Monday, June 16, 2008

Checkpoint

rising ...


Minggu lalu, pas sholat ashar, ketemu dengan salah seorang teman kantor. Setelah saling menyapa, kami pun bertukar kata:

Saya: Alhamdulillah, kita bisa sholat tepat waktu ya pak ..

Beliau: Ya, alhamdulillah. Kalau saya, kesempatan sholat ini seperti checkpoint. Kesempatan untuk berhenti, istirahat, mengambil nafas. Ini juga kesempatan untuk mengecek perjalanan kita dibandingkan dengan peta yang kita miliki. Arahnya masih betul? Jarak yang ditempuh sesuai target? Dari yang sudah lewat apa yang kita pelajari, yang membuat kita lebih siap untuk menempuh perjalanan ini ...

Lantas beliau tersenyum tulus ...

Subhanalloh ... begitu banyak pelajaran, jika kita saja mau mencoba mengambil hikmah dari setiap liku kehidupan ini. Sang teman menerapkan prinsip muhasabah, setiap kali sholat. Setiap sholat dia gunakan untuk men-charge, mengisi diri. Dan setelah sholat, ia sejenak merefleksikan dirinya ...

Subhanalloh ... satu lagi pelajaran. Maukah kita mengambil pelajaran darinya?

2 comments:

Luigi Pralangga said...

Alhamdulillah, selama seorang hamba masih memperteguh iman dan takwa-nya, niscaya diringankan di dunia dan dilancarkan di akhiratnya..

Moga2 kita senantiasa diberi kemudahan ibadah, ya..

Lama sekali blom sempet mampir kesini lagi. Semoga silaturahim ini bisa menyambung kembali tali yang longgar..

Salam hangat dari afrika barat!

Rudi said...

Inilah yang menjadi sumber kemunduran iman kita secara umum saat ini. Shalat hanya menjadi ritual dan rutinitas belaka. Bahkan shalat dan pengajian seringkali dijadikan alasan atau pembenaran untuk mangkir dari kewajiban melaksanakan tugas kantor. Kita benar2 kembali ke jaman Jahiliah di masa Rasulullah. MEREKA LALAI DALAM SHOLATNYA. Padahal Islam tidak pernah berbicara kuantitas. Islam selalu berbicara kualitas. "KEBANYAKAN MANUSIA TIDAK BERIMAN", "KEBANYAKAN MEREKA TIDAK MENGETAHUI". Banyak sekali ayat seperti ini yang diulang-ulang.
Bangsa kita sudah dijungkirbalikkan. Yang bringas, yang buron, bisa jadi pahlawan hanya karena berteriak membela Islam. Kita tidak usah risau. "Jangan mereka2 yg tdk beriman itu membuat gelisah engkau (Muhammad). Seandainya AKU mau, maka bumi ini AKU jadikan satu ummat saja. AKU mengetahui apa yang engkau tidak ketahui". kurang lebih begitu kata Tuhan.