Sunday, April 06, 2008

Ojek

stand still


Tulisan lama - menyambung ini - kelupaan naik cetak. Jadi ... naik cetaknya sekarang aja ... :)

Ojek

Hubungan saya dengan tukang ojek semakin akrab saja. Kami bertemu pada pagi/sore hari. Saling melempar senyum dan yang diteruskan dengan naiknya saya ke atas motor. Lalu diteruskan dengan kalimat pendek yang menyebutkan tujuan saya. Di akhir perjalanan, saya pun turun, membayar, dan mengucapkan terima kasih.

Kemarin, salah seorang teman di kantor bercanda soal tukang ojek ini. Berbeda dengan yang lain, pada saat turun dia tidak membayar. Ia mencium tangan sang pengemudi. Ah, rupanya yang mengantar beliau adalah suami, maka tak heran kalau ia ‘membayarnya’ dengan mencium tangannya … ☺

Yang kemudian membuat saya termangu-mangu adalah dengan apa saya harus membayar kepada Yang Maha Kuasa atas perjalanan saya di atas muka bumi yang fana ini? Saya lemah, Ia Maha Kuat, saya miskin, Ia Maha Kaya, saya tidak berdaya, Ia Maha Kuasa, saya selalu berbuat kesalahan, Ia Maha Pengasih dan Penyayang. Dengan apa saya harus membayar perjalanan ini, yang ternyata penuh sekali dengan kesalahan dan kebodohan saya?

Seharusnya saya terus bersyukur, sampai saat ini saya diberikan nikmat yang tak terhingga banyaknya – oksigen, makanan, minuman, kesehatan, orang-orang yang saya cintai, pekerjaan, kehidupan, kemudahan, pengampunan – karena saya tahu, tak sepeserpun saya sanggup membayarnya.

Namun apakah dengan bersyukur, kita lantas bisa melenggang pergi? Rasanya jawabnya tidak. Kita perlu membayar lebih besar lagi. Lantas apa yang tersisa pada kita untuk membayarnya? Seluruh yang ada pada kita sesungguhnya adalah milikNya yang setiap saat bisa diambilNya. Harta, kekuasaan, kesehatan, bahkan fisik dan jiwa kita bukanlah milik kita.

Jadi dengan apa kita sanggup membayar kepadaNya atas perjalanan kita di muka bumi ini?

2 comments:

Diah said...

Subhanallah... terimakasih atas renungannya. Terima kasih karena telah mengingatkan untuk selalu berterima kasih kepada Sang Maha, yang kuasa-Nya tak terhingga.

T A T A R I said...

tulisan HEBAT !!!!
bagus banget pak !
makasih yah..