Sunday, March 30, 2008

To Padang with Love ... :)



Ada teman milis yang menanyakan perjalanan ini. Supaya lebih bermanfaat, sekalian aja saya pasang di sini ya ... :). Alhamdulillah pas liburan hari kepepet kemaren, 20-23 Maret kami sekeluarga diberikan kesempatan, kesehatan, dan nikmat iman untuk maen ke Padang, Bukittinggi.

Jadwal perjalanan kami cukup padat, dan sang supir mobil yang kami sewa sangat semangat mengantar kami, jadi ya ... lumayan capek juga. Capek tapi seneng hehehe ....

Jadwal perjalanan:
Hari I: Padang - Lembah Anai - Sate Mak Syukur (ga terlalu enak buat saya)- Kerajinan Pandai Sikek - Puncak Lawang- Danau Maninjau - Bukittinggi
Hari II: Lembah Harau - Istana Pagaruyung (udah ga ada istananya) - Koto Gadang (kerajinan songket) - balik ke Bukittinggi
Hari III: Ngarai Sianok - Danau Singkarak - Pantai Air Manis - Pantai Padang - Padang
Hari IV: Belanja di Padang - balik ke Jakarta

Yang terasa pertama adalah jalan di sana itu bervariasi, tapi ada beberapa jalan yang relatif kecil dan berlubang-lubang. Akibatnya, meski berjarak 30 km misalnya, waktu tempuh bisa 1.5 jam, bolak balik sudah 3 jam. Seperti ke danau Maninjau, entah berapa jam kami habiskan untuk ke sana ... :-P

Yang agak mengecewakan adalah tempat parawisata di Padang hampir semuanya belum dikelola dengan baik. Kurang terawat, kurang dioptimalkan potensinya (seperti tempat makan, wisata perahu di pantai/danau, suvenir yang unik, dll itu nyaris ga ada), juga kurang bersih.

Seperti Danau Maninjau. Dilihat dari Puncak Lawang, Subhanalloh indah sekali. Namun setelah menempuh kelok 44, terus menelusuri pinggir danau sampai ke tempat pariwisatanya, kami agak kecewa. Kotor, tidak terawat, yang berjualan juga tidak serius, tidak ada wisata naik perahu, dan lain sebagainya.

Padahal, potensi alamnya luar biasa. Bahkan ketika sekedar menyusuri jalan dari satu tempat ke tempat yang lain, saya tidak ada habis-habisnya mengagumi indahnya alam. Mulai dari langit yang biru, sawah, topografi yang menakjubkan, pegunungan yang tiada habisnya, Bukit Barisan yang berlapis-lapis, birunya pegunungan ... belum bicara pantai yang indah, lengkap dengan sunsetnya ... :)

Ini belum bicara soal wisata kuliner ... . Setiap tempat kami berhenti, kami selalu mencoba makanan yang belum pernah kami coba. Yang pasti jadi harus olahraga ekstra untuk mengimbangi yang kami makan selama 4 hari itu ... :)

Bicara biaya makan, cukup murah. Kami berlima, alhamdulillah tidak pernah makan yang biayanya sampai 100 ribu rupiah. Padahal segala udah dimakan ... :-P Untuk mobil dan supir, biayanya 300 ribu/hari, mobil kijang, belum termasuk penginapan di Bukittinggi (rumah dia di Padang) 60 ribu/hari.

Cerita lebih detilnya lihat koleksi foto-foto di flickr aja ya .. :)

1 comment:

Diana said...

Ini teh lawannya film James Bond yah, To Russia with Love :)) Oya, ralat Pak, Koto Gadang bukan kerajinan songket tapi ngetop sama kerajinan peraknya (& harganya yg kagak nahaan, hehe...)