Monday, March 31, 2008

Kualitas Pemimpin Sejati (bagian 20)

in the middle


Tulisan ini berdasarkan buku karangan John C Maxwell, The 21 Indispensable Qualities of a Leader. Tiada maksud untuk menulis ulang buku ini (takut kena urusan copyright hehehe ...), tapi lebih berupa ringkasan berdasarkan pemahaman saya .. :-O

20. Sikap Mau Diajar: Untuk Terus Memimpin, Teruslah Belajar

Yang penting adalah apa yang anda pelajari setelah mengetahui semuanya - John Wooden, pelatih basket yang masuk Hall of Fame

Anda pasti tahu Charlie Chaplin kan? Maxwell mengulas tokoh ini dalam menceritakan kualitas pemimpin yang ini. Menurut Maxwell, meski Chaplin memiliki talenta besar dan dorongan yang luar biasa, kesuksesan ditunjang oleh sikap mau diajar. Ia terus berupaya untuk tumbuh, belajar, dan menyempurnakan aktingnya.

Di masa Chaplin sebetulnya ada tokoh lain, Ben Turpin. Namun karena Chaplin terus belajar, karirnya terus naik dari aktor, sutradara, dan akhirnya eksekutif film. Ia lalu melanjutkan dengan mendirikan studio dan membangun jaringan distribusi dengan nama United Artists, perusahaan yang masih ada sampai sekarang di kancah perfilman.

Jadi bagaimana menurut Maxwell untuk mengembangkan sikap untuk mau diajar?

1. Obatilah penyakit tujuan kita
Ada orang keliru yang percaya kalau jika mereka sudah mencapai sasaran tertentu, mereka tak perlu bertumbuh lagi. Padahal seperti kata Ray Kroc: "Selama anda tetap hijau, anda akan tetap bertumbuh. Begitu anda matang, anda akan mulai membusuk".

2. Atasilah sukses anda
Harus diakui, kesuksesan menghambat kita untuk mau diajar. Para pemimpin yang efektif tahu bahwa yang membantu mereka sampai ke suatu tempat takkan membantu mereka bertahan di tempat itu.

3. Jangan ambil jalan pintas
Kata Nancy Dornan, "Jarak terjauh di antara dua titik adalah jalan pintas". Ini adalah benar, demi apapun yang berharga dalam hidup ini, ada harga yang harus kita bayar.

4. Tukarkanlah harga diri kita
Sikap mau diajar akan menuntut kita untuk mengakui bahwa kita tidak mengetahui segalanya, dan itu bisa membuat harga diri kita terluka. Selain itu, jika kita belajar, kita harus juga terus-menerus membuat kekeliruan. Namun seperti kata seorang penulis dan pengrajin ahli, Elbert Hubbard, "Kekeliruan terbesar yang dapat dibuat seseorang dalam hidupnya adalah terus-menerus takut membuat kekeliruan".

5. Jangan pernah membayar kekeliruan yang sama 2 kali
Sebagai pemimpin yang mau diajar, kita akan membuat kekeliruan. Namun kita perlu ingat akan pelajaran apa yang kita dapat darinya. Jika tidak, kita akan membayarnya lebih dari sekali.

Kata Maxwell, ketika ia kecil, ia melihat tanda di sebuah toko di Ohio "Jika anda tidak suka panen yang anda tuai, periksalah benih yang anda tabur".

Panen seperti apakah yang kita tuai? Apakah hidup dan kepemimpinan kita tampaknya semakin baik setiap harinya, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun? Atau, apakah kita terus saja berjuang hanya untuk mempertahankan diri? Kapankah terakhir kalinya anda melakukan sesuatu untuk pertama kalinya?

1 comment:

Zololkis said...

SECURITY CENTER: See Please Here