Friday, August 31, 2007

Pergulatan Hidup

High up in the air ...


Dalam hidup ini, banyak hal yang kita lalui. Jalan menurun, menanjak, menghirup udara segar, terjebak dalam kemacetan, udara terik, debu. Kehujanan, banjir, jalan tol yang mulus dan sepi, kabut, kedinginan. Kegelapan, lampu jalan yang sesekali menerangi jalan, terangnya matahari pagi yang menyinari.

Pada perjalanan yang terang, bersih, lurus, cerah, waktu akan berlalu dengan indahnya diselingi oleh siul ceria kita. Sementara perjalanan dalam kegelapan, kabut, udara kotor, kendaraan yang rusak atau badan yang letih, akan membuat waktu terasa bergerak lambat sekali, diiringi oleh rasa getir yang mendalam.

Yang kadang kita lupa ialah di balik kemudahan akan ada kesulitan dan di balik kesulitan sudah menanti kemudahan. Dalam suatu perjalanan yang mudah, kita tidak boleh terlena dan harus siap siaga akan kesulitan yang sudah menanti di balik jalan yang kita tempuh. Begitu pula, dalam kegetiran hidup, kita harus percaya kalau segala usaha dan daya upaya kita tak akan sia-sia, dan bahwa ini semua akan berganti dengan sesuatu yang lebih baik.

Suatu perjalanan mudah dapat membuat kita terlupa untuk dapat menikmati sekedar secangkir teh manis di ujung perjalanan. Namun jika misalnya kita baru saja melewati perjalanan pulang dengan ban kendaraan yang sempat kempes, kehujanan, dan harus melewati malam tanpa penerangan yang cukup, maka percikan air mandi yang membasahi tubuh untuk lalu duduk di sebuah kursi untuk menikmati secangkir teh manis akan merupakan kenikmatan yang tiada tara.

Entahlah, buat saya sendiri, pergulatan hidup bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Meski tentunya bukan sesuatu yang saya cari. Namun, setiap pergulatan hidup, membuat hidup ini makin bermakna dan membuat saya makin kuat, tegar, dan makin mensyukuri hidup ini. Semangat berjuang, pencarian hikmah, percaya pada satu-satunya penolong hidup ini, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, serta rasa syukur yang menemani setiap langkah, membuat satu per satu tantangan terlewati.

Saat ini, salah seorang saudaraku tengah meniti sungai kehidupan yang membelah dua dunia. Perjuangan yang sulit dan panjang. Kami berjuang sekuatnya untuk membantu dan menyemangatinya. Namun, kami pun sepenuhnya sadar. Ia-lah yang saat ini berjuang dan ia-lah yang pada akhirnya akan menentukan, apakah ia akan berhasil menyeberang sungai kehidupan ini.

Teruskan perjuanganmu saudaraku. Tabahkan hatimu, kuatkan dirimu, kokohkan semangatmu. Percayalah pada dirimu, jangan pernah menyerah. Percayalah kalau Allah menyertaimu dalam perjuanganmu dan Ia-lah sebaik-baik penolongmu.

Murni bersihnya air nurani terpercik
Membersitkan suara bening
      membelah kesulitan dan kesusahan

Kilatan bersih cermin hati yang digosok
Memberkas cahaya terang
      terangi kegelapan dan keraguan

2 comments:

Anonymous said...

tipis... udara di sini tipis
nafasku terdengar satu per satu
menemani langkah melemahku

satu yang membuatku tidak berhenti
dialah satu yang membuatku nyata

di sela nafasku
tetap ada senyumnya
sampaikan salam pada milik lainnya
yang tak henti memberi senyuman

Fitra Seto Irawan said...

Makasih banget Bang tulisannya, bikin jadi tetep semangat menjalani liku2 jalan hidup, saat ini aku lagi di jalan yang gelap kehujanan basah dan menggigil, tapi tetep yakin Allah sedang membimbing menuju sinar cerahnya mentari pagi yang penuh dengan wangi embun...salam buat keluarga...