Thursday, November 15, 2007

Tuntut atau Tuntun?

layers of rocky mountain


Dua kata yang mirip dari huruf-hurufnya (cuma beda 1 huruf diakhir) tapi berbeda arti. Telah 2 kali saya mendengar uraian tentang ini di ceramah pagi di radio. Tapi kali ini terasa sekali ceramah itu. Kenapa?

Sering kali kita menghadapi situasi ini. Terhadap bawahan kita, terhadap teman kerja kita, terhadap keluarga kita, adik, abang, anak, istri, suami. Kita menuntut mereka .... menuntut hak kita, menuntut tanggung jawab mereka. Sebaliknya mereka menuntut hak mereka, menuntut tanggung jawab kita ....

Yang terjadi adalah tuntut-menuntut. Ibarat jual beli beli, kedua belah bersikeras mengambil haknya, tanpa membayar. Ibarat berkebun, kita maunya memetik buahnya tanpa mau menanam. Kita meminta gaji padahal kita tidak bekerja.

Mungkin analogi di atas tidak sepenuhnya tepat. Saya sebenarnya ingin mengutarakan alangkah baiknya kita membiasakan menuntun dan tidak semata-mata menuntut. Misalnya kita menuntun bawahan kita agar mencapai target yang kita tuntut darinya. Kita semata-mata hanya memberitahu target yang harus dicapainya. Tapi lebih dari itu kita harus membantunya mencapai targetnya itu, entah dengan duduk bersama mengejarkan tugas itu, memberikan petunjuk/pelatihan, memberikan sumber daya yang diperlukan dan seterusnya.

Apakah artinya kita memanjakan bawahan itu? Pada akhirnya dia yang harus menyelesaikan tugasnya. Namun kita bersamanya, menuntunnya, berjalan bersamanya. Seperti kata pepatah, "a boss says, 'Go!' - a leader says, 'Let's go!'"

Hal yang sama tentunya berlaku pula bagi teman kerja kita, terhadap keluarga kita, adik, abang, anak, istri, suami dan seterusnya. Yang ada bukan aku atau engkau tapi KITA :)

2 comments:

NN said...

Postingan yang bagus pak , makasih atas pencerahannya.

tatari said...

bang zuki emang TOP !!!
TOP buangeeeeetttttt
terimakasih atas pencerahannya selama ini
*menunduk*