Tuesday, February 03, 2009

Lulus Ujian Akhir? Bidadari Surga Menantimu, Akh…

live peacefully


Lulus Ujian Akhir? Bidadari Surga Menantimu, Akh…

Oleh : Ayat Al Akrash - Hudzaifah.org

Hidup penuh ujian. Allah SWT berfirman bahwa Ia memberi ujian agar mengetahui siapakah yang terbaik amalnya. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan bagimu, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka terbaik perbuatannya." (QS. al-Kahfi: 17)

Sesungguhnya ritme ujian hidup tak ubahnya seperti ujian akhir yang dihadapi para mahasiswa. Sebelum ujian tiba, mahasiswa harus mengikuti perkuliahan reguler dengan tekun dan menyimak apa yang diajarkan dosen agar mendapat ilmu yang bermanfaat dan lulus ujian. Mahasiswa yang terbaik persiapan belajarnya, maka niscaya akan mampu menghadapi ujian itu dengan baik pula. Suka atau tidak, mahasiswa harus menghadapinya, sehingga wajib baginya untuk menyiapkan perbekalannya, sebelum, menjelang, saat dan sesudah ujian. Demikian pula seorang muslim, ia harus menyiapkan bekal untuk menghadapi ujian hidup agar sukses memasuki surga.


Sebelum Ujian Tiba


Setidaknya ada 5 hal yang harus disiapkan seorang muslim sebelum menghadapi ujian hidupnya, yaitu :

1. Kenali sang pemberi ujian, Allah SWT.

Sebagai mahasiswa, kita harus mengenali tipe dosen yang mengajar dan mengetahui cara mengajarnya, pun dalam memberikan nilai. Apa yang dinilai dan bagaimana ia menilai. Seorang dosen tentu memiliki bobot penilaian sekian persen untuk nilai uts, uas, kehadiran, quiz dan tugas.

Allah SWT memiliki 99 asmaul husna. Rasulullah SAW bersabda, "Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu)." (HR. Bukhari). Ia Maha Pengasih dan Penyayang, tetapi jangan lupa, Ia juga Maha Keras Siksanya.

2. Simak apa yang diajarkan sang pemberi ujian

Dosen biasanya memberi kisi-kisi ketika mendekati ujian, bahkan jauh hari, saat tengah mengajar, dengan kata-katanya, "Catat ini, karena biasanya akan keluar dalam soal ujian." Kisi-kisi ujian itu difirmankan Allah SWT, "Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dan sedikit ketakutan, penyakit, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar". (QS. Al Baqarah : 153 )

3. Banyak latihan

Mahasiswa harus berlatih dengan mengerjakan soal-soal dan banyak membaca. Ini akan memudahkan ketika menghadapi ujian.

Seorang muslim pun demikian, ia harus menempa dirinya dengan ibadah harian, dan tidak memanjakan diri dengan kesenangan duniawi. Orang beriman, mereka telah dilatih oleh-Nya untuk hanya bergantung pada-Nya melalui shalat, doa dan zikir. Mereka dilatih untuk hidup Zuhud (dunia ditangannya namun tidak di hati) melalui zakat, infaq dan shodaqoh. Mereka dilatih untuk bersabar, menahan hawa nafsu melalui puasa. Mereka dilatih untuk bersatu antar sesamanya, kaum mu'minin, melalui haji. Semua itu adalah bekal untuk mempersiapkan pejuang sejati.

4. Jangan absen untuk menghadap-Nya.

Mahasiswa absen lebih dari 4 kali di kelas? Dapat dipastikan, tidak akan bisa mengikuti ujian akhir.

Shalat wajib Anda tinggalkan? Maka kesempatan untuk berkompetisi hilang sudah. Shalat adalah tiang agama. "Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi." (HR. Annasa’i dan Attirmidzi)

5. Kerjakan tugas-tugas dari Allah SWT.

Dosen memberi tugas? Kerjakan, karena jika tidak, kita tidak akan bisa mendapat nilai A.

Apa yang ditugaskan Allah SWT pada kita?
"Dan hendaklah ada diantara kamu orang-orang yang mengajak kepada kebaikan, dan menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Dan merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran: 104)

"Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik." (QS. An-Naml : 120)

6. Bertanya jika ada yang tidak diketahui.

Mahasiswa belajar sendiri, mungkin bisa saja dilakukan, namun belum tentu sempurna hasilnya karena terkadang ada catatan yang tak lengkap atau ada ilmu yang diketahui teman, tetapi tak diketahui oleh kita. Bertanya, adalah kunci pembuka ilmu.

Seorang muslim dapat saja belajar sendiri dengan membaca buku-buku Islam, tetapi ia tetap harus bertanya pada teman yang lebih paham ataupun kepada para ulama. "Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui."(QS.16 : 43)


Menjelang Ujian

Waktu ujian tengah semester maupun akhir semester, telah ditetapkan waktunya. Dalam hidup, tidak bisa tidak, cepat atau lambat, ujian pasti terjadi. Ada 4 hal yang harus dipersiapkan ketika ujian semakin dekat, yaitu :

1. Persiapkan ilmu, analisa ujian

Analisa ujian yang dihadapi, jangan reaktif. Siapkan jurus-jurus untuk menghadapi ujian, karena setiap soal berbeda bobotnya.

Bekal ilmu untuk menghadapi ujian hidup, sangat penting. Dengan ilmu, kita dapat mengetahui mana jalan yang diridhai-Nya dan mana yang tidak. "Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri." (HR. Athabrani).

2. Belajar dari soal-soal sebelumnya

Mahasiswa harus rajin mencari foto kopi soal di semester sebelumnya, karena soal ujian biasanya mirip.

Pelajarilah ujian yang dihadapi para nabi, ambil hikmah dari setiap ujian. Bagaimana ending penderitaan yang dialami para nabi? Semuanya ada di dalam Al Qur’an. "Apakah kamu mengira akan masuk surga padahal belum datang kepadamu (ujian) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kami. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, diguncang (dengan berbagai cobaan). Sehingga Rosul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." (QS. al-Baqarah: 214)

3. Belajar dari buku wajib dan buku tambahan

Ada buku wajib kampus dan buku tambahan.

Buku wajib seorang muslim adalah Al Qur’an dan Hadits. Dan untuk buku tambahan adalah buku-buku Islam kontemporer agar wawasan bertambah. "Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (Al Qur’an) dan sunnah Rasulullah saw." (HR. Muslim).

4. Berdoa

Berdoalah kepada Allah SWT semoga Ia memudahkan dalam mengerjakan soal-soal ujian.

Senjata orang-orang beriman adalah doa. "Doa adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi." (HR. Abu Ya’la)


Saat Ujian


1. Hadapi dengan tenang dan sabar.

Saat memasuki ruang ujian, hadapilah dengan tenang dan sabar, jangan tergesa-gesa.

Pun di dalam menghadapi ujian hidup, wajib sabar ketika ujian itu datang. Rasulullah SAW bersabda, "Sabar yang sebenarnya ialah sabar pada saat bermula tertimpa musibah." (HR. Al Bukhari)
2. Konsentrasi pada soal ujian, jangan curang.

Soal telah dibagikan. Konsentrasilah pada soal ujian dan jangan coba-coba menyontek!

Saat ujian datang, seorang muslim jangan justru lari dari-Nya dengan cara bermaksiat kepada-Nya. Berapa banyak kita saksikan manusia yang ditimpa ujian dan cobaan, bukannya mendekat kepada-Nya, tetapi justru bermaksiat dengan lari dari jalan da’wah ataupun memisahkan diri dari barisan. "syaghalatna amwaluna waahluna : kami telah dilalaikan oleh harta dan keluarga" (QS. 48:11)

3. Selesaikan yang mudah dahulu.

Menghadapi ujian dari dosen, membutuhkan strategi, jangan mengerjakan soal-soal yang sulit dahulu, tetapi kerjakan yang mudah.

Jangan memasuki bidang ujian yang kita tidak mampu memasukinya. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak semestinya seorang muslim menghina dirinya. Para sahabat bertanya, "Bagaimana menghina dirinya itu, ya Rasulullah?" Nabi saw menjawab, "Melibatkan diri dalam ujian dan cobaan yang dia tak tahan menderitanya."(HR. Ahmad dan Attirmidzi)

4. Jangan mengeluh bila soalnya sulit.

Ujian kita sangat sulit? Jangan mengeluh. Karena percuma saja, toh ujian tak akan selesai dengan keluhan.

Seorang muslim janganlah sampai mengeluh ketika ujian menimpa, karena Rasulullah SAW bersabda, "Ada 3 hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan)." (HR. Athabrani).


Sesudah Ujian


1. Evaluasi

Apakah ujian itu dapat kita lalui dengan baik? Ucapkan hamdalah bila berhasil melaluinya. Seorang muslim ketika telah melewati ujian berupa penderitaan dan kesedihan, hendaknya tetap istiqomah di jalan-Nya. Dari Abu Hurairah ra katanya, sabda Rasulullah saw, "Tidak disengat seseorang mukmin itu dua kali dalam satu lubang."

2. Ambil hikmahnya.

Ada hikmah di setiap kejadian. Karena khasanah kebaikan kembali kepada-Nya. Bahkan ketika tertusuk duri, ada hikmahnya. "Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa." (HR. Al Bukhari)

3. Bersiap menghadapi ujian selanjutnya.

Ujian mahasiswa tentu tidak hanya satu mata kuliah, tetapi ada beberapa macam.
Selama hayat masih dikandung badan, maka bersiaplah menghadapi ujian-ujian yang beraneka ragam bentuknya. "Apakah kamu mengira kamu akan dibiarkan saja mengatakan ‘kami beriman’ sedang mereka tidak di uji lagi?" (QS. Al Ankaabut: 2-3)


Untuk Apa Ujian Itu?


Untuk apakah ujian itu Allah SWT berikan kepada hamba-hamba-Nya?

Ujian adalah sunnatullah dari Allah untuk memisahkan orang-orang munafik dari barisan orang-orang beriman, memisahkan antara loyang dengan emas. "Allah menguji hamba-Nya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke luar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah)." (HR. Athabrani)

Ujian adalah tarbiyah dari Allah untuk meningkatkan derajat hamba-Nya, sebagai wujud kasih sayang-Nya. "Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu." (HR. Athabrani).

Ujian adalah sunntullah untuk orang-orang yang berada di jalan Al Haq. Jika kita tidak merasakan adanya ujian yang berat, maka patut dipertanyakan apakah jalan yang kita lalui adalah jalan yang benar. Saad bin Abi Waqqash berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?" Nabi saw menjawab, "Para nabi kemudian yang meniru (menyerupai) mereka dan yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa." (HR. Al Bukhari)

Dalam menghadapi ujian, seorang mu’min harus selalu berprasangka baik kepada Tuhannya. "Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah." (HR. Attirmidzi).

Allah SWT menghibur orang-orang beriman dalam menghadapi ujian dengan firman-Nya, "Dan janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (QS. 3 : 139).

Penutup

Ujian hidup tidak selamanya berbentuk penderitaan dan kesedihan hati, tetapi bisa juga dalam bentuk kenikmatan dan kesenangan. Bila ujian itu dalam bentuk kesenangan, apakah sang hamba dapat bersyukur? Bila dalam penderitaan, apakah sang hamba bersabar? Syukur dan sabar adalah keistimewaan orang-orang yang beriman, yang dikagumi oleh sang nabi.

Surga memiliki kriteria (muwashofat) untuk orang-orang yang akan memasukinya. Nilai A, B, C, D, atau E, adalah hak prerogatif Allah SWT. Tugas manusia adalah berdoa, berikhtiar dan bersabar. Dan tentu saja, untuk mengetahui apakah kita benar-benar lulus atau tidak, jawabannya ada di hari akhir nanti.

Lulus ujian, akan menaikkan derajat kita di sisi-Nya dan tiada lain balasannya adalah ridha-Nya, surga-Nya, dan bidarari yang bermata jeli. Allah SWT berfirman, "Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik." (QS. Al Waqiah : 22-23).

Bidadari menantimu, akh… Selamat ujian.


Di waktu ujian badai terus melanda
Engkau tetap gigih berjuang
Membenarkan sabda junjungan
Terus memburu menuntut janji,
Pastilah Islam gemilang lagi
Ujian bukan batu penghalang
Karena itulah syarat dalam berjuang
Ujian adalah tarbiyah dari Allah
Apakah kita kan sabar ataupun sebaliknya


- The Zikr -

Monday, February 02, 2009

Thursday, January 29, 2009

self pride

self pride


We have indeed created man in the best of moulds, Then do We abase him (to be) the lowest of the low, Except such as believe and do righteous deeds: for they shall have a reward unfailing.

Photo taken @ Ragunan zoo, Jakarta

Wednesday, January 28, 2009

Tahun Duka Cita

black on white


Lagi asyik baca Sirah Nabawiyah ... coba tulis dikit-dikit deh, kan ini tempat nyatet ... :)

Dalam sirah nabawiyah dikenal istilah tahun dukacita. Yakni tahun kesepuluh kenabian, ketika istri Rasulullah Khadijah dan paman beliau Abu Thalib, wafat. Apa hikmah dan rahasia Allah dalam peristiwa ini, ketika kekuatan Islam belum terbentuk dan masih sedikitnya pertahanan kaum muslimin di Mekkah? Padahal Abu Thalib sangat banyak memberikan pembelaan kepada Rasulullah. Demikian juga Khadijah yang selalu menghibur, membesarkan hati, dan meringankan beban penderitaan Rasulullah.

Pertama, bahwa sesungguhnya pertolongan, perlindungan, dan kemenangan itu hanya datang dari Allah. Allah telah berjanji untuk melindungi RasulNya, dan itulah sebaik-baik janji.

Kedua, perlindungan dan penjagaan di sini tidak berarti terhindar dari gangguan, penyiksaan, atau penindasan, tetapi perlindungan yang dijanjikan Allah dalam firmanNya:

"Allah melindungi dari (gangguan) manusia." (QS Al Maidah 5:67)

"Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu), dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya, Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olok kamu." (QS Al Hijr 15:94-95)

Adalah termasuk sunnatullah dan hikmah ilahiyah yang sangat besar artinya bahwa Rasulullah harus mengalami dan menghadapi berbagai cobaan berat di jalan dakwah. Dengan demikian, para da'i pada setiap jaman akan menganggap ringan segala bentuk cobaan yang ditemui di jalan dakwah.

Kembali ke istilah tahun duka cita, kurang tepat jika tahun ini dinamakan demikian. Yang sebenarnya terjadi adalah seiring dengan meninggalnya kedua orang ini, peluang-peluang dakwah seakan-akan menjadi tertutup. Bahkan beliau sempat memanjatkan doa:

"Ya Allah, kepadaMu aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kesanggupanku, dan ketidakberdayaan diriku berhadapan dengan manusia. Wahai Zat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Engkaulah pelindung bagi si lemah dan Engkau jualah pelindungku! Kepada siapakah diriku hendak Engkau serahkan? Jika Engkau tidak murka kepadaku, semau itu tak kuhiraukan karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku. Aku berlindung pada sinar cahaya wajahMu yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan di akhirat, dan murkaMu yang hendak Engkau turunkan kepadaku. Hanya Engkaulah yang berhak menegur dan mempersalahkan diriku hingga Engkau berkenan. Sungguh tiada daya dan kekuatan apapun selain atas perkenanMu."


Pengaduan kepada Allah adalah ibadah. Merendahkan diri kepadaNya dan menghinakan diri dihadapan pintuNya adalah perbuatan taqarrub dan ketaatan.

Sesungguhnya, penderitaan dan musibah yang dialami manusia mempunyai beberapa hikmah. Di antaranya akan membawa orang yang yang ditimpa ini kepada pintu Allah dan meningkatkan ubudiyah kepadaNya. Karena itu, tidak ada pertentangan antara kesabaran dan dan pengaduan kepada Allah. Dari peristiwa di atas, Rasulullah mengajarkan tentang kewajiban ubudiyah dan segala konsekuensinya kepada kita.

Firman Allah:
"Sesungguhnya, Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu. Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lobang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil." (QS Al An'am 6:33-35)

Kesimpulan? Jangan pernah berputus asa ketika kita berada di jalanNya. Terus berjalan, terus minta diberikan petunjuk, mohon keampunan, mohon ridhoNya. Terus berjalan, sesungguhnya janji Allah adalah sebaik-baik janji ...

Tuesday, January 27, 2009

Gong Xi Fa Cai

bow ...


I went to the temple on Monday night, gosh, it was full of photographers! Since I've been here twice, I decided on focus to learn how to shot with slow shutter speed, to capture the movement feeling.

Another gosh! It wasn't easy. In perfect world, you want to have perfect composition, great lightning, interesting capture and so on. In reality? The place is full of people, their bow difficult to follow, smoke everywhere, and I always found photographers in every corners! :-P

Nevertheless, after spending 1.5 hours, here is what I've got ... practice, practice ... :)

Photo taken @Vihara Dharma Bakti, Petak Sembilan, Jakarta

Monday, January 26, 2009

Kado Cinta Bagi Pasangan Nikah Beda Agama



Saya terhenyak. Berdiri di tengah-tengah toko buku dengan rasa marah. Di tengah suasana tengah di pagi hari. Apa sebabnya? Buku ini!

Bermula dari mata saya yang tidak sengaja melihat buku ini ketika mau keluar dari toko buku Gramedia. Heran plus ga percaya dengan judulnya, saya lalu mengambilnya dari rak buku. Hmmm ... judulnya sangat mencurigakan. Pengarangnya Mohammad Monib, penerbit Gramedia. Lalu saya baca ringkasan di halaman belakang. Hmmm ... katanya "Buku ini tidak menganjurkan NBA (Nikah Beda Agama), tapi menampilkan permasalahan dan arah pemikiran bagi solusinya...

Agak ragu, tapi lalu terlihat oleh saya ada buku yang sudah terbuka sampul plastiknya. Ya saya ambil dan telusuri daftar isinya. Pertama soal pengertian nikah, pendapat masing-masing agama ... hmmm okelah. Lanjut ke halaman berikutnya, lho kok ada soal melamar, malam pertama, mengasuh anak dan seterusnya??? Lalu penutup buku ini mengutip sebuah hadits mengenai pluralisme ... rasa marah perlahan muncul.

Saya baca penutupnya, katanya hadits itu mengenai pluralisme berdasarkan pemahaman seorang terkemuka di negeri ini (anda pasti kenal, tidak perlu saya sebut di sini). Haditsnya dikutip begitu saja, bahkan lebih jelek dari mengutip suatu bahan (tanpa tulisan asli - arab -, tanpa mencantum rawinya dst dst).

Astagfirullah ... buku begini sudah dijual bebas. Di toko besar Gramedia (saya menyebut nama ini karena buku ini diterbitkan olehnya) dan di salah satu mall terbesar di Jakarta. Pagi ini saya cek di gramediaonline.com, ternyata buku ini dijual di situs ini juga dan dikategorikan sebagai buku Islam. Astagfirullah ... sungguh, perang pemikiran itu benar dan sangat berbahaya ...

Kesimpulan? Hmmm ... senantiasa berhati-hati membaca buku, pastikan ditulis oleh orang yang kita kenal reputasinya, didukung penerbit yang menjaga visi misinya, 'periksa' buku itu dengan hati nurani anda ... dan, berjamaah lah agar bisa terus saling mengingatkan ...

Thursday, January 22, 2009

dew

dew

dew on flowers in morning time ...

Photo taken somewhere in Jakarta, taken manually using Nikon D50+18-55 lens kit+macro filter

Wednesday, January 21, 2009

Peperangan

no entry


Ceramah hari ini ba’da dhuhur bercerita tentang peperangan. Kata sang ustad, sebenarnya kita ini setiap saat dalam keadaan berperang. Setiap saat, yang hak dan batil bergantian mengisi relung jiwa kita, ada kalanya kita memilih yang hak dan kadang pula kita memilih yang batil. Dan peperangan ini terjadi setiap saat, makan dulu atau sholat dulu, sabar atau marah, diam atau berkata-kata, tegur atau biarkan, ikhlas atau berharap ... betul-betul kita setiap saat dalam peperangan.

Sang ustad lantas mengutip QS An Nisa 76 yang artinya: Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.

Nah, yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana kita tahu kita menang? Apa kriterianya? Kalau dilihat dalam peperangan fisik, kemenangan biasanya bersangkut paut dengan matinya musuh, adanya tawanan perang, dan bertebarnya harta pampasan perang. Namun, bagaimana dengan peperangan yang setiap saat kita alami ini, apa kriterianya?

Lanjut sang ustad, ada 3 kriteria.

1) Komitmen dengan kebenaran.
Secara fisik mungkin kalah, mungkin kita dipenjara, kalau kita partai, mungkin perolehan kursi sedikit. Namun semua ‘kekalahan’ ini tidak menyurutkan langkah, tidak membuat kita lantas menghalalkan cara. Karena kita tahu dan yakin, bahwa arti kemenangan itu adalah seberapa komitmen kita pada kebenaran.

2) Kemenangan dakwah yang menyebar kemana-mana
Secara fisik mungkin kita kalah, tapi dakwah kita, prinsip, keyakinan yang kita perjuangkan masuk ke hati teman-teman, rekan-rekan, masyarakat dan mereka yang akan menggantikan kita dalam memperjuangkan prinsip, keyakinan dan iman terhadap Islam. Inilah tolak ukur seberapa kita menang dalam pertarungan ini

3) Allah selamatkan dari tipu daya musuh
Ketika Nabi Muhammad dipaksa keluar dari Mekkah dan hijrah ke Madinah, secara kasat mata kita akan melihatnya sebagai sesuatu kekalahan. Dan sungguh ini adalah tipu muslihat musuh yang membuat kita mempercayai, kalau Rasulullah harus hijrah, maka agama Allah telah kalah dalam perjuangannya. Padahal, justru setelah hijrah, Islam berkembang pesat, melebihi bayangan setiap orang dan tidak butuh lama bagi Islam untuk kembali dan menaklukkan Mekkah. Bukan cuma secara fisik, tetapi juga hati-hati penduduk Mekkah yang mendapat hidayahNya.

Firman Allah dalam surat At Taubah 40: Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Apa pelajaran di sini buat kita? Pertama, bahwa kita ini sebenarnya selalu dalam pertarungan, peperangan. Kedua, bahwa kemenangan dan kekalahan dalam setiap peperangan yang kita hadapi bukanlah sesuatu yang kasat mata, tetapi yang lebih tepat adalah seberapa jauh kita mendapat 3 nilai di atas. Dan ketiga, sesungguhnya pada akhirnya semuanya bermuara pada nilai-nilaiNya, pada nilai dakwah, dan pada seberapa keridhoanNya pada setiap yang kita usahakan.

===
Jadi, perang di Gaza ... siapa yang menang?

Monday, January 19, 2009

Smile ... :)

cheers!


What is more pleasant
than listening to the crowd
of these girls and boys
and hey, they even dress in colors!

A tribute to our brothers and sisters in Gaza, keep the spirit high!
Photo taken @ Ragunan zoo, Jakarta.

Sunday, January 18, 2009

Gaza

yellow on white ...


Kata berita hari ini, Israel mengumumankan gencatan senjata sepihak. Analis menyebut, ini dalam persiapan menyambut pelantikan Obama.

Well, Indonesia .. dunia ... apa yang kamu harapkan dari Obama dalam perang ini? Maaf kalau kedengaran sinis ya ...

Thursday, January 15, 2009

We Will not Go Down (Song for Gaza)

blue on white


Per pagi ini, 15 Januari 2009, setidaknya 1,017 orang telah meninggal dunia dan 4,750 orang terluka, mayoritas anak-anak, wanita, dan orang tua. Biadab!!!

We Will not Go Down (Song for Gaza)
Composed by Michael Heart - Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Row of Clouds

row of clouds

a rare view of Jakarta ...

taken from 14th floor of a building, south of Jakarta

Tuesday, January 13, 2009

Kamar Mandi

LOL


2 minggu lalu saya intensif sekali bepergian. Ceile ... cuma putar-putar seputar Jakarta sih hehehe ... dari urusan ama teman-teman fotografer, jalan-jalan dengan ompung tercinta, sampai liburan dengan keluarga tersayang ... uhuk-uhuk :-P Yang repot, sampai tanggal 3 Januari 2008 saya masih masuk kantor karena mengejar target akhir tahun. Jadi ... sampai sakit bolak-balik ... dijalani aja sih ... :)

Yang menarik dengan urusan putar-putar ini adalah banyaknya kamar mandi yang saya masuki. Pola yang selama ini tergambar di benak, ternyata benar-benar cocok dengan 'survei' kamar mandi ini ... :). Pola apa itu?

Pertama, kebanyakan toilet umum kunci pintunya seadanya. Hampir pasti kunci bawaan handel pintunya tidak berfungsi. Digantikan dengan selot, kayu, ganjelan, tali rafia, yang meski rada darurat cukup kuat dan efektif. Yang penting harus yakin pintu itu bisa dikunci dan dibuka kembali ... :D

Kedua, dulu toilet yang sok keren hampir pasti sarana pembersihnya kertas tisu. Tanpa air ... emang kita bule apa? :-P namun sekarang, alhamdulillah hampir seluruhnya sudah menyediakan air selain tisu, termasuk di hotel-hotel yang dulu sok bule dan cuma menyediakan kertas tisu doang hehehe ...

Ketiga, nah ini yang agak kurang masuk akal. Hampir semua toilet dan kamar mandi itu ga ada gantungan bajunya. Ini apa saya yang udik atau bagaimana ya? Masih sulit membayangkan orang lain kalau pakai kamar mandi itu, dimana mereka menggantungkan pakaiannnya, di atas kepala? Atau langsung dibuang/cuci? Entahlah ... puyeng ... :-P

Keempat, .... udah ah ... :D Bagaimana menurut anda sendiri? :)

Monday, January 12, 2009

a morning

a morning

a beautiful morning @ Ragunan zoo,
through infra red filter ... :)

Photo taken @ Ragunan zoo, Jakarta


===
Senin pagi, insya Allah niat ditautkan, semangat ditancapkan, keikhlasan ditebarkan ... mari kita songsong tahun 1430H / 2009H sebaik-baiknya, tetap semangat!

Sunday, January 04, 2009

Libur!

watching ... and to be watched

Liburan dulu yakh ... :)

Photo taken during Idul Adha celebration, Jakarta

Thursday, January 01, 2009

Tahun Baru 1430 H / 2009 M

white on green

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS Al Hasjr 18-19).