Tuesday, November 20, 2007

Komunitas Book Lovers

a moment to reflect ourselves ...


Terima kasih buat Melati yang menanyakan kesehatan saya. Alhamdulillah membaik, meski belum sepenuhnya fit kembali. Masih terus berfikir apa hikmah sakit ini .....

Kali ini saya pingin cerita lain - bukan cerita sakit - tapi cerita kunjungan saya ke pameran buku di Sastra UI minggu lalu. Tahunya dari milis, dan secuplik iklan di salah satu harian ibu kota. Penasaran ... apalagi namanya pameran buku ... sluuuurrrrp ... hehehe ...

Singkat kata saya mengunjungi pameran itu hari Sabtu siang kemarin. Suasana pameran santai, banyak anak mahasiswa (ya namanya di kampus!), lengkap dengan jaket kuningnya (ehm .... saya alumni UI juga lho).

Yang langsung menarik hati ialah stand yang berjualan kaos RA Kosasih. Tahu komik Mahabrata? Kalau ga tahu rasanya agak keterlaluan hehehe ... kisah Mahabrata yang dituangkan beliau dalam salah satu komik legendaris yang saya kagumi waktu kecil dulu. Bahkan saya belajar menggambar dari komik beliau. Singkat kata saya pun beli kaos RA Kosasih ... hitung-hitung mensupport komik dalam negeri ... :)

Bergeser ke stand yang lain, eh jualan buku puisi. Biasanya sukar sekali menemukan buku puisi di toko buku maupun pameran buku. Harganya pun murah, 5-15 ribu rupiah. Wah langsung gelap mata ... :-P Tidak kurang 4-5 buku yang saya beli. Belum sempat baca .... :)

Dari situ saya pun terbawa arus mengikuti talk show "Komunitas Book Lovers". Pembicara dari Paguyuban Karl May Indonesia, Indo-Harry Potter, dan Indonesian Toelkin society. Sempat terkesima melihat semangat teman-teman dari komunitas ini dalam membangun perkumpulannya. Berbagai kegiatan dilakukan, berbagai media digunakan, sampai ruang lingkup masyarakat yang dimasuki pun bermacam-macam. Tujuannya pun bermacam-macam, dari mengumpulkan penggemar buku/pengarang itu, membangun jaringan, sampai turut menyemarakkan semangat membaca buku.

Cuma perasaan saya sedikit miris. Di kantong plastik hitam yang saya pegang ada kaos RA Kosasih. Kemana ya apresiasi kita terhadap pengarang negeri sendiri? Memang di jadwal acara pameran sih acara talkshow khusus RA Kosasih (hari Kamis), cuma ada ga ya komunitas RA Kosasih?

Lebih lanjut melihat semangat teman-teman di perkumpulan itu serta efek keramaian (tempat berkumpul dengan gembira, penuh semangat dan keceriaan, dst) yang mereka hasilkan, membuat saya berangan-angan, apa bisa ya metode perkumpulan itu diimplementasikan untuk sesuatu 'yang lebih serius'? Misalnya perkumpulan untuk mengkaji hidup, kepemimpinan, agama? Jadi bisa sersan, serius tapi santai .....

Bisa ga? Atau saya kebanyakan mengkhayal ya

3 comments:

Diah said...

Bukan utopia. Terlalu pesimis kalau saya katakan, "Kita tunggu saatnya R.A. Kosasih berjaya (lagi)". Anyway... ayo kita galakkan semangat komunitas buku kita!

Lili said...

itu foto danau-nya UI yaa, dgn bidikan pak Zuki berubah total kayak di eropah musim semi gituh..keren abiis.

Syafakllaah pak, alhamdulillaah kalau sudah sembuh

Tatz said...

wah, saya juga sabtu itu ketempat yang sama, tapi memang gak masuk ke talkshownya..hanya liat-liat aja sepulang dari kursus di gedung yg sama...hehehe..