Thursday, December 15, 2005

fastcompany

Beberapa hari yang lalu saya dipinjami majalah yang berjudul FastCompany (www. fastcompany.com). . Menurut teman saya majalah ini unik dan isinya macam-macam ....

Satu malam saya sempatkan menelusuri majalah ini. Majalahnya agak tipis, cover depan kertas agak tebal tapi kasar bukan yang licin (apa ya nama jenis kertas ini, kardus? :-P ) Buka halaman pertama, kesan pertama mengecewakan. Kenapa? Habis buka halaman pertama eh langsung ketemu iklan Microsoft hehehe ... :-P

Buka lagi beberapa halaman, terus terang nggak bisa nebak ini majalah apa. Iklannya macem2x meski porsi teknologi (mikocok, nortel, sprint dll) sekitar 60%. Tapi artikelnya kaya' nggak nyambung satu sama lain. Hmm .... Seperti intisari atau digest(?) kali ya melihat variasi isinya. Atau National Geographic penafsiran baru (penafsiran baru ... ada-ada saja)? Mungkin lebih untuk kaum urban atau new generation ....

Bolak-balik, variasi sekali isinya, disainnya eye caching ... Hmmm ada nggak ya majalah sejenis di Indonesia? Akhirnya ketemu brosurnya ... Design, innovation, leadership, strategy, marketing, technology, management, careers ... Boleh juga kombinasi serious and fun things ... 10 dollar setahun? Unbeatable price! (Langganan ngak?) Yang nggak ada mungkin sisi akhiratnya ... (Meringis dalam hati ... Mau ngarepin soal akhirat apa dari majalah US begini?)

Belum selesai bacanya tapi udah sempat melirik kolom inovasinya. Ada orang yang menciptakan semacam search engine kaya' Google tapi untuk saluran TV. Bedanya kalau google ngetik, ini pakai voice recognition. Hebat yak! Ada lagi yang menciptakan model peer-to-peer seperti Limewire dkk tapi ini untuk saluran televisi. Sehingga setiap orang bisa memproduksi dan menciptakan saluran televisi sendiri, tidak perlu tergantung pada para pemain saluran televisi seperti NBC, BBC, atau ABC (eh nggak ada ya ABC .. :-O ). Inovatif banget ....

Boleh lah ... menurut saya majalah ini layak dibaca. Atau minimal sering-sering mampir ke websitenya kali ya?

5 comments:

cindymon said...

Sehingga setiap orang bisa memproduksi dan menciptakan saluran televisi sendiri, tidak perlu tergantung pada para pemain saluran televisi seperti NBC, BBC, atau ABC
--> nyiptain saluran tv sendiri, dibintangi sendiri, diolah sendiri, ditonton sendiri, gak pake broadcast, huehehehe,,, bungkussss!!! :D

zuki said...

sebenarnya ini fenomena mirip dengan blog .. biarpun nulis aneh-aneh, tetap saja ada orang mampir. Lha kalau siaran TV kan pasti lebih menarik ... jadi pasti ada yang nonton selain diri sendiri ... :)

Anonymous said...

websitenya dimana?

Anonymous said...

baca websitenya aja akh..ngirit :P :D

zuki said...

mas tom, majalah ini belinya di luar ... bukan di sini. Ada teman rutin nitip ke Singapore. Paling enak sih kalau punya kantor di US. Langganan di sana, terus dikirim via internal pos :)