Friday, July 20, 2007

Umroh II - Masjid Madinah

Masjid Nabawi - Madinah (2nd shoot)


Puas mencicipi suasana shaf-shaf pertama, siang itu saya pindah ke daerah belakang mesjid. Masih seperti 10 tahun yang lalu, suasananya lebih rileks. Orang-orang berkumpul, belajar, ngobrol, atau bahkan kongko-kongko saja. Ada yang duduk bersila serius, ada yang duduk di dingklik yang bisa dilipat, ada yang selonjor, ada yang tiduran. Bahkan untuk beberapa orang, kelihatannya posisi setengah duduk (seperti lagi nongkrong di warung kopi), merupakan posisi paling enak untuk membaca Al Qur'an.

Sebagian duduk menghadap kiblat, tapi tidak kalah banyak juga yang duduknya ngalur-ngidul, persis seperti obrolan mereka (kalau ngak salah, soalnya saya nggak tahu apa yang mereka obrolkan dalam bahasa Arab hehehe).

Mesjid sendiri sangat nikmat. AC, luas, lapang, Al Qur'an dimana-mana, air zamzam menanti di setiap sudut. Enak sekali untuk belajar, ngaji, tafakur, bahkan sampai urusan meluruskan badan, merebahkan badan, untuk kemudian lenyap dalam tidur yang nyenyak :)

Saya jadi ingat ketika saya seharian duduk di salah satu perpustakaan di Jakarta. Suasana di sini jauh lebih nikmat. Cuma memang tidak ada yang saya lihat bawa laptop, lembar-lembar kertas, dan wajah yang berpikir keras. Ah kok mikirnya urusan dunia melulu ....

Hampir semua orang berpakaian putih, jubah panjang, bersih. Cuma sebaiknya memang ke tanah suci itu tidak pakai kopiah hitam, karena langsung dicirikan dari Indonesia. Sering didatangi orang yang mengatakan dirinya miskin dan perlu bantuan ....

Di antara semua ini yang paling nikmat adalah ketika dalam sholat wajib berjamaah kita semua sujud. Sujudnya lama, suasana tenang ... Subhanalloh, nikmat sekali ....

Setiap habis sholat wajib, selalu ada sholat jenazah. Jadi mengingatkan saya kalau ada sesuatu yang sangat dekat tetapi hampir selalu kita lupakan, yakni kematian ....

Sorenya ketika memasuki mesjid untuk sholat magrib, mata saya terpancang pada kain/plastik putih panjang setiap 2 shaf. Di atasnya ada air putih dan kurma. Oh ... Baru ingat, ini hari Kamis, banyak yang berpuasa sunnah. Sempat ngiler juga untuk ikut bergabung, cuma karena ngak puasa rasanya malu juga ....

*ba'da magrib, menjelang isya, Madinah, 12 Juli 2007*

2 comments:

Anonymous said...

Ahhhhh nikmatnya,,, terlalu dekat...terlalu dekat kita ini padaNYA, kenapa begitu susah menyambutNYA. Disinilah tempatnya, kerinduan itu datang dan DIA mengembangkan tanganNYA lebar-lebar, Subhanalloh.TJ

Melati said...

:)) Ngiler nih yeee