Thursday, November 30, 2006

Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta

You are the love of my life


Alhamdulillah, isi blog ini saya coba 'perluas' lagi dengan tema keluarga. Kali ini untuk istri tercinta ... :)

Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta
M. Fauzil Adzim

Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap. Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.

Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri Anda barangkali belum benar benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Anda pula yang harus mencucinya.

Di saat seperti itu, apakah yang Anda pikirkan tenang dia? Masihkah Anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang sama Anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam bicara, lulus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.

Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak Anda membiarkan istri kita membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak Anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara kita tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tidak sabar. begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita menjerit karena cubitannva yanq bikin sakit.

Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada Anda. Sementara gejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan untuk mendengar, atau ia tak pernah Anda akui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak.

Jangankan istri kita yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi SAW tak mau mendengar melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi SAW hanya diam menghadapi 'Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.

Alhasil, ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita. Ketika kita menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu kita berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari, Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih-sayang. Ada ketulusan yang harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap memiliki energi untuk tersenyum kepada anak-anak kita. Sepenat apa pun ia.

Ada lagi yang lain: pengakuan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya, marilah kita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu telah melewati tengah malam, pandanglah istri Anda yang terbaring letih itu. Lalu pikirkankah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan sekedar untuk mengucap terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta. Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, "Ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?"

Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau kita terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah. Sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang kita lakukan. Kita tidak akan mendapati amal-amal kita saat berjumpa dengan Allah di yaumil-kiyamah.

Apa yang ingin Anda lakukan, terserah Anda. Yang jelas, ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan kita untuk menyatakan terima-kasih, tak ada airmata duka yang menetes dari kedua kelopaknya. Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telinga baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar.

Dan semoga pula dengan perhatian yang kita berikan kepadanya, kelak istri kita akan berkata tentang kita sebagaimana Bunda 'Aisyah RA berucap tentang suaminya, Rasulullah SAW, "Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku."

Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.

Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih-sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan. Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.

Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah kita ingat kembali ketika Rasulullah SAW berpesan tentang istri kita. "Wahai manusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka.
"Ketahuilah,"kata Rasulullah Saw. melanjutkan, 'kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik. "

Kita telah mengambil istri kita sebagai amanah dari Allah. Kelak kita harus melaporkan kepadaAllah Taala bagaimana kita menunaikan amanah dari-Nya. Apakah kita mengabaikannya sehingga gurat-guratan dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, kita sempat tercatat selalu berbuat baik bentuk istri, Saya tidak tahu.
Sebagaimana saya juga tidak tahu apakah sebagai suami saya sudah cukup baik. Jangan-jangan tidak ada sedikit pun kebaikan di mata istri. Saya hanya berharap istri saya benar-banar memaafkan kekurangan saya sebagai suami.

Indahnya, semoga ada kerelaan untuk menerima apa adanya. Hanya inilah ungkapan sederhana yang kutuliskan untuknya. Semoga Anda bisa menerima ungkapan yang lebih agung untuk istri Anda.

Kajian 30 November 2006

Berkatalah Muhammad (kepada mereka): "Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". QS Al Anbiyaa' 4.

Wednesday, November 29, 2006

Reading List: The Starfish and the Spider

An afternoon in Bartlesville, before the rain come


Buku ini menarik dan membahas sesuatu yang menjadi keyakinan saya selama ini. Yaitu bagaimana gerakan Open Source telah mendobrak kebiasaan-kebiasaan lama di dunia ini. Prinsip kebebasan, kreativitas, berbagi, saling menghargai, ternyata mampu menembus batas komersial dan bisnis. Tulisan saya sebelumnya soal Big Bang Internet juga menyoal soal ini.

Tadinya mikir, beli ah bukunya. Tapi mikir lagi, kalau kira-kira isinya udah tahu, buat apa ya? Sok tahu banget hehehe ... :-P

Reading List: The Starfish and the Spider (Ori Brafman and Rod A. Beckstrom)
Review by Lucas Conley - fastcompany.com

It sounds like the opening line to a bad joke: What do the Apache Indians, Craigslist, Skype, and Al Qaeda have in common? The answer goes to the heart of a rewardingly simple new book: They're all decentralized organizations that have bedeviled the established hierarchy hell-bent on crushing them.

The Starfish and the Spider is about the open-source revolution, a trend that authors Ori Brafman and Rod A. Beckstrom demonstrate is simultaneously dismantling many established industries while harnessing the creativity of the masses to generate new ones. (The title refers to the authors' metaphor that a starfish and a spider appear to be structured similarly, but if you crush a spider's head, it dies. Cut a starfish in half, and you'll end up with two.) Open source has spread far beyond its recent successes with file sharing and software. You can now find cooperatively developed art, literature, even religion.

What Brafman and Beckstrom attempt to add to the discussion is a sense of how you can harness the power of leaderless, decentralized movements. Their effort has mixed results. The authors do an excellent job of illustrating how cooperative networks--such as the Apaches prior to the early 1900s, or Al Qaeda today--benefit from operating without a central hierarchy. But they can't exactly explain how you can do it. Ironically, the best they can do is explain how to interrupt or redirect a starfish network when it's chewing away at profits. The U.S. government finally bested the Apaches, for instance, when it provided its leaders with cattle, a form of wealth that reshaped the amorphous, nomadic tribes into easily manageable hierarchies.

Wealth, it turns out, is the elephant in the room. As the authors put it, "The moment you introduce property rights into the equation [be they intellectual, physical, or otherwise], everything changes: The starfish organization turns into a spider." As a consolation, they make a case for the viability of hybrid entities. Think eBay or Intuit --firms that channel customers' and employees' bottom-up efforts into hierarchical businesses. They may be the best one can hope for. Brafman and Beckstrom make this much clear: If you're the head of a spider, look out for the starfish.

Combine Cluetrain's storming-the-gates passion with… examples like Linus Torvalds's Linux and its place in the open-source revolution to get… Starfish, which needed more Linuxes but whose underlying ideas ring true.

Kajian 29 November 2006

Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). QS Al Anbiyaa' 1

Tuesday, November 28, 2006

Kisah 1000 Hari Sabtu

Tulsa for a Photographer


Kisah 1000 Hari Sabtu
Fr. Rick of Kingston , NY

Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.

Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.

Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil "Tom". Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.

"Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat".

Ia melanjutkan : "Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku".

Lalu mulailah ia menerangkan teori "seribu kelereng" nya. "Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung-hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang
perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting".

"Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini", sambungnya, "dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati".

"Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya".

"Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu".

"Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku befikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telah meberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi".

"Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!"

Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya.

Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.

"Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan".

"Lho, ada apa ini...?", tanyanya tersenyum.

"Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial", jawabku, " Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng."

SPEND YOUR WEEKEND WISELY AND MAY ALL SATURDAYS BE SPECIAL AND MAY YOU HAVE MANY HAPPY YEARS AFTER YOU LOSE ALL YOUR MARBLES.

Kajian 28 November 2006

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. QS Thaahaa 132.

Monday, November 27, 2006

Dengan 'SmackDown', Bocah Bergadai Nyawa

A Church


Dengan 'SmackDown', Bocah Bergadai Nyawa
Harian Republika

Tubuh pria kekar itu dihiasi tato. Panggilannya, The Undertaker. Lawannya tak kalah kekar. Otot-otot menyembul di hampir seluruh bagian tubuhnya. Lelaki yang memiliki sebutan Triple H itu bergumul dengan si Undertaker.

Adu jotos, saling banting dilakukan kedua pegulat itu di atas ring. Tiba-tiba, tangan Undertaker menggenggam leher lawannya. Bak kapas, badan Triple H diangkat dengan satu tangan. Tak lama kemudian, tubuh Triple H dihempaskan ke atas kanvas ring. Penonton pun bersorak riang.

Kekerasan memang sarat dalam setiap adegan tayangan gulat luar negeri yang biasa disebut SmackDown itu. Bahkan, bisa dibilang, kekerasan yang dilakukan kerap bernuansa ekstrem. Sang lawan memang terlihat kesakitan. Tapi, dia tak apa-apa --tak ada tandu yang diperlukan untuk melarikannya ke rumah sakit. Tak jarang pula, beberapa alat seperti kursi, kayu, hingga palu juga digunakan oleh petarung untuk segera memenangkan pertandingan. Banyak penonton tidak menyadari bahwa semua ini hanyalah trik pertunjukan televisi untuk meraih rating tinggi.

Hal itu pula yang tidak disadari oleh Restu, Iyo, dan Ii, warga Kompleks Banda Asri, Desa Banda Asri, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Adegan-adegan dalam SmackDown itu oleh siswa-siwa SMP ini ditiru dan dipraktikkan.

Sebagai lawan, mereka memilih Reza Ikhsan Fadillah (9 tahun), tetangga mereka. Tubuh kecil siswa kelas III SD Cincin I itu mereka banting. Kepalanya dihujamkan ke atas lantai. Tangannya ditekuk, meski Reza mengaduh kesakitan.

''Karena menirukan adegan SmackDown, anak saya meninggal,'' kata Herman Suratman (53). Menurut Herman, satu pekan sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu, Reza mengeluhkan tangan kirinya terasa sakit hingga sulit digerakkan. Tapi, Reza tidak mengaku penyebab sakit itu.

Tapi, selama satu pekan, rasa sakit itu semakin menjadi. Pada Rabu (25/10), satu hari setelah Idul Fitri, Herman melarikan anaknya ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Soreang. Tapi, RSD Soreang mengaku tidak memiliki peralatan memadai.

Reza dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Dari hasil rontgen, diketahui tulang pangkal lengan kiri Reza terpisah. Urat di tangan kirinya pun diketahui terjepit tulang. Selain itu, Reza juga mengalami cedera di bagian dalam kepala.

Reza lalu dirawat di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) sebelum dipindahkan ke ruang ICU RSHS. Selama sepekan hingga Kamis (2/11). ''Tapi, karena tidak sembuh juga, saya memaksa membawa Reza ke Cianjur, ke tukang urut tulang,'' ujar Herman.

Kondisi Reza mulai membaik. Tapi, itu tidak lama. beberapa hari kemudian, kondisi Reza kembali parah. Saat teman-teman Reza menengok ke rumah, Herman baru mengetahui bahwa penyebab sakitnya Reza adalah adegan SmackDown yang dipraktikkan Restu, Iyo, dan Ii.

Menurut Herman, ketiga anak itu sudah mengakuinya. Pada hari itu juga, Rabu (15/11), Herman langsung melaporkan ketiga anak itu ke polisi. Tapi, dia tak bisa terlalu memerhatikan hasil penyelidikan polisi. Pada Kamis (16/11), kondisi Reza bertambah parah. ''Reza meninggal dalam pangkuan saya,'' ujar pria ini dengan berlinang air mata.

Atas kejadian ini, Herman telah meminta kepada Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Agus Yasmin, dan Bupati Bandung, Obar Sobarna, untuk menyurati Lativi, yang menayangkan tayangan SmackDown ini.

Dia mengaku enggan jika harus menuntut Lativi. Pasalnya, kalaupun gugatannya dimenangkan pengadilan, dia hanya memperoleh ganti rugi. ''Sedangkan yang saya khawatirkan, jangan sampai anak-anak yang lain mengalami nasib serupa seperti Reza,'' kata dia.

Trauma tak hanya dialami Herman. Para pengajar di SD Cincin I langsung melarang siswa didiknya untuk menirukan adegan-adegan SmackDown. ''Seruan itu kami sampaikan setiap pagi di setiap kelas,'' kata Kepala Sekolah Cincin I, Nendi Rohendi.

Untuk menghapus gambaran mengenai SmackDown, pihak sekolah juga merazia pedagang yang kerap menjual gambar-gambar yang ada sangkut pautnya dengan acara itu.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, Denni Rukada, mengatakan, program acara SmackDown tidak layak ditayangkan lagi. Selain Reza, masih banyak anak-anak di Kabupaten Bandung yang menjadi korban. ''Hampir setiap dua hari sekali, tukang urut yang ahli membetulkan tulang, selalu mendapat pasien anak-anak. Mereka juga menjadi korban karena bermain SmackDown,'' ujar dia.

Selain menuntut tayangan SmackDown itu dihentikan, Denni juga meminta petugas kepolisian untuk menyita seluruh VCD ataupun DVD, serta CD playstation SmackDown.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, Dadang Rahmat Hidayat, mengaku sudah memberikan surat teguran keras kepada Lativi. ''Kami akan berusaha lebih intensif lagi supaya tayangan ini dihentikan,'' ujar dia.

Menurut dia, secara substansi acara ini memperlihatkan tayangan yang sadis. Sedangkan secara isi, tayangan yang penuh dengan muatan entertainment ini ditayangkan pada pukul 21.00 WIB. Harusnya, kata dia, acara yang hanya layak ditonton orang dewasa, ditayangkan lebih malam lagi.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Sinansari ecip, mengaku sudah mendengar perihal peristiwa menyedihkan itu. Untuk itulah, kata dia, KPI akan memanggil pihak Lativi pekan depan.

Merujuk pada Undang-Undang Penyiaran, Ecip menyatakan, tayangan SmackDown sebenarnya sudah melanggar pasal 36 tentang penayangan kekerasan di layar televisi. ''Dalam tayangan tersebut terlihat darah, aksi menendang, hingga menghantam lawan dengan kursi. Menurut saya semua itu sudah tergolong pada penayangan kekerasan secara terbuka di TV,'' paparnya.

Manajer Humas Lativi, Raldy Doy, belum mendengar rencana pemanggilan KPI. Namun, ia mengaku sudah mendengar kabar tewasnya bocah di Bandung yang diduga tewas terkait dengan tayangan SmackDown itu. Menurut dia, Lativi pun berencana mengecek kebenaran kabar tersebut. ''Kita akan melakukan investigasi bersama juga.''

Sementara itu berdasarkan keterangan tertulis melalui surat elektronik yang dikirimkan Raldy kepada Republika, tayangan SmackDown merupakan murni program hiburan. Selanjutnya lagi, layaknya film atau telenovela, SmackDown ini dilakukan sesuai skrip. Semua omongan dan gerakan, kata dia juga, berdasarkan skrip yang mesti dihafal. ''Sedangkan gerakan-gerakan 'kasar' yang diperlihatkan dilaksanakan terlebih dahulu oleh para profesional yang sudah berlatih lama.''

Kemudian juga, Raldy mengatakan, sebagai tindakan preventif agar adegan di SmackDown tidak diikuti maka host selalu menyampaikan agar jangan menirukan semua adegan di rumah. ''Begitu juga kami menampilkan running text serta logo 'Bimbingan Orang tua (BO)' agar orang tua selalu mendampingi anak-anaknya saat menonton tayangan ini,'' ujarnya.

Kajian 27 November 2006

Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kelaliman. QS Thaahaa 111.

Friday, November 24, 2006

Inovasi Tanpa Henti

Green and light blue ..


Memang hebat Google ini. Tidak pernah berhenti dan sibuk menjelajah ke daerah-daerah yang tidak terpikirkan oleh orang. Lincah, inovatif, fleksibel, dan selalu bergerak ... Coba bandingkan dengan perusahaan tempat anda bekerja. Apakah lambat, banyak birokrasi dan peraturan, dan sulit beradaptasi? :)

Google Earth in 4D
Sumber: Slashdot.org

Google skipped right past the third dimension and landed directly in the fourth (time) by offering historical maps on Google Earth. Now you can travel back in time — for example, I am looking at the globe of 1790. Don't expect detailed high resolution photography from days gone by, but it's still interesting to see old maps overlaid on the satellite imagery of today.

Berita selengkapnya ...

Kajian 24 November 2006

Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu". QS Thaahaa 98

Thursday, November 23, 2006

Kejarlah Daku Kau Kukejar!

Spars against blue night sky

Kejarlah Daku Kau Kukejar!
Arvan Pradiansyah - Republika

Pasti Anda semua cukup familiar dengan kalimat di atas. Benar, ini plesetan judul sebuah film tahun 1980-an yang dibintangi oleh Lydia Kandou dan Deddy Mizwar. Versi sinetronnya pun kini dapat kita saksikan tiap minggu di TV. Tapi, kenapa tiba-tiba saya menyebut judul ini? Anda pasti dapat menduganya. Ini berkaitan dengan target-target yang akan kita kejar pada 2003.

Saya ingin berbagi pengalaman mengenai target. Jujur saja, kadang-kadang saya mencapai target, kadang-kadang juga tidak. Ketika tak mencapai target, saya sungguh menyesal. Tetapi, bahkan ketika mencapai target, saya juga menyesal. Kenapa? Karena, saya merasa hal tersebut telah saya bayar dengan harga yang sangat mahal.

Di kantor upaya pencapaian target sering membuat saya kehilangan waktu untuk bersosialisasi dan menjalin hubungan dengan para kolega. Banyak pula terjadi konflik antarindividu maupun antartim semata-mata karena mengejar target. Di beberapa organisasi -- termasuk organisasi politik -- saling sikut, saling jegal dan saling menjatuhkan juga dilakukan untuk mengejar ''setoran.'' Buntut dari semua ini adalah perasaan sakit hati, dendam, dan permusuhan yang tak hilang dalam waktu singkat.

Di rumah target-target ini sering membuat kita menomorduakan hubungan yang akrab dengan anggota keluarga. Kita kehilangan saat-saat berharga dengan pasangan dan anak-anak. Saya sangat menyesal karena tak sempat menikmati saat-saat yang indah ketika Alisa, anak pertama saya, belajar berjalan. Saya juga tak ingat kapan persisnya ia mulai berbicara. Kesempatan itu telah hilang dan takkan pernah kembali. Saya terlalu sibuk dan sering hanya sempat mencium kening kedua anak saya saat mereka telah tertidur lelap.

Padahal kalau dipikir-pikir, apa sih yang kita cari dalam hidup ini? Targetkah atau kebahagiaan itu sendiri? Untuk menjawabnya, saya ingin mengajak Anda merenungkan saat-saat Anda berbaring di tempat tidur menunggu maut menjemput. Akankah Anda mengatakan, ''Alangkah bahagianya kalau saya dapat meluangkan waktu lebih banyak di kantor?'' ataukah ''Alangkah bahagianya kalau saya dapat meluangkan waktu lebih banyak lagi dengan keluarga dan orang-orang yang saya cintai?'' Coba renungkan hal ini secara mendalam!

Ada sebuah cerita menarik mengenai seorang eksekutif yang tengah berlibur di sebuah desa. Suatu siang ia berjumpa dengan seorang nelayan yang sedang asyik bermain dengan kedua anaknya. Eksekutif ini bertanya kenapa sang nelayan tak bekerja lebih keras, padahal hidupnya masih kekurangan. ''Katakan, apa yang dapat saya lakukan!'' ujar nelayan.

''Belilah kapal yang lebih besar!'' kata sang eksekutif. ''Dengan demikian Anda dapat menangkap ikan lebih banyak.'' Nelayan kembali bertanya, ''Dengan ikan yang lebih banyak, apa yang dapat saya lakukan?''

''Juallah ke kota, Anda akan mendapat uang banyak,'' lanjut sang eksekutif. ''Dengan uang itu Anda dapat membangun rumah yang bagus dan menyekolahkan anak-anak sehingga menjadi orang yang pintar. Nah, dengan semua yang kau miliki itu kau akan sangat berbahagia.''

Mendengar hal itu sang nelayan tertawa terbahak-bahak, ''Kalau kebahagiaan yang saya cari, buat apa repot-repot. Sekarangpun saya sudah sangat bahagia!''

Jadi, mumpung masih awal tahun, pikirkanlah benar-benar. Apa yang sebenarnya Anda kejar, target-target Andakah, atau kebahagiaan itu sendiri? Inilah ironisnya manusia modern. Kita menciptakan target kita sendiri, yang kadang-kadang sengaja dibuat lebih tinggi dari kemampuan kita. Kemudian target itulah yang sepanjang tahun mengejar-ngejar kita, membuat kita makan tak enak dan tidur tak nyenyak. Target inilah yang selalu kita bawa kemanapun kita pergi.

Target telah menggantikan hidup itu sendiri. Perilaku manusia modern ternyata tak jauh berbeda dengan manusia zaman dahulu yang menciptakan berhala-berhala mereka sendiri, kemudian repot-repot menyembahnya. Target-target ini telah menjadi ''tuhannya'' manusia modern!

Karena itu, bagi Anda yang telah menyusun target tahun ini, ada beberapa hal yang ingin saya sarankan. Pertama, Anda boleh saja ''memiliki target,'' tetapi jangan sampai Anda ''dimiliki target.'' Coba renungkan perbedaan yang sangat dalam antara dua kata ini.

Kedua, Anda perlu menyadari bahwa tercapai atau tidaknya target berada di luar kontrol Anda. Karena itu, memikirkan target hanya akan melemahkan Anda sendiri, membuat Anda makin stres, dan tak berdaya. Yang dapat dikontrol semata-mata adalah usaha Anda. Analoginya, Anda tak dapat mengontrol jam berapa Anda sampai di kantor. Yang dapat Anda kontrol adalah jam berapa Anda berangkat dari rumah.

Tujuan kita hidup adalah mencari kebahagiaan. Tapi banyak orang yang mengatakan begini, ''Saya baru bahagia kalau berhasil mencapai target.'' Ucapan ini hanyalah untuk menghibur diri. Anda takkan pernah bahagia karena begitu target tahun ini tercapai, target tahun depan sudah siap mengejar Anda, bahkan dalam jumlah yang jauh lebih besar. Kalau saja target tersebut bisa berbicara, inilah yang akan ia katakan kepada Anda ''Kejarlah Daku, Kau Kukejar!''

Kajian 23 November 2006

Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar. QS Thaahaa 82.

Wednesday, November 22, 2006

Maurice Sendak


Gambar dari Wikipedia


Maaf sempat menghilang beberapa saat ... belum lagi PR dari Ad@m yang belum sempat dikerjain ... :)

Maurice Sendak

Saatnya review buku. Kali ini sih nggak terlalu serius ... :) Beberapa waktu yang lalu saya dapat pinjaman dari salah seorang teman sebuah buku. Buku cerita anak-anak, pengarangnya bernama Maurice Sendak. Banyak gambar dan sedikit teks. Buat anak-anak yang baru senang baca kali ya ... Yang menarik ialah judulnya "Where the Wild Things are" dengan gambar sampul beberapa raksasa yang aneh, seram tapi tidak seram dan sebaliknya, lengkap dengan gambar pohon-pohon yang seperti karikatur tapi tidak juga, mirip-mirip lukisan surealisme ... :)

Terus terang jadi penasaran. So, di rumah saya pun baca-baca sambil menikmati gambar-gambarnya. Gaya berceritanya mengalir seperti puisi. Cuma gambar-gambarnya memang aneh. Monster berkepala burung, kerbau, singa dengan kaki manusia, burung, singa. Pohon-pohon yang pendek tapi besar. Para monster yang bergelantungan di pohon.

Ceritanya sederhana. Seorang anak kecil yang karena asyik bermain akhirnya dihukum orang tuanya, masuk kamar dan tidak dapat makan. Ia pun berkhayal menyeberang lautan dan sampai di pulau yang dipenuhi oleh para monster itu. Dengan sedikit pertempuran, diapun jadi raja dan memerintah para monster itu, persis seperti orang tuanya memerintah dirinya.

Cuma yang lucu, pada saat memerintah, ia lapar. Ia pun lalu meninggalkan pulau itu untuk pulang. Untuk makan. Dan tiba-tiba dia sudah berada di kamarnya lagi, dan makanan sudah terhampar di kamarnya ... :)

Cerita sederhana, penuh imajinasi. Gambar yang aneh (absurb?) tapi sekaligus penuh imajinasi juga ... terus jadi ingat Far East Gallery ... :)

Cari ah di Amazon untuk jadi koleksi ... :)

Kajian 22 November 2006

Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barang siapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia. QS Thaahaa 81.

Friday, November 17, 2006

Etika

Crossing the river


Etika
Dari milist diposting ach supaya ngak lupa :)
Dikutip dari blog CUPI ... bagus sekali ... supaya diri selalu ingat ...

Etika menurut Islam sering diungkapkan dengan istilah “husnul khulq” atau akhlaq mulia. Rasulullah s.a.w menegaskan bahwa ”Sesungguhnya seorang mukmin akan mendapatkan predikat seorang yang banyak puasa dan banyak sholat, dengan menjaga akhlaq yang mulia”.

1. Kritis dan teliti.
Suatu hari Rasullah berkata kepada Asyaj Abdul Qais: ”Sesungguhnya ada dua perkara di dalam dirimu yang disukai Allah, yaitu kritis dan ketelitian” (h.r. Muslim).

2. Lembut dan pemaaf.
Rasulullah bersabda: ”Barangsiapa meninggalkan sikap lembut, maka ia telah meninggalkan kebaikan semuanya”. (h.r. Muslim).

3. Jujur
Hadist: ”sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, kebaikan mengantarkan kepada sorga, dan seorang akan berbuat jujur sehingga ia dijuluki orang jujur”. (h.r. Bukhari Muslim).

4. Sabar
Hadist: ”Sabar itu cahaya”. (h.r. Muslim).
“Barangsiapa bersabar maka Allah akan bersabar untuknya, tidak ada pemberian Allah yang lebih kepada hambaNya kecuali kesabaran” (h.r.Bukhari Muslim).

5. Tawadlu’ (rendah hati)
Hadits: ”Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar aku bertawadlu’, sehingga tidak ada orang merasa sombong dan lebih tinggi dari lainnya dan tidak ada orang menghianati lainnya” (h.r. Muslim).
“Tidak ada orang yang bertawadlu kepada Allah, kecuali Allah akan mengangkatnya” (h.r. Muslim).

6. Amanah (jujur)
Hadits: ”Tanda-tanda orang munafik ada tiga, ketika bicara bohong, ketika janji mengingkari dan ketika dipercayai mengkhianati”. (h.r. Bukhari Muslim).

7. Malu.
Hadist: ”Rasa malu itu selalu mendatangkan kebaikan” (h.r. Bukhari Muslim).
“Malu itu bagian dari iman” (h.r. Bukhari Muslim).

8. Perkataan yang manis dan muka yang ramah
”Kalimat yang baik merupakan sedekah” (h.r. Bukhari Muslim).

9. Bakti kepada orang tua
Ibnu Mas’ud bertanya kepada Rasulullah s.a.w.: ” Apa perbuatan yang paling disukai Allah?
Jawab Rasulullah: ”Sholat di waktunya”,
Ibnu Mas’ud: ”Lalu apa?”
Jawab Rasulullah:”Berbuat baik kepada kedua orang tua” (h.r. Bukhari Muslim).

10. Silaturrahmi
“Barangsiapa ingin diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia bersilaturrahmi”. (h.r. Bukhari).

Kajian 17 November 2006

Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia).QS Thaahaa 75.