Ada yang sudah pernah nyoba Google Suggest? Saya dapat ini dari teman kantor. Menarik banget .... kalau biasanya kita selesaikan dulu mengetik suatu kata (atau kumpulan kata) di google, baru setelah itu kita tekan tombol Search untuk mencari.
Yang ini, begitu kita ketik 1 huruf, browser kita langsung mengirim huruf itu dan kembali dengan pilihan kata yang diawali dengan huruf itu. Begitu seterusnya, jadi kita bisa langsung memfilter secara bertahap apa yang mau kita cari. Kalau mau dianalogikan ini mirip dengan aplikasi X1, sebuah search engine for desktop yang sangat hebat.
Coba deh ... sangat menarik. Cuma mungkin ini perlu koneksi internet yang bagus. Saya pernah coba pakai koneksi GPRS, dan si Google-suggest tersendat-sendat bekerjanya ....
Aaah ... tempat 'berhenti' sejenak ntuk mikir-mikir mau dibawa kemana sih hidup ini ... :-)
Thursday, December 29, 2005
Kajian 29 Desember 2005
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdo'a kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdo'a kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. QS Yunus 12.
Kualitas Pemimpin Sejati (bagian 11)
Tulisan ini berdasarkan buku karangan John C Maxwell, The 21 Indispensable Qualities of a Leader . Tiada maksud untuk menulis ulang buku ini (takut kena urusan copyright hehehe ...), tapi lebih berupa ringkasan berdasarkan pemahaman saya .. :-O
11. Mendengarkan: Untuk Menyelami Hati Mereka, Bukalah Telinga Anda
Telinga seorang pemimpin harus mampu menangkap suara orang banyak - Woodrow Wilson, Presiden Amerika
Siapa orang yang termasuk paling berpengaruh di US? Presiden Amerika tentu salah satunya. Alan Greenspan contoh lainnya. Bintang basket seperti Michael Jordan juga mungkin termasuk kategori ini. Bagaimana dengan Oprah Winfrey?
Winfrey memulai karirnya di tahun 1985. Sukses awalnya berdasarkan kemampuannya berbicara. "Dengan berkomunikasi dengan orang lainlah saya selalu mengembangkan harga diri saya", jelasnya. Namun Winfrey juga pendengar yang baik. Malah kemampuan untuk mendengarkan telah menjadi karakter utama hidupnya.
Kemampuannya untuk mendengar ini sangat membantunya dalam karirnya. Ia terus mengamati dan mendengarkan untuk menemukan berbagai persoalan untuk dibahas di televisi. Dan ketika ia membawa orang, siapapun itu, selebriti, penulis, para ahli ke pertunjukannya, dengan tulus ia mendengarkan apa yang mereka ucapkan. Madonna mengatakan, "Ia telah menjadi sorotan publik sedemikian lama, namun ia memiliki simpati yang sedemikian menakjubkan. Saya tidak tahu bagaimana caranya melakukan itu". Sederhana saja, Winfrey melakukannya dengan mendengarkan.
Menurut Maxwell, seorang pemimpin itu menyentuh hati terlebih dahulu sebelum mina tolong. Namun sebelum seorang pemimpin dapat menyentuh hati seseorang, ia harus mengetahui ada apa di dalam hati orang tersebut. Ia mempelajarinya dengan mendengarkan.
Menurut Maxwell, seorang pemimpin harus belajar untuk membuka telinga terhadap:
- para pengikutnya
Para pemimpin yang baik dan menjadi panutan, melakukan lebih dari sekedar urusan bisnis ketika berinteraksi denga para pengikutnya. Kata Philip Sanhope, bangsawan dari Chesterfield,"Banyak orang yang lebih suka didengarkan ceritanya ketimbang dipenuhi permintaannya".
Biasakan diri unuk mendengarkan fakta-fakta dan orang orang yang mengungkapkannya, ubahlah fokus anda - demikian kata Maxwell.
- pelanggan
Ada pepatah yang berbunyi, "Dengarkan bisikan-bisikannya, maka anda tidak perlu mendengar teriakan-teriakannya".
- pesaing
Kata Larry King, "Setiap pagi saya mengingatkan diri sendiri: apapun yang saya katakan hari ini takkan mengajarkan saya apa-apa. Maka kalau say amau belajar, saya harus belajar mendengarkan".
Sebagai pemimpin, tindakan kita janganlah berdasarkan pada apa yang dilakukan orang lain. Namun ini tidak berarti kita kemudian mengabaikan tindakan orang lain. Kita harus mendengarkan dan mempelajari setiap langkah pesaing kita.
- pembimbing
Cari pembimbing dari orang-orang yang lebih berpengalaman. Jika belum menemukannya, mulailah prosesnya dengan membaca buku.
Kata Maxwell, ketika ia baru mulai menjadi pemimpin, ia bukan pendengar yang baik. Ia terlalu sibuk mengurusi urusan sendiri dan berusaha membuat segalanya menjadi kenyataan. Namun begitu ia lebih memperhatikan apa yang terjadi di sekelilingnya, ia bisa lebih memfokusnya kegiatannya dan dapat mencapai hasil yang lebih banyak.
Jadi bagaimana cara meningkatkan kemampuan mendengarkan kita?
- rubahlah jadwal anda sehingga anda mempunyai waktu yang cukup dan teratur dengan keempat kelompok di atas
- temui orang apa adanya, carilah kesamaan dengan diri anda untuk membina hubungan lebih baik
- dengarkan maksud yang tersembunyi, cari yang tersirat, tidak hanya yang tersurat.
11. Mendengarkan: Untuk Menyelami Hati Mereka, Bukalah Telinga Anda
Telinga seorang pemimpin harus mampu menangkap suara orang banyak - Woodrow Wilson, Presiden Amerika
Siapa orang yang termasuk paling berpengaruh di US? Presiden Amerika tentu salah satunya. Alan Greenspan contoh lainnya. Bintang basket seperti Michael Jordan juga mungkin termasuk kategori ini. Bagaimana dengan Oprah Winfrey?
Winfrey memulai karirnya di tahun 1985. Sukses awalnya berdasarkan kemampuannya berbicara. "Dengan berkomunikasi dengan orang lainlah saya selalu mengembangkan harga diri saya", jelasnya. Namun Winfrey juga pendengar yang baik. Malah kemampuan untuk mendengarkan telah menjadi karakter utama hidupnya.
Kemampuannya untuk mendengar ini sangat membantunya dalam karirnya. Ia terus mengamati dan mendengarkan untuk menemukan berbagai persoalan untuk dibahas di televisi. Dan ketika ia membawa orang, siapapun itu, selebriti, penulis, para ahli ke pertunjukannya, dengan tulus ia mendengarkan apa yang mereka ucapkan. Madonna mengatakan, "Ia telah menjadi sorotan publik sedemikian lama, namun ia memiliki simpati yang sedemikian menakjubkan. Saya tidak tahu bagaimana caranya melakukan itu". Sederhana saja, Winfrey melakukannya dengan mendengarkan.
Menurut Maxwell, seorang pemimpin itu menyentuh hati terlebih dahulu sebelum mina tolong. Namun sebelum seorang pemimpin dapat menyentuh hati seseorang, ia harus mengetahui ada apa di dalam hati orang tersebut. Ia mempelajarinya dengan mendengarkan.
Menurut Maxwell, seorang pemimpin harus belajar untuk membuka telinga terhadap:
- para pengikutnya
Para pemimpin yang baik dan menjadi panutan, melakukan lebih dari sekedar urusan bisnis ketika berinteraksi denga para pengikutnya. Kata Philip Sanhope, bangsawan dari Chesterfield,"Banyak orang yang lebih suka didengarkan ceritanya ketimbang dipenuhi permintaannya".
Biasakan diri unuk mendengarkan fakta-fakta dan orang orang yang mengungkapkannya, ubahlah fokus anda - demikian kata Maxwell.
- pelanggan
Ada pepatah yang berbunyi, "Dengarkan bisikan-bisikannya, maka anda tidak perlu mendengar teriakan-teriakannya".
- pesaing
Kata Larry King, "Setiap pagi saya mengingatkan diri sendiri: apapun yang saya katakan hari ini takkan mengajarkan saya apa-apa. Maka kalau say amau belajar, saya harus belajar mendengarkan".
Sebagai pemimpin, tindakan kita janganlah berdasarkan pada apa yang dilakukan orang lain. Namun ini tidak berarti kita kemudian mengabaikan tindakan orang lain. Kita harus mendengarkan dan mempelajari setiap langkah pesaing kita.
- pembimbing
Cari pembimbing dari orang-orang yang lebih berpengalaman. Jika belum menemukannya, mulailah prosesnya dengan membaca buku.
Kata Maxwell, ketika ia baru mulai menjadi pemimpin, ia bukan pendengar yang baik. Ia terlalu sibuk mengurusi urusan sendiri dan berusaha membuat segalanya menjadi kenyataan. Namun begitu ia lebih memperhatikan apa yang terjadi di sekelilingnya, ia bisa lebih memfokusnya kegiatannya dan dapat mencapai hasil yang lebih banyak.
Jadi bagaimana cara meningkatkan kemampuan mendengarkan kita?
- rubahlah jadwal anda sehingga anda mempunyai waktu yang cukup dan teratur dengan keempat kelompok di atas
- temui orang apa adanya, carilah kesamaan dengan diri anda untuk membina hubungan lebih baik
- dengarkan maksud yang tersembunyi, cari yang tersirat, tidak hanya yang tersurat.
Wednesday, December 28, 2005
Kajian 28 Desember 2005
Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaanNya) bagi orang-orang yang bertaqwa. QS Yunus 6.
Tuesday, December 27, 2005
Ketika Dosa Anda Sedalam Samudera
Nadirsyah Hosen
Pernahkah kita menghitung dosa yang kita lakukan dalam satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun bahkan sepanjang usia kita?
Andaikan saja kita bersedia menyediakan satu kotak kosong, lalu kita masukkan semua dosa-dosa yang kita lakukan, kira-kira apa yang terjadi? Saya menduga kuat bahwa kotak tersebut sudah tak berbentuk kotak lagi, karena tak mampu menaham muatan dosa kita.
Bukankah shalat kita masih "bolong-bolong"? Bukankah pernah kita tahan hak orang miskin yang ada di harta kita? Bukankah pernah kita kobarkan rasa dengki dan permusuhan kepada sesama muslim? Bukankah kita pernah melepitkan selembar amplop agar urusan kita lancar? Bukankah pernah kita terima uang tak jelas statusnya sehingga pendapatan kita berlipat ganda? Bukankah kita tak mau menolong saudara kita yg dalam kesulitan walaupun kita sanggup menolongnya?
Daftar ini akan menjadi sangat panjang...
Lalu, apa yang harus kita lakukan?
Allah berfirman dalam Surat az-Zumar [39]: 53 "Katakanlah: "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Indah benar ayat ini, Allah menyapa kita dengan panggilan yang bernada teguran, namun tidak diikuti dengan kalimat yang berbau murka. Justru Allah mengingatkan kita untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah. Allah pun menjanjikan untuk mengampuni dosa-dosa kita.
Karena itu, kosongkanlah lagi kotak yang telah penuh tadi dengan taubat pada-Nya.Kita kembalikan kotak itu seperti keadaan semula, kita kembalikan jiwa kita ke pada jiwa yang fitri dan nazih.
Jika anda mempunyai onta yang lengkap dengan segala perabotannya, lalu tiba-tiba onta itu hilang. Bukankah anda sedih? Bagaimana kalau tiba-tiba onta itu datang kembali berjalan menuju anda lengkap dengan segala perbekalannya? Bukankah Anda akan bahagia? "Ketahuilah," kata Rasul, "Allah akan lebih senang lagi melihat hamba-Nya yang berlumuran dosa berjalan kembali menuju-Nya!"
Allah berfirman: "Dan kembalilahh kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)." (QS 39:54)
Seperti onta yang sesat jalan dan mungkin telah tenggelam di dasar samudera, mengapa kita tak berjalan kembali menuju Allah dan menangis di "kaki kebesaran-Nya" mengakui kesalahan kita dan memohon ampunNya...
Wahai Tuhan Yang Kasih Sayang-Nya lebih besar dari murka-Nya, Ampuni kami Ya Allah!
Pernahkah kita menghitung dosa yang kita lakukan dalam satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun bahkan sepanjang usia kita?
Andaikan saja kita bersedia menyediakan satu kotak kosong, lalu kita masukkan semua dosa-dosa yang kita lakukan, kira-kira apa yang terjadi? Saya menduga kuat bahwa kotak tersebut sudah tak berbentuk kotak lagi, karena tak mampu menaham muatan dosa kita.
Bukankah shalat kita masih "bolong-bolong"? Bukankah pernah kita tahan hak orang miskin yang ada di harta kita? Bukankah pernah kita kobarkan rasa dengki dan permusuhan kepada sesama muslim? Bukankah kita pernah melepitkan selembar amplop agar urusan kita lancar? Bukankah pernah kita terima uang tak jelas statusnya sehingga pendapatan kita berlipat ganda? Bukankah kita tak mau menolong saudara kita yg dalam kesulitan walaupun kita sanggup menolongnya?
Daftar ini akan menjadi sangat panjang...
Lalu, apa yang harus kita lakukan?
Allah berfirman dalam Surat az-Zumar [39]: 53 "Katakanlah: "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Indah benar ayat ini, Allah menyapa kita dengan panggilan yang bernada teguran, namun tidak diikuti dengan kalimat yang berbau murka. Justru Allah mengingatkan kita untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah. Allah pun menjanjikan untuk mengampuni dosa-dosa kita.
Karena itu, kosongkanlah lagi kotak yang telah penuh tadi dengan taubat pada-Nya.Kita kembalikan kotak itu seperti keadaan semula, kita kembalikan jiwa kita ke pada jiwa yang fitri dan nazih.
Jika anda mempunyai onta yang lengkap dengan segala perabotannya, lalu tiba-tiba onta itu hilang. Bukankah anda sedih? Bagaimana kalau tiba-tiba onta itu datang kembali berjalan menuju anda lengkap dengan segala perbekalannya? Bukankah Anda akan bahagia? "Ketahuilah," kata Rasul, "Allah akan lebih senang lagi melihat hamba-Nya yang berlumuran dosa berjalan kembali menuju-Nya!"
Allah berfirman: "Dan kembalilahh kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)." (QS 39:54)
Seperti onta yang sesat jalan dan mungkin telah tenggelam di dasar samudera, mengapa kita tak berjalan kembali menuju Allah dan menangis di "kaki kebesaran-Nya" mengakui kesalahan kita dan memohon ampunNya...
Wahai Tuhan Yang Kasih Sayang-Nya lebih besar dari murka-Nya, Ampuni kami Ya Allah!
Kajian 27 Desember 2005
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. QS At Taubah 119.
Monday, December 26, 2005
Memvisualisasikan Tantangan
Ya ... seru juga judulnya ... tantangan dan visualisasi dijadikan 1 kalimat. Memvisualisasikan tantangan ... puiih ... biasanya jangankan divisualisasikan ... baru kedengaran aja samar-samar udah kabur hehehehe ...
Serius deh sekarang ... apa trik menghadapi tantangan? Menurut Lazarus di bukunya Staying Sane in a Crazy World ialah dengan memvisualisasikannya! Bukan lari tentunya hehehe ... Visualisasikan ... bayangkan ... gambarkan ... Ciptakan tantangan itu di kepala sedetil mungkin.
Mungkin contoh sederhana seorang pemimpin sebuah benteng mendapat kabar kalau musuh dengan kekuatan 10,000 orang lengkap dengan berbagai peralatan siap menyerang (jadi ingat Lord of the Ring deh jadinya .. :) ). Apa yang ia lakukan? Dia mencoba menggali sedetil mungkin kekuatan musuh, arah kedatangannya, cara kedatangannya, apa yang pertama musuh akan serang, memakai alat apa, siang atau malam dan seterusnya dan seterusnya. Ia akan membuat berbagai gambar, skenario, dan berbagai bentuk lainnya untuk memvisualisasikan ancaman itu. Visualisasikan sedetil mungkin ...
Dengan memvisualisasikan serinci dan selengkap mungkin, kita tahu persis tantangan yang kita hadapi. Sehingga kita bisa menyiapkan diri. Jadi kecil hati? Oh ... jangan dong. Sering kita merasa takut dahulu, bahkan jauh sebelum tantangan itu sampai.
Kita memang punya kecenderungan untuk takut akan apa yang akan terjadi. Jangan dong ... visualisasikan, siapkan diri, dan kebas jauh-jauh rasa takut itu ....
Bagaimana cara menghadapi tantangan? Lazarus menyatakan, visualisasikan! Bayangkan sedetil mungkin, siapkan semua persiapan yang mungkin, kuatkan diri menghadapi tantangan. lihat posting saya soal cara menghadapi tantangan
Visualisasikan, siapkan diri, kebas jauh-jauh rasa takut, dan berani!.
Serius deh sekarang ... apa trik menghadapi tantangan? Menurut Lazarus di bukunya Staying Sane in a Crazy World ialah dengan memvisualisasikannya! Bukan lari tentunya hehehe ... Visualisasikan ... bayangkan ... gambarkan ... Ciptakan tantangan itu di kepala sedetil mungkin.
Mungkin contoh sederhana seorang pemimpin sebuah benteng mendapat kabar kalau musuh dengan kekuatan 10,000 orang lengkap dengan berbagai peralatan siap menyerang (jadi ingat Lord of the Ring deh jadinya .. :) ). Apa yang ia lakukan? Dia mencoba menggali sedetil mungkin kekuatan musuh, arah kedatangannya, cara kedatangannya, apa yang pertama musuh akan serang, memakai alat apa, siang atau malam dan seterusnya dan seterusnya. Ia akan membuat berbagai gambar, skenario, dan berbagai bentuk lainnya untuk memvisualisasikan ancaman itu. Visualisasikan sedetil mungkin ...
Dengan memvisualisasikan serinci dan selengkap mungkin, kita tahu persis tantangan yang kita hadapi. Sehingga kita bisa menyiapkan diri. Jadi kecil hati? Oh ... jangan dong. Sering kita merasa takut dahulu, bahkan jauh sebelum tantangan itu sampai.
Kita memang punya kecenderungan untuk takut akan apa yang akan terjadi. Jangan dong ... visualisasikan, siapkan diri, dan kebas jauh-jauh rasa takut itu ....
Bagaimana cara menghadapi tantangan? Lazarus menyatakan, visualisasikan! Bayangkan sedetil mungkin, siapkan semua persiapan yang mungkin, kuatkan diri menghadapi tantangan. lihat posting saya soal cara menghadapi tantangan
Visualisasikan, siapkan diri, kebas jauh-jauh rasa takut, dan berani!.
Kajian 26 Desember 2005
Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah. QS At Taubah 116.
Tsunami
Hari ini tepat 1 tahun setelah bencana tsunami melanda saudara-saudara kita di Aceh. Bagi kita yang jauh dari bencana ini, waktu tiada terasa berlalu. Namun bagaimana dengan saudara-saudara kita yang terkena bencana ini?
Mari ... tetap teruskan bantuan kita (materi, do'a, semangat). Perjalanan masih panjang dari selesai ...
Mari ... tetap teruskan bantuan kita (materi, do'a, semangat). Perjalanan masih panjang dari selesai ...
Thursday, December 22, 2005
Audio portable player: Creative vs iPOD
Kali ini 'pengembaraan' saya berujung pada pertarungan antara 2 raksasa di percaturan audio portable player. Creative adalah perusahaan lama yang sudah tahunan berkecimpung di dunia musik, terutama yang berhubungan dengan komputer. Sementara iPOD adalah anak emas Apple, yang sudah menjadi bagian dari lifestyle orang saat ini.
Sudah hampir 2 tahun saya ditemani oleh Creative Zen NX, MP3 player 20 GB. Suara bagus, bisa menyimpan ribuan lagu, dan umur battere yang lebih dari cukup. Penasaran dengan perkembangan yang ada, akhirnya saya memutuskan untuk meng-upgrade perangkat ini. Ternyata mencari iPOD 2nd susah! Banyak yang jual tapi rata-rata dengan harga yang tidak murah (menurut saya hehehe ...). Akhirnya saya memutuskan membeli produk Creative yang lain ... dan berhasil mendapatkan Zen Touch 20 GB dengan harga yang lumayan miring ...
Dasar penasaran, tetap saja si iPOD menggoda iman saya. Dan akhirnya kemarin saya berhasil mendapatkannya dengan harga yang cukup menggoda. iPOD 4G, 20 GB. Sekarang jadi bingung ... yang mana mau dilepas, si Zen Touch atau si 4G? :-P
Akhirnya saya putuskan untuk mengadu kedua produk ini, mana yang lebih bagus dan cocok di telinga saya. Sebagai lagu pertama untuk uji coba ini saya gunakan lagu dari Peter, Paul, and Marry berjudul Puff The Magic Dragon. Lagu lama, bahkan CDnya pun keluaran tahun 1970! Lagunya sederhana, hanya dengan gitar dan koor mereka bertiga. Namun demikian, lagunya bagus sekali ....
Tes pertama saya gunakan earphone Sennheiser MX500, earphone kelas pemula untuk penggemar audiophile. Dari hasil mendengarkan ini untuk nada-nada high iPOD bisa menghasilkan suara yang lebih natural. Dentingan gitar mendekati aslinya, sementara Zen agak 'kejepit'. Sebaliknya di nada rendah, bass yang dihasilkan Zen cukup pulen dan bulet sementara iPOD agak 'lepas' dan kendor. Nada mid/vokal? Kedengarannya sama, tapi sepertinya iPOD bisa menghasilkan imaging 3D dibandingkan Zen.
Tes kedua saya menggunakan sistem audio di rumah. Pre-amp tabung, ampli tabung, plus analog corrector/buffer sebelum pre-amp. Speaker Heybrook point five plus kabel interconnect Nordost dan Flatline untuk speaker. Hasilnya? Kurang lebih sama ....
Karena penasaran, saya coba pasang CD aslinya di CD Player saya, Marantz 5400. Hahaha ... kedua-duanya tewas dengan sukses ... :)
So, apa kesimpulannya? Secara garis besar kualitas keduanya sama. Perbedaan yang ada akan terdengar (samar) kalau anda mendengarkan dengan tekun. Jadi rekomendasi saya kalau mau cari value for money ambil Creative, tapi kalau mau cari lifestyle dan berani bayar ekstra, go with iPOD. Mau dapat kualitas suara yang bagus? Jangan maen beginian ... mending bikin sistem yang benar ... :)
Sudah hampir 2 tahun saya ditemani oleh Creative Zen NX, MP3 player 20 GB. Suara bagus, bisa menyimpan ribuan lagu, dan umur battere yang lebih dari cukup. Penasaran dengan perkembangan yang ada, akhirnya saya memutuskan untuk meng-upgrade perangkat ini. Ternyata mencari iPOD 2nd susah! Banyak yang jual tapi rata-rata dengan harga yang tidak murah (menurut saya hehehe ...). Akhirnya saya memutuskan membeli produk Creative yang lain ... dan berhasil mendapatkan Zen Touch 20 GB dengan harga yang lumayan miring ...
Dasar penasaran, tetap saja si iPOD menggoda iman saya. Dan akhirnya kemarin saya berhasil mendapatkannya dengan harga yang cukup menggoda. iPOD 4G, 20 GB. Sekarang jadi bingung ... yang mana mau dilepas, si Zen Touch atau si 4G? :-P
Akhirnya saya putuskan untuk mengadu kedua produk ini, mana yang lebih bagus dan cocok di telinga saya. Sebagai lagu pertama untuk uji coba ini saya gunakan lagu dari Peter, Paul, and Marry berjudul Puff The Magic Dragon. Lagu lama, bahkan CDnya pun keluaran tahun 1970! Lagunya sederhana, hanya dengan gitar dan koor mereka bertiga. Namun demikian, lagunya bagus sekali ....
Tes pertama saya gunakan earphone Sennheiser MX500, earphone kelas pemula untuk penggemar audiophile. Dari hasil mendengarkan ini untuk nada-nada high iPOD bisa menghasilkan suara yang lebih natural. Dentingan gitar mendekati aslinya, sementara Zen agak 'kejepit'. Sebaliknya di nada rendah, bass yang dihasilkan Zen cukup pulen dan bulet sementara iPOD agak 'lepas' dan kendor. Nada mid/vokal? Kedengarannya sama, tapi sepertinya iPOD bisa menghasilkan imaging 3D dibandingkan Zen.
Tes kedua saya menggunakan sistem audio di rumah. Pre-amp tabung, ampli tabung, plus analog corrector/buffer sebelum pre-amp. Speaker Heybrook point five plus kabel interconnect Nordost dan Flatline untuk speaker. Hasilnya? Kurang lebih sama ....
Karena penasaran, saya coba pasang CD aslinya di CD Player saya, Marantz 5400. Hahaha ... kedua-duanya tewas dengan sukses ... :)
So, apa kesimpulannya? Secara garis besar kualitas keduanya sama. Perbedaan yang ada akan terdengar (samar) kalau anda mendengarkan dengan tekun. Jadi rekomendasi saya kalau mau cari value for money ambil Creative, tapi kalau mau cari lifestyle dan berani bayar ekstra, go with iPOD. Mau dapat kualitas suara yang bagus? Jangan maen beginian ... mending bikin sistem yang benar ... :)
Kajian 22 Desember 2005
Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang gaib? QS At Taubah 78.
Wednesday, December 21, 2005
Sepatu Si Bapak Tua
Arvan Pradiansyah
Seorang bapak tua pada suatu hari hendak bepergian naik bus kota. Saat menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Sayang, pintu tertutup dan bus segera berlari cepat. Bus ini hanya akan berhenti di halte berikutnya yang jaraknya cukup jauh sehingga ia tak dapat memungut sepatu yang terlepas tadi. Melihat kenyataan itu, si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya ke luar jendela.
Seorang pemuda yang duduk dalam bus tercengang, dan bertanya pada si bapak tua, ''Mengapa bapak melemparkan sepatu bapak yang sebelah juga?'' Bapak tua itu menjawab dengan tenang, ''Supaya siapa pun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.''
Bapak tua dalam cerita di atas adalah contoh orang yang bebas dan merdeka. Ia telah berhasil melepaskan keterikatannya pada benda. Ia berbeda dengan kebanyakan orang yang mempertahankan sesuatu semata-mata karena ingin memilikinya, atau karena tidak ingin orang lain memilikinya.
Sikap mempertahankan sesuatu -- termasuk mempertahankan apa yang sudah tak bermanfaat lagi -- adalah akar dari ketamakan. Penyebab tamak adalah kecintaan yang berlebihan pada harta benda. Kecintaan ini melahirkan keterikatan. Kalau Anda sudah terikat dengan sesuatu, Anda akan mengidentifikasikan diri Anda dengan sesuatu itu. Anda bahkan dapat menyamakan kebahagiaan Anda dengan memiliki benda tersebut. Kalau demikian, Anda pasti sulit memberikan apapun yang Anda miliki karena hal itu bisa berarti kehilangan sebagian kebahagiaan Anda.
Kalau kita pikirkan lebih dalam lagi ketamakan sebenarnya berasal dari pikiran dan paradigma kita yang salah terhadap harta benda. Kita sering menganggap harta kita sebagai milik kita. Pikiran ini salah. Harta kita bukanlah milik kita. Ia hanyalah titipan dan amanah yang suatu ketika harus dipertanggungjawabkan. Pertanggungjawaban kita adalah sejauh mana kita bisa menjaga dan memanfaatkannya.
Peran kita dalam hidup ini hanyalah menjadi media dan perantara. Semuanya adalah milik Tuhan dan suatu ketika akan kembali kepadaNya. Tuhan telah menitipkan banyak hal kepada kita: harta benda, kekayaan, pasangan hidup, anak-anak, dan sebagainya. Tugas kita adalah menjaga amanah ini dengan baik, termasuk meneruskan pada siapa saja yang membutuhkannya.
Paradigma yang terakhir ini akan membuat kita menyikapi masalah secara berbeda. Kalau biasanya Anda merasa terganggu begitu ada orang yang membutuhkan bantuan, sekarang Anda justru merasa bersyukur. Kenapa? Karena Anda melihat hal itu sebagai kesempatan untuk menjadi ''perpanjangan tangan'' Tuhan. Anda tak merasa terganggu karena tahu bahwa tugas Anda hanyalah meneruskan ''titipan'' Tuhan untuk membantu orang yang sedang kesulitan.
Cara berpikir seperti ini akan melahirkan hidup yang berkelimpahruahan dan penuh anugerah bagi kita dan lingkungan sekitar. Hidup seperti ini adalah hidup yang senantiasa bertambah dan tak pernah berkurang. Semua orang akan merasa menang, tak ada yang akan kalah. Alam semesta sebenarnya bekerja dengan konsep ini, semua unsur-unsurnya bersinergi, menghasilkan kemenangan bagi semua pihak.
Tapi, bukankah dalam proses memberi dan menerima ada pihak yang akan bertambah sementara pihak yang lain menjadi berkurang? Kalau Anda berpendapat demikian berarti Anda sudah teracuni konsep Zero Sum Game yang mengatakan kalau ada yang bertambah pasti ada yang berkurang, kalau ada yang untung pasti ada yang rugi, kalau ada yang menang pasti ada yang kalah. Padahal esensi hidup yang sebenarnya adalah menang-menang. Kalau kita memberi kepada orang lain, milik kita sendiri pun akan bertambah.
Bagaimana menjelaskan fenomena ini? Ambilah contoh kasus bapak tua tadi. Kalau ia tetap menahan sepatunya maka tak ada pihak yang dapat memanfaatkan sepatu tersebut. Kondisi ini adalah kalah-kalah (loose-loose). Sebaliknya dengan melemparkannya, sepatu ini akan bermanfaat bagi orang lain. Lalu apakah si bapak tua benar-benar kehilangan? Tidak. Ia memperoleh kenikmatan batin karena dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Betul, secara fisik ia kehilangan tetapi ia mendapatkan gantinya secara spiritual.
Perasaan inilah yang selalu akan Anda dapatkan ketika Anda membantu orang lain: menolong teman yang kesulitan, memberikan uang pada pengemis di jalan, dan sebagainya. Kita kehilangan secara fisik tapi kita mendapatkan ganti yang jauh lebih besar secara spiritual.
Sebagai penutup, ijinkanlah saya menuliskan seuntai puisi dari seorang bijak:
''Engkau tidak pernah memiliki sesuatu
Engkau hanya memegangnya sebentar
Kalau engkau tak dapat melepaskannya, engkau akan terbelenggu olehnya.
Apa saja hartamu, harta itu harus kau pegang dengan tanganmu seperti engkau menggenggam air.
Genggamlah erat-erat dan harta itu lepas. Akulah itu sebagai milikmu dan engkau mencemarkannya.
Lepaskanlah, dan semua itu menjadi milikmu selama-lamanya''.
Seorang bapak tua pada suatu hari hendak bepergian naik bus kota. Saat menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Sayang, pintu tertutup dan bus segera berlari cepat. Bus ini hanya akan berhenti di halte berikutnya yang jaraknya cukup jauh sehingga ia tak dapat memungut sepatu yang terlepas tadi. Melihat kenyataan itu, si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya ke luar jendela.
Seorang pemuda yang duduk dalam bus tercengang, dan bertanya pada si bapak tua, ''Mengapa bapak melemparkan sepatu bapak yang sebelah juga?'' Bapak tua itu menjawab dengan tenang, ''Supaya siapa pun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.''
Bapak tua dalam cerita di atas adalah contoh orang yang bebas dan merdeka. Ia telah berhasil melepaskan keterikatannya pada benda. Ia berbeda dengan kebanyakan orang yang mempertahankan sesuatu semata-mata karena ingin memilikinya, atau karena tidak ingin orang lain memilikinya.
Sikap mempertahankan sesuatu -- termasuk mempertahankan apa yang sudah tak bermanfaat lagi -- adalah akar dari ketamakan. Penyebab tamak adalah kecintaan yang berlebihan pada harta benda. Kecintaan ini melahirkan keterikatan. Kalau Anda sudah terikat dengan sesuatu, Anda akan mengidentifikasikan diri Anda dengan sesuatu itu. Anda bahkan dapat menyamakan kebahagiaan Anda dengan memiliki benda tersebut. Kalau demikian, Anda pasti sulit memberikan apapun yang Anda miliki karena hal itu bisa berarti kehilangan sebagian kebahagiaan Anda.
Kalau kita pikirkan lebih dalam lagi ketamakan sebenarnya berasal dari pikiran dan paradigma kita yang salah terhadap harta benda. Kita sering menganggap harta kita sebagai milik kita. Pikiran ini salah. Harta kita bukanlah milik kita. Ia hanyalah titipan dan amanah yang suatu ketika harus dipertanggungjawabkan. Pertanggungjawaban kita adalah sejauh mana kita bisa menjaga dan memanfaatkannya.
Peran kita dalam hidup ini hanyalah menjadi media dan perantara. Semuanya adalah milik Tuhan dan suatu ketika akan kembali kepadaNya. Tuhan telah menitipkan banyak hal kepada kita: harta benda, kekayaan, pasangan hidup, anak-anak, dan sebagainya. Tugas kita adalah menjaga amanah ini dengan baik, termasuk meneruskan pada siapa saja yang membutuhkannya.
Paradigma yang terakhir ini akan membuat kita menyikapi masalah secara berbeda. Kalau biasanya Anda merasa terganggu begitu ada orang yang membutuhkan bantuan, sekarang Anda justru merasa bersyukur. Kenapa? Karena Anda melihat hal itu sebagai kesempatan untuk menjadi ''perpanjangan tangan'' Tuhan. Anda tak merasa terganggu karena tahu bahwa tugas Anda hanyalah meneruskan ''titipan'' Tuhan untuk membantu orang yang sedang kesulitan.
Cara berpikir seperti ini akan melahirkan hidup yang berkelimpahruahan dan penuh anugerah bagi kita dan lingkungan sekitar. Hidup seperti ini adalah hidup yang senantiasa bertambah dan tak pernah berkurang. Semua orang akan merasa menang, tak ada yang akan kalah. Alam semesta sebenarnya bekerja dengan konsep ini, semua unsur-unsurnya bersinergi, menghasilkan kemenangan bagi semua pihak.
Tapi, bukankah dalam proses memberi dan menerima ada pihak yang akan bertambah sementara pihak yang lain menjadi berkurang? Kalau Anda berpendapat demikian berarti Anda sudah teracuni konsep Zero Sum Game yang mengatakan kalau ada yang bertambah pasti ada yang berkurang, kalau ada yang untung pasti ada yang rugi, kalau ada yang menang pasti ada yang kalah. Padahal esensi hidup yang sebenarnya adalah menang-menang. Kalau kita memberi kepada orang lain, milik kita sendiri pun akan bertambah.
Bagaimana menjelaskan fenomena ini? Ambilah contoh kasus bapak tua tadi. Kalau ia tetap menahan sepatunya maka tak ada pihak yang dapat memanfaatkan sepatu tersebut. Kondisi ini adalah kalah-kalah (loose-loose). Sebaliknya dengan melemparkannya, sepatu ini akan bermanfaat bagi orang lain. Lalu apakah si bapak tua benar-benar kehilangan? Tidak. Ia memperoleh kenikmatan batin karena dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Betul, secara fisik ia kehilangan tetapi ia mendapatkan gantinya secara spiritual.
Perasaan inilah yang selalu akan Anda dapatkan ketika Anda membantu orang lain: menolong teman yang kesulitan, memberikan uang pada pengemis di jalan, dan sebagainya. Kita kehilangan secara fisik tapi kita mendapatkan ganti yang jauh lebih besar secara spiritual.
Sebagai penutup, ijinkanlah saya menuliskan seuntai puisi dari seorang bijak:
''Engkau tidak pernah memiliki sesuatu
Engkau hanya memegangnya sebentar
Kalau engkau tak dapat melepaskannya, engkau akan terbelenggu olehnya.
Apa saja hartamu, harta itu harus kau pegang dengan tanganmu seperti engkau menggenggam air.
Genggamlah erat-erat dan harta itu lepas. Akulah itu sebagai milikmu dan engkau mencemarkannya.
Lepaskanlah, dan semua itu menjadi milikmu selama-lamanya''.
Kajian 21 Desember 2005
Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mukmin lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhoan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. QS At Taubah 72.
Sakit
Setelah 'bertarung habis-habisan' selama sebulan ini mengejar tutup tahun, akhirnya Jum'at kemarin selesai tidak selesai pekerjaan dikumpulkan. Buku ditutup dan kelas boleh bubar (hehehe ... kaya' sekolah aja).
Lega rasanya ... tapi rupanya tubuh bicara lain. Badan yang selama sebulan ini bekerja ekstra keras mogok kerja dan minta istirahat. Badan mulai terasa tidak enak sejak hari Minggu dan akhirnya sampai Selasa sore kemarin tumbang dengan sukses.
Memang hebat siklus tubuh ini ... kalau tidak mungkin saya masih sibuk sana-sini. Alhamdulillah dengan begini akhirnya badan dan fikiran bisa istirahat dengan benar dan baik. Memang nggak enak .... siapa bilang sakit itu enak?
Anyway, alhamdulillah hari ini sudah bisa mulai beraktivitas kembali ... :)
Lega rasanya ... tapi rupanya tubuh bicara lain. Badan yang selama sebulan ini bekerja ekstra keras mogok kerja dan minta istirahat. Badan mulai terasa tidak enak sejak hari Minggu dan akhirnya sampai Selasa sore kemarin tumbang dengan sukses.
Memang hebat siklus tubuh ini ... kalau tidak mungkin saya masih sibuk sana-sini. Alhamdulillah dengan begini akhirnya badan dan fikiran bisa istirahat dengan benar dan baik. Memang nggak enak .... siapa bilang sakit itu enak?
Anyway, alhamdulillah hari ini sudah bisa mulai beraktivitas kembali ... :)
Thursday, December 15, 2005
fastcompany
Beberapa hari yang lalu saya dipinjami majalah yang berjudul FastCompany (www. fastcompany.com). . Menurut teman saya majalah ini unik dan isinya macam-macam ....
Satu malam saya sempatkan menelusuri majalah ini. Majalahnya agak tipis, cover depan kertas agak tebal tapi kasar bukan yang licin (apa ya nama jenis kertas ini, kardus? :-P ) Buka halaman pertama, kesan pertama mengecewakan. Kenapa? Habis buka halaman pertama eh langsung ketemu iklan Microsoft hehehe ... :-P
Buka lagi beberapa halaman, terus terang nggak bisa nebak ini majalah apa. Iklannya macem2x meski porsi teknologi (mikocok, nortel, sprint dll) sekitar 60%. Tapi artikelnya kaya' nggak nyambung satu sama lain. Hmm .... Seperti intisari atau digest(?) kali ya melihat variasi isinya. Atau National Geographic penafsiran baru (penafsiran baru ... ada-ada saja)? Mungkin lebih untuk kaum urban atau new generation ....
Bolak-balik, variasi sekali isinya, disainnya eye caching ... Hmmm ada nggak ya majalah sejenis di Indonesia? Akhirnya ketemu brosurnya ... Design, innovation, leadership, strategy, marketing, technology, management, careers ... Boleh juga kombinasi serious and fun things ... 10 dollar setahun? Unbeatable price! (Langganan ngak?) Yang nggak ada mungkin sisi akhiratnya ... (Meringis dalam hati ... Mau ngarepin soal akhirat apa dari majalah US begini?)
Belum selesai bacanya tapi udah sempat melirik kolom inovasinya. Ada orang yang menciptakan semacam search engine kaya' Google tapi untuk saluran TV. Bedanya kalau google ngetik, ini pakai voice recognition. Hebat yak! Ada lagi yang menciptakan model peer-to-peer seperti Limewire dkk tapi ini untuk saluran televisi. Sehingga setiap orang bisa memproduksi dan menciptakan saluran televisi sendiri, tidak perlu tergantung pada para pemain saluran televisi seperti NBC, BBC, atau ABC (eh nggak ada ya ABC .. :-O ). Inovatif banget ....
Boleh lah ... menurut saya majalah ini layak dibaca. Atau minimal sering-sering mampir ke websitenya kali ya?
Satu malam saya sempatkan menelusuri majalah ini. Majalahnya agak tipis, cover depan kertas agak tebal tapi kasar bukan yang licin (apa ya nama jenis kertas ini, kardus? :-P ) Buka halaman pertama, kesan pertama mengecewakan. Kenapa? Habis buka halaman pertama eh langsung ketemu iklan Microsoft hehehe ... :-P
Buka lagi beberapa halaman, terus terang nggak bisa nebak ini majalah apa. Iklannya macem2x meski porsi teknologi (mikocok, nortel, sprint dll) sekitar 60%. Tapi artikelnya kaya' nggak nyambung satu sama lain. Hmm .... Seperti intisari atau digest(?) kali ya melihat variasi isinya. Atau National Geographic penafsiran baru (penafsiran baru ... ada-ada saja)? Mungkin lebih untuk kaum urban atau new generation ....
Bolak-balik, variasi sekali isinya, disainnya eye caching ... Hmmm ada nggak ya majalah sejenis di Indonesia? Akhirnya ketemu brosurnya ... Design, innovation, leadership, strategy, marketing, technology, management, careers ... Boleh juga kombinasi serious and fun things ... 10 dollar setahun? Unbeatable price! (Langganan ngak?) Yang nggak ada mungkin sisi akhiratnya ... (Meringis dalam hati ... Mau ngarepin soal akhirat apa dari majalah US begini?)
Belum selesai bacanya tapi udah sempat melirik kolom inovasinya. Ada orang yang menciptakan semacam search engine kaya' Google tapi untuk saluran TV. Bedanya kalau google ngetik, ini pakai voice recognition. Hebat yak! Ada lagi yang menciptakan model peer-to-peer seperti Limewire dkk tapi ini untuk saluran televisi. Sehingga setiap orang bisa memproduksi dan menciptakan saluran televisi sendiri, tidak perlu tergantung pada para pemain saluran televisi seperti NBC, BBC, atau ABC (eh nggak ada ya ABC .. :-O ). Inovatif banget ....
Boleh lah ... menurut saya majalah ini layak dibaca. Atau minimal sering-sering mampir ke websitenya kali ya?
Kajian 15 Desember 2005
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS At Taubah 71.
Subscribe to:
Posts (Atom)