Tuesday, August 21, 2007

Kualitas Pemimpin Sejati (bagian 17)

misty land


Rupanya buku ini belum selesai diringkas ... lama juga ... ringkasan pertama di bulan Juni 2005 ... :-P

===
Tulisan ini berdasarkan buku karangan John C Maxwell, The 21 Indispensable Qualities of a Leader. Tiada maksud untuk menulis ulang buku ini (takut kena urusan copyright hehehe ...), tapi lebih berupa ringkasan berdasarkan pemahaman saya .. :-O

17. Kemapanan: Kompetensi takkan pernah dapat mengkompensasikan ketidakmapanan

Tak seorangpun dapat menjadi pemimpin besar jika ingin melakukan segalanya sendirian atau memonopoli kredit atas keberhasilan timnya
- Andrew Carnegie

Menurut Maxwell, Margaret Thatcher adalah salah satu contoh seorang pemimpin yang kuat dan mapan. Sepanjang hidupnya, mulai sejak masa kuliah, memasuki dunia politik, memegang berbagai jabatan pemerintahan hingga menjadi perdana menteri untuk 3 periode berturut-turut, Thatcher selalu ingat akan nasihat ayahnya, "Tidak usah ikut arus; ambil saja keputusan sendiri." Ia, tidak pernah ragu sama sekali terhadap diri sendiri atau keyakinannya.

Seperti apa sih ciri pemimpin yang tidak mapan?

1. Mereka tidak memberikan kemapanan kepada orang lain
Seperti kata pepatah lama, "Anda tak mungkin memberikan sesuatu yang anda tidak miliki." Seperti orang yang tidak terampil, ia tak dapat memberikan ketrampilannya kepada orang lain. Begitu juga orang yang tidak mapan, ia takkan dapat membuat orang lain merasa mapan.

2. Mereka mengambil lebih banyak dari memberi
Orang yang tidak mapan selalu sibuk mencari validasi, pengakuan, serta kasih. Fokus mereka adalah menemukan kemapanan, bukan menanamkannya pada orang lain.

3. Mereka terus membatasi orang-orangnya yang terbaik
Pemimpin yang mapanlah yang dapat memberikan kekuatan kepada orang lain. Sebaliknya, pemimpin yang tidak mapan menimbun kekuasaan.

4. Mereka terus membatasi organisasinya
Jika para pengikut diremehkan dan tidak dihargai, mereka menjadi kecil hati dan akhirnya tidak lagi berprestasi maksimal. Jika ini terjadi, seluruh organisasi akan menderita. Para pemimpin yang mapan mampu percaya kepada orang lain karena mereka percaya pada diri sendiri. Mereka tidak sombong; mereka tahu kekuatan dan kelemahan diri dan menghargai diri sendiri.

1 comment:

Diah said...

bang, tulisannya saya contek abis ya buat dimasukkin ke blog saya, supaya 'sang pemimpin' bisa ikut lihat juga...