Sunday, September 25, 2005

Sajadah Panjang

Pagi tadi sekeluarga takziah, mengunjungi teman yang orang tuanya baru berpulang ke Rahmatullah. Saya selalu tercenung di tengah-tengah kesibukan seperti tadi pagi. Orang yang hilir-mudik mengucapkan rasa turut berduka cita, kesedihan yang menyelimuti suasana, kursi-kursi dan tenda untuk tamu-tamu yang datang, suasana hikmat yang mewarnai orang-orang yang mengaji, hingga kesibukan 'logistik' seperti untuk memandikan, keranda mayat, kain kafan.

Saat mensholati suasana semakin mengharukan, isak tangis terdengar di sana-sini. Hingga di saat memasukkan sang mayat ke dalam liang kubur diiringi ayat-ayat Al Qur'an, rasa kesedihan pun hinggap di seluruh hati yang hadir. Perlahan-lahan tanah dipacul untuk menutupi liang kubur, bunga ditabur, hatipun tersayat karena benar-benar sudah nyata kalau perpisahan benar-benar terjadi, kenyataan hidup baru yang harus diterima. Akhirnya kaki pun melangkah berangsur-angsur meninggalkan pemakaman, "Selamat tinggal .... semoga diterima amal ibadahNya" ...

Di saat-saat seperti ini hatipun tertegun dan mencari pegangan. Siapa, kemana, dimana ... yang tidak fana, yang Maha Adil, yang Maha Pengasih? Kemana hati ini bisa mencari perlindungan, keteduhan dari kesedihan ini?

Bagaimana dengan kami yang masih hidup di dunia fana ini, sanggupkah kami jika saatnya tiba untuk berada di sisi yang lain dari peristiwa ini? Sanggupkah kami - kita menghadap pengadilan hidup ini dan mempertanggungjawabkan semua yang telah kita lakukan semasa hidup kita? Apa bekal kita untuk berangkat? Apa bekal untuk orang-orang yang kita tinggalkan?

Setiap kali saya selalu tercenung ...

Sajadah Panjang
Bimbo

Ada sajadah panjang terbentang
Dari kaki buaian
Sampai ke tepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan sujud
Di atas sajadah yang panjang ini
Di selingi sekedar interupsi

Mencari rezeki mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara adzan
Kembali tersungkur hamba

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud dan lepas kening hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya
Mengingat Dikau sepenuhnya

1 comment:

Dini said...

*ihik* terngiang lirih suara bimbo... I miss my 4JJI...