalahan secara lebih dewasa. Oleh karena itu, ia setidaknya harus memiliki beberapa ciri yang menunjukkan kedewasaan tersebut. Kesuksesan dan kegagalan seseorang untuk memimpin dan mengarahkan bawahannya akan sangat tergantung pada kedewasaan sikap dan tindakan yang akan diambilnya. Bagaimana bentuk kedewasaan yang dituntut untuk dimiliki tersebut? Dibawah ini akan diungkapkan beberapa kualitas yang seharusnya dimiliki seorang pimpinan agar ia dianggap dapat bersikap dewasa. Setiap kualitas yang satu menjadi kewajiban untuk mencapai kualitas yang lainnya, dan menjadi bagian dari diri sang pemimpin dalam menunaikan tugas sebagai seorang yang dianggap sudah dewasa penuh.

Adapun ciri-ciri kedewasaan yang harus dimiliki oleh sorang pemimpin adalah sebagai berikut:

1. Menghargai Orang Lain
Seorang pimpinan yang baik harus bekerja bersama dengan orang lain. Hal ini berarti bahwa ia harus bekerja dengan kekuatan- kekuatan, kelemahan-kelemahan, kesanggupan, dan kekurangan-kekurangan dari orang lain itu. Jika dia dewasa, dia akan menghargai perbedaan yang ada tersebut dan tidak akan mencoba untuk membentuk orang lain agar sesuai dengan keinginannya sendiri dan tidak memperalat bawahan untuk kepentingannya sendiri. Ia sanggup untuk menerima kenyataan yang ada, bahwa setiap orang memiliki andil terhadap hasil akhir suatu pekerjaan yang dikerjakan secara bersama-sama (teamwork).

Hal ini bukan berarti bahwa seorang pemimpin yang dewasa mempunyai hati yang lemah. Ia menerima orang lain, bukan berarti memanjakan mereka untuk selamanya termasuk jika kekurangan mereka (bawahan) akan mengganggu dan mempengaruhi tujuan secara keseluruhan. Seorang pimpinan yang dewasa harus mampu memberhentikan atau memecat seseorang yang tidak lagi memberikan sumbangan terhadap kemajuan atau kebaikan organisasi. Hal ini penting sebab merupakan suatu ketidakadilan bagi perusahaan dan orang lain jika orang yang tidak lagi mampu memberikan kontribusi masih tetap dipertahankan.

2. Sabar
Pemimpin yang dewasa dapat belajar menerima kenyataan bahwa untuk beberapa permasalahan memang tidak ada penyelesaian atau pemecahan yang mudah. Ia tidak akan dengan mudah menerima pemecahan masalah pertama yang disarankan. Ia akan menghargai fakta dan akan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi sebelum memberi saran pemecahan. Bukan saja ia bersedia sabar, tetapi ia tahu benar perlunya beberapa alternatif untuk mengambil suatu keputusan dalam pemecahan masalah.

3. Penuh Daya Tahan
Semua mahluk hidup pasti pernah mengalami sakit, kesulitan dan kekecewaan. Begitupun dengan seorang pemimpin tidak akan pernah luput dari permasalahan seperti itu. Biarpun demikian seorang pemimpin yang dewasa akan bangkit lagi dan sehat lagi setelah diterpa kemalangan yang bertubi-tubi dengan harapan dan daya tahan yang dimilikinya. Ia akan berusaha jujur dan tidak akan berpura-pura semua keadaan baik-baik saja. Ia menerima kenyataan bahwa rasa sakit harus dipikul, kesalahan-kesalahan diperbaiki dan ia tidak akan membuang waktu untuk menyesali dan meratapi kesalahan yang sudah berlalu. Kegagalan akan meremukan dan menghancurkan orang yang lemah, sedangkan seorang dengan kepribadian dewasa akan mengambilnya sebagai pelajaran dari pengalaman yang sangat berharga.

4. Sanggup Mengambil Keputusan
Orang yang dewasa, disamping kesabaran dan ketabahannya untuk mencari pemecahan masalah, juga harus mampu untuk mengambil suatu keputusan, walaupun hanya menggunakan data atau informasi yang sangat minim, kurang lengkap atau masih kabur. Setelah menimbang fakta yang ada, ia akan segera menyadari bahwa dalam suatu waktu suatu tidakan harus segera diambil. Dengan menyadarkan dirinya terhadap keyakinan dirinya dan terhadap orang-orang disekitarnya ia harus sanggup untuk mengambil dan memikul resiko yang sudah diperhitungkan olehnya.

Peter Drucker pernah menyatakan bahwa masa depan tidak pernah ada kepastian, tetapi hanya ada kemungkinan-kemungkinan. Seorang pemimpin yang dewasa harus belajar menerima hal ini. Ia harus mampu untuk membuat keputusan-keputusan berdasarkan perkiraan-perkiraan atau kemungkinan-kemungkinan terbaik yang dapat diperoleh, sebab ia tahu jika menunggu untuk memperoleh kepastian yang menyeluruh maka keputusan yang diambil mungkin sudah terlambat.

5. Menyenangi Pekerjaan
Seseorang yang memiliki emosi yang sehat atau memiliki kepribadian dewasa akan mengetahui bagaimana menikmati pekerjaannya. Apapun jenis pekerjaannya seseorang yang dianggap dewasa akan jarang bermalas-malasan. Ia mengetahui bagaimana menemukan kepuasan dalam melakukan tugas dengan baik dan ia merasa bangga melaksanakan tugas tersebut. Para pemimpin yang dewasa akan memperoleh kepuasan dalam menangani suatu pekerjaan dan tidak menggagap pekerjaan sebagai beban hidup.

Bagi seorang yang berkepribadian dewasa pekerjaan sangat perlu untuk kelangsungan hidupnya sebagai seorang individu. Pekerjaan merupakan jalan bagi dirinya untuk mengungkapkan dirinya (aktualisasi diri). Dengan bekerja dirinya akan merasa terjamin untuk tidak berkubang dengan kecemasan-kecemasan dan permasalahan-permasalahan dirinya sendiri.

6. Menerima Tanggung Jawab
Orang yang tidak dewasa akan mengeluh dan menyesal tentang kegagalan yang mereka alami. Mereka akan merasa bahwa kegagalan yang mereka alami merupakan kesalahan orang lain dan nasib baik sedang menjauhi mereka. Untuk menghindari kegagalan, mereka cenderung untuk tidak menerima tanggung jawab. Sebaliknya bagi mereka yang berkepribadian dewasa segala kesuksesan dan kegagalan merupakan tanggungjawab diri sendiri. Mereka menyadari bahwa setiap orang memerlukan ketabahan dan kekuatan serta tempat berlindung pada saat-saat sulit, dan yang bertanggung jawab untuk menangani hal tersebut adalah diri sendiri

Percaya pada orang lain/kekuatan lain seperti dukun, pimpinan, nasib baik, dll, untuk memecahkan masalah merupakan suatu tanda ketidakdewasaan. Kepercayaan terhadap kekuatan diri sendiri dan berani menerima tanggung jawab dalam kehidupan sangat penting untuk menimbulkan rasa aman dan kebahagiaan

7. Percaya Pada Diri Sendiri
Seorang pimpinan yang dewasa akan menyambut baik partisipasi orang lain, walaupun menyangkut pengambilan keputusan yang sulit. Hal tersebut terjadi karena mereka sangat yakin dan percaya terhadap kemampuan mereka sendiri sehingga tidak ada rasa takut untuk berkompetisi. Mereka akan mudah melihat dan mengenal bahwa orang lain yang memiliki ide-ide dan fikiran yang berharga. Bagi mereka kekuatan orang lain hanya akan menjadi ancaman bagi orang yang tidak merasa aman, dan yang tidak ada kepercayaan terhadap dirinya sendiri.

Seorang pimpinan yang dewasa akan memperoleh kepuasan berdasarkan prestasi yang dilakukan oleh bawahannya. Ia akan merasa bangga dalam keyakinan dan kesadaran bahwa bawahannya adalah tanggung jawabnya. Sebaliknya bagi seorang pimpinan yang tidak dewasa akan merasa sebagai suatu hal yang pahit dan menyakitkan apabila diberikan situasi yang serupa.

8. Memiliki Rasa Humor
Tertawa adalah sehat. Orang yang dewasa atau matang setuju dengan ucapan itu. Namun demikian orang yang dewasa tidak akan membuat orang tertawa dengan cara merugikan atau melukai perasaan orang lain. Mereka juga tidak akan tertawa jika orang lain dalam keadaan susah atau terluka perasaannya.

Orang yang sehat emosinya akan selalu mengingat bahwa humor itu harus baik sifatnya dan menyebarkan kebahagiaan bagi yang mendengarkannya. Orang yang dewasa akan menggunakan humor bukan sebagai alat pemukul atau menjatuhkan orang lain, tetapi sebagai alat untuk melicinkan suasana dan mengendorkan ketegangan.

9. Memiliki Kepribadian yang Utuh
Orang yang dewasa, bukanlah orang yang membuang-buang dan menyia-nyiakan energinya dengan memakai dan menggerakkan seluruh energinya ke berbagai arah yang tidak menentu, bahkan sering bertentangan arah. Pada umumnya mereka adalah orang yang teratur dan sudah terorganisir serta dapat menangani problemnya dengan efektif. Mereka bukan orang yang mudah beralih perhatian atau menyimpang dari rencana oleh karena keinginan-keinginan yang muncul dengan tiba-tiba, tetapi mereka dapat dengan mudah beralih dari kegiatan yang satu ke kegiatan yang lain tanpa kebingunagan dan kekacauan.

10. Seimbang
Seorang pemimpin yang dewasa akan hidup dalam suatu kehidupan yang seimbang. Ia merasa bangga menjadi bagian dari perusahaan dan tahu persis posisi dan peranannya di dalam perusahaan. Ia pintar menempatkan diri sehingga tidak menyulitkan dirinya dan perusahaan. Ia sanggup untuk bekerja keras dan selalu siap mengatasi tekanan yang diterimanya serta dapat menikmati masa senggangnya dengan baik.

11. Menerima Diri Sendiri
Para pemimpin yang efektif mempunyai pandangan dan penilaian yang baik terhadap kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. Pada kenyataannya hal ini sangat menentukan kesuksesan seorang pemimpin. Namun hanya pemimpin yang memiliki kedewasaan yang dapat memilih dan mengumpulkan pembantu-pembantu dan orang-orang dekatnya untuk saling menutupi kekurangan dan kelemahan. Karena ia dapat melihat dan menilai diri sendiri dengan baik secara objektif dan realistis, maka ia akan sanggup untuk menggunakan kelebihan dan bakatnya secara efektif. Ia juga akan terbebas dari rasa frustrasi yang mungkin timbul karena kegagalan mencapai suatu hal yang diluar kemampuan dirinya.

12. Memiliki Prinsip yang Kuat
Banyak pemimpin yang sungguh-sungguh melihat perusahaan sebagai suatu mahluk hidup yang harus dijaga dan dipelihara. Mereka memandang dirinya sebagai pengawal bagi keselamatan dan kebaikan perusahaan. Mereka menganggap dirinya berperan sebagai pengasuh dan pelindung perusahaan yang kemudian meneruskan dan menyerahkan pengawalan dan fungsi mengasuh tersebut kepada penerusnya.

Hal tersebut pula yang menjelaskan mengapa pemimpin tidak akan segan-segan untuk bersikap keras dan tegas dalam menghadapi orang lain bila menyangkut keselamatan dan kelangsungan hidup perusahaan. Mereka memegang teguh prinsip-prinsip yang telah ditanamkan dalam perusahaan dan tidak akan kenal kata menyerah jika dihadapkan paa soal hidup matinya perusahaan.

Kajian 10 Mei 2006

Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. QS An Nahl 23.

Tuesday, May 09, 2006

Mana Foto-fotonya?



Pak JaF nanya, "Mana foto-fotonya?" Rupanya saya kurang detil ya .. :) Kalau anda perhatikan sebagian foto di blog ini ada sumbernya (biasanya saya tulis Gambar dari bla .. bla .. bla). Nah yang tidak ada sumbernya hasil karya saya lho! Hehehe ... masih kurang jelas? Naah ... contohnya di atas ini .. :)

Jauh dari sempurna, tapi jepret terus ... belajar terus, mengasah kemampuan terus ... kita berusaha, hasilnya kita serahkan ke yang Atas ... :)

Kajian 9 Mei 2006

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS An Nahl 18.

Sunday, May 07, 2006

Oooh ... fotografi



Aaaah ... makin banyak hobi makin sulit mengatur waktu. Sekarang kalau sudah hari libur sudah nggak sabar pegang kamera dan jepret-jepret. Habis subuh buka komputer sebentar dan jam 6 pagi sudah siap berangkat. Pernah kepagian berangkat, eh belum bisa jepret-jepret karena gelap hehehe ...

Sepeda kesayangan, ransel berisi kamera, tripod menggantung di sepeda, handphone di saku kiri, dan iPod di saku kanan, dan uang secukupnya di saku belakang. Udah deh menjelajah seputar Depok sekitar 2 jam-an.

Pulang kecapean ... tapi puas hehehe .. terus upload foto-foto ke komputer. Biasanya badan udah capek banget ... namanya juga bersepeda 2 jam plus jungkir balik cari obyek foto yang bagus. Malamnya mulai deh dibuka-buka fotonya untuk perbaikan-perbaikan dasar seperti cropping dan memperbaiki brightness/contrast. Kalau kalau iseng coba-coba dirubah ke BW atau ke Sepia. Ngutak-ngutik ini bisa berjam-jam ... :-P

Capek juga ya ... :)

Kajian 7 Mei 2006

Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. QS An Nahl 17.

Thursday, May 04, 2006

Ibu, I Miss You So Much



Ibu, I Miss You So Much
Jamil Azzaini - Kubik Leadership

Jakarta, Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman pribadi yang terjadi pada 2003.

Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah sakit di Jakarta. Sudah tiga pekan para dokter belum mampu mendeteksi penyakit yang diidapnya. Dia sedang hamil 8 bulan. Panasnya sangat tinggi. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah terbujur di ruang ICU. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang tersambung ke sebuah layar monitor.

Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. Dokter berkata, "Pak Jamil, kami mohon izin untuk mengganti obat ibu".
Sayapun menjawab "Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta izin saya"
Dokter itu menjawab "Karena obat yang ini mahal Pak Jamil."
"Memang harganya berapa dok?" Tanya saya.
Dokter itu dengan mantap menjawab "Dua belas juta rupiah sekali suntik."
"Haahh 12 juta rupiah dok, lantas sehari berapa kali suntik, dok?
Dokter itu menjawab, "Sehari tiga kali suntik pak Jamil".

Setelah menarik napas panjang saya berkata, "Berarti satu hari tiga puluh enam juta, dok?"
Saat itu butiran air bening mengalir di pipi. Dengan suara bergetar saya berkata, "Dokter tolong usahakan sekali lagi mencari penyakit isteriku, sementara saya akan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan."
"Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa kami deteksi secara tepat, kami harus sangat hati-hati memberi obat karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan, baiklah kami akan coba satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti obatnya, pak." jawab dokter.

Setelah percakapan itu usai, saya pergi menuju mushola kecil dekat ruang ICU. Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa, "Ya Allah Ya Tuhanku... aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-Mu, akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah aku lakukan juga akan Engkau balas. Ya Tuhanku... gerangan keburukan apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit isteriku yang berkepanjangan, tabunganku telah terkuras, tenaga dan pikiranku begitu lelah. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku. Engkau Maha Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk. Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Aku pasrah kepada Mu Ya Tuhanku. Sembuhkanlah istriku. Bagimu amat mudah menyembuhkan istriku, semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini."

Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan kejadian puluhan tahun yang lalu. Ketika itu, saya hidup dalam keluarga yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya sekolah yang hanya Rp. 25 per bulan. Akhirnya saya memberanikan diri mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. 125. Saya ambil uang itu, Rp 75 saya gunakan untuk mebayar SPP, sisanya saya gunakan untuk jajan.

Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata berkata, "Pokoknya yang ngambil uangku kualat... yang ngambil uangku kualat..."
Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh ibuku. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku bahwa sayalah yang mengambil uang itu.

Usai berdoa saya merenung, "Jangan-jangan inilah hukum alam dan ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya akan memperoleh keburukan. Dan keburukan yang saya terima adalah penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan mengambil uang yang ia miliki itu."
Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. Setelah salam dan menanyakan kondisi anak-anak di rumah, maka saya bertanya kepada ibu saya "Bu, apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?"

"Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ngambil duit itu Mil, duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang, kok ya tega-teganya ada yang ngambil," jawab ibu saya dari balik telepon. Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan, butiran air mata mengalir di pipi.

Sambil terbata saya berkata, "Ibu, maafkan saya... yang ngambil uang itu saya, bu... saya minta maaf sama ibu. Saya minta maaaaf... saat nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu, saya jahat telah tega sama ibu."
Suasana hening sejenak. Tidak berapa lama kemudian dari balik telepon saya dengar ibu saya berkata: "Ya Tuhan pernyataanku aku cabut, yang ngambil uangku tidak kualat, aku maafkan dia. Ternyata yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Jamil kamu nggak usah pikirin dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh."
Setelah memastikan bahwa ibu saya telah memaafkan saya, maka saya akhiri percakapan dengan memohon doa darinya.

Kurang lebih pukul 12.45 saya dipanggil dokter, setibanya di ruangan sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata "Selamat pak, penyakit isteri bapak sudah ditemukan, infeksi pankreas. Ibu telah kami obati dan panasnya telah turun, setelah ini kami akan operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu."
Bulu kuduk saya merinding mendengarnya, sambil menjabat erat tangan sang dokter saya berkata. "Terima kasih dokter, semoga Tuhan membalas semua kebaikan dokter."

Saya meninggalkan ruangan dokter itu.... dengan berbisik pada diri sendiri "Ibu, I miss you so much."

Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.

Kajian 4 Mei 2006

dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (petunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk. QS An Nahl 16.

Wednesday, May 03, 2006

Kemauan Untuk Berubah



Terima kasih untuk teman yang mengenalkan puisi ini dan berkenan untuk menterjemahkannya ke bahasa Indonesia ... :)

Kemauan Untuk Berubah

"Ketika aku muda dan bebas
dan khayalan saya tidak terbatas,
aku bermimpi untuk mengubah dunia.

Saat aku tumbuh lebih dewasa dan bijak,
aku menemukan bila dunia tidak berubah,
lalu aku mempersempit pandanganku
dan memutuskan untuk mengubah hanya negaraku.
Namun itupun seperti tidak dapat digerakkan.

Ketika usiaku bertambah memasuki masa-masa senja,
Dalam suatu usaha terakhir karena terdesak,
Aku menetapkan untuk mengubah hanya keluargaku,
Merekalah yang paling dekat denganku,
Tetapi, mereka pun tidak berubah.

Dan sekarang ketika aku terbaring di liang lahatku,
Aku segera menyadari:
Jika waktu itu aku hanya merubah diriku sendiri dulu,
Kemudian memberikan contoh,
Aku mungkin dapat mengubah keluargaku.
Dengan bantuan inspirasi dan dorongan semangat mereka
aku mungkin dapat memperbaiki negaraku,
dan siapa tahu aku dapat mengubah dunia."

Puisi ini ditulis di atas kubur seorang Anglican Bishop ( 1100 AD) di dalam makam Westminster Abbey.

Berikut adalah tulisan aslinya:

The Willingness to Change

"When I was young and free
and my imagination had no limits,
I dreamed of changing the world.

As I grew older and wiser,
I discovered the world would not change,
so I shortened my sights somewhat
and decided to change only my country.
But it too seemed immovable.

As I grew into my twilight years,
In one last desperate attempt,
I settled for changing only my family,
those closest to me,
but alas, they would have none of it.

And now as I lay on my deathbed,
I suddenly realize:
If I had only changed myself first,
then by example,
I might have changed my family.
From their inspiration and encouragement
I would then have been able to better my country,
and who knows,
I may have changed the world."

Kajian 3 Mei 2006

Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. QS An Nahl 15.

Tuesday, May 02, 2006

Masih Seputar Bekam ...



Karena ada beberapa yang menanyakan, alamat tempat saya ber-bekam kemarin adalah:

Islamic Healing Centre
Komplek Timah, Blok BB-30
Kelapa Dua, Cimanggis
Depok 16951
Telp. 021-87705254
Flexi. 021-68-095-095
HP GSM. 0816-148-55-44
Email: bekamsehat@yahoo.com.sg
Kalau perlu petunjuk naik kendaraan umum juga ada ... :)

Oh ya selain untuk bekam, tempat ini juga menyediakan layanan terapi herbal, akupuntur, reflexiologi, iriodologi, dll. Kemarin saya sebelum dibekam sempat dipencet sana-sini seputar tangan dan kaki. Alhamdulillah kondisi tubuh cukup baik. Yang menuntut perhatian ialah saya kekurangan oksigen (kebanyakan 'hidup' dengan AC) dan radiasi di depan komputer (kebanyakan nge-blog kali ya hehehe ...).

Jam praktek Senin sampai Minggu, pukul 9-18. Untuk ber-bekam, butuh waktu 1-1.5 jam. Oh ya, khusus untuk wanita waktunya adalah Selasa dan Jum'at. Untuk pria kapan saja sepanjang masa praktek di atas.

Sakitkah setelah ber-bekam? Rasanya sih tidak. Kemarin begitu selesai, saya langsung pakai baju dan langsung menyetir mobil dengan posisi punggung menempel di jok mobil. Sampai rumah, tidur pun tidak masalah. Mandi juga tidak terasa apa-apa .... cuma pas hari itu nggak berani bersabun ria di punggung ... rada ngeri juga soalnya hehehe ... tapi esoknya nggak terasa apa-sapa. Alhamdulillah ...

Postingnya diedit nih, habis mas Tom nanyain biayanya. Menurut saya tidak mahal, 50 ribu rupiah.

Selamat ber-bekam. Semoga kita bisa senantiasa menjaga kesehatan kita .... :)

Kajian 2 Mei 2006

Dan Dia-lah, Allah yang menunjukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karuniaNya, dan supaya kamu bersyukur. QS An Nah 14.

Monday, May 01, 2006

Bekam


Gambar dari bekam.xaper.com


Bekam adalah salah satu metode pengobatan dalam Islam dalam membuang darah kotor dari badan. Informasi lebih lengkapnya bisa dilihat salah satunya di situs ini. Kenapa saya mau diskusi soal ini? Karena Sabtu kemarin saya sempat mencoba pengobatan ini.

Terapinya cukup menarik. Setelah diperiksa sambil ngobrol-ngobrol dengan udztad sekaligus ahli bekam ini, akhirnya beliau mempersilahkan saya duduk di sebuah kursi dengan baju dibuka. Pertama sekali badan saya diolesi minyak (lupa minyak apa ..). Kemudian 2 buah cupung di gambar di atas dipasang di punggung saya. Setelah ditempelkan, kemudian udara didalamnya dipompa keluar, sehingga kedua cupung ini menempel erat di punggung saya. Kemudian beliau memutar-mutar kedua cupung ini di seputar badan.

Rasanya enak! Udah seperti dipijit aja ... mata pun merem-melek karena keenakan hehehe ... sayang minyaknya kurang panas, kalau lebih panas mungkin lebih enak lagi.

Tahap pertama selesai, beliaupun mencabut kedua cupung ini. Tahap selanjutnya ialah membuat lubang ke jaringan kapiler darah. Pisau yang digunakan kecil sekali, dan ditusuk-tusuk ke punggung. Untuk 1 daerah (cupung) tusukannya mungkin sekitar 15-20 buah. Nggak terlalu terasa sih ... lebih sakit digigit semut. Setelah ditusuk, dipasang cupung kembali, dan udaranya disedot keluar. Total ada 6 cupung yang dipasang.

Selain darah yang keluar, udara, dan panas tubuh juga keluar. Setidaknya begitu kata udztadnya ... kan saya nggak bisa lihat punggung sendiri ... :).

Setelah kira-kira 5-10 menit, satu persatu cupung ini dilepas. Rasanya .... luar biasa ... seperti ada yang tersedot keluar dari tubuh. Enak banget, tapi jadi lemas. Matapun kian berat ... eiiits, kata udztadnya, jangan tidur dulu ya pak ... :)

Punggung saya ditusuk-tusuk kembali, rupanya proses ini dilakukan 2-3 kali. Khusus buat saya cukup 2 kali saja. Mungkin karena pemula yak?

Singkat cerita, akhirnya selesai. Punggung saya diolesi minyak kembali yang menurut sang udztad sekaligus berfungsi sebagai disinfektan dan menutup luka saat itu juga. Memang sih dalam perjalanan pulang tidak terasa perih-perih ...

Bagaimana rasanya setelah dibekam? Enak, badan enteng dan segar ... :). Nggak percaya, coba deh sendiri. Tempat saya mencoba berlokasi di daerah Depok ...

Oh ya, seusai berbekam selama 24 jam dilarang makan makanan yang berat (contohnya aspal, kata udztadnya), bekerja berat, AC, minum susu, dan hubungan sutri ... :)

Kajian 1 Mei 2006

dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya yang pada demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. QS An Nahl 13.