Friday, August 12, 2005

Do you want to buy antivirus and/or security product from Microsoft?

Hehehe ... topik ini muncul di ComputerWorld. Saya tidak tertarik membahas isinya, namun jauh lebih tertarik mendengar jawaban anda. Ya ... mau beli nggak kalau Microsoft 'jualan' produk antivirus dan security?

Mungkin sebagian dari anda akan menjawab tidak! (meski mungkin juga semua bilang, iya ...). Namun saya tidak akan heran kalau pada akhirnya - entah beli atau b*j*k - anda mungkin akan memakai produk Microsoft ini ...

Kenapa saya nggak heran dan kenapa topik ini musti diributkan?

:-P

Kajian 11 Agustus 2005

Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah, Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik. QS Al An'Aam 57.

Kualitas Pemimpin Sejati (bagian 8)

Tulisan ini berdasarkan buku karangan John C Maxwell, The 21 Indispensable Qualities of a Leader. Tiada maksud untuk menulis ulang buku ini (takut kena urusan copyright hehehe ...), tapi lebih berupa ringkasan berdasarkan pemahaman saya .. :-O

8. Fokus: Semakin Tajam Fokus Anda, Anda Semakin Tajam

Jika anda mengejar dua ekor kelinci, keduanya akan lolos - anonymous

Bagaimana agar kita bisa memiliki fokus seperti layaknya seorang pemimpin sejati? Maxwell menulis bahwa kuncinya adalah prioritas dan konsentrasi. Prioritas tanpa konsentrasi akibatnya ialah kita tahu apa yang harus dilakukan tapi tidak pernah melaksanakannya. Sebaliknya, konsentrasi tanpa prioritas akibatnya usaha-usaha kita tidak terfokus pada hal yang seharusnya menjadi perhatian utama kita.

So, bagaimana menurut Maxwell untuk membangun fokus kita?

- Fokuskan 70 persen fokus anda pada kekuatan
Agak tidak lazim memang ya, but menurut Maxwell, kita harus fokuskan sebagian besar usaha kita pada kekuatan, keahlian kita.

- Fokuskan 25 persen pada hal-hal baru
Pertumbuhan sama pentingnya dengan perubahan. Jika kita ingin menjadi lebih baik, menurut Maxwell, kita harus terus berubah dan pada saat yang sama memperbaiki diri dengan memasuki bidang-bidang baru. Jadi ingat buku lain, How to become CEO karangan Jeffry Fox. Salah satu nasihatnya ialah Add One Big New Thing to Your Life Each Year!
Maxwell menutup saran ini dengan kata-kata, dalam kepemimpinan, jika anda berhenti bertumbuh, habislah riwayat anda.

- Fokuskan 5 persen pada kelemahan
Salah satu cara mengatasi ini menurut Maxwell ialah dengan mendelegasikannya pada orang yang kita tahu memiliki kelebihan di bidang ini. Dengan demikian kita dapat memfokuskan pada hal-hal yang menjadi keahlian dan kemahiran kita.

So apa saran Maxwell untuk melangkah maju?
- Perbaiki diri kita
- Perbaiki prioritas kita
- Bekerjalah di bidang yang menjadi kekuatan kita
- Bekerjalah dengan orang lain

Wednesday, August 10, 2005

Book Tag: National Geographic

Karena banyaknya buku/majalah di meja (atau karena mejanya berantakan? hehehe) saya sampai lupa memasukkan majalah yang satu ini. Saya kira saya termasuk dari banyak penggemar majalah NG yang sangat senang ketika majalah ini muncul dalam edisi Bahasa Indonesia. Sekarang anak-anak di rumah juga bisa ikutan baca majalah yang sangat bagus ini. Bagus foto-fotonya (keren-keren banget!), isinya yang senantiasa mengajak kita mencintai alam, dan isinya padat (saya butuh 1 bulan-an untuk menyelesaikan membacanya). Belum bicara bonus-bonusnya maupun berbagai materi lain yang berlimpah di situsnya sendiri.

Berikut isi pengantar brosur majalah ini:
Nikmati keajaiban yang akan hadir setiap bulan!
Majalah NG Indonesia telah hadir sejak April 2005. Anda mempunyai kesempatan untuk bergabung menjadi anggota NG Society yang akan membawa Anda dan keluarga menjelajahi dunia serta alam semesta, untuk mengenal berbagai budaya dan peradaban manusia, melancong ke belahan dunia lain, menyaksikan langsung eksotisnya kehidupan alam liar, dan mengetahui penemuan baru di bidang pengetahuan setiap bulannya.

So, sudah langganan? Buruan, ntar keburu habis .... :-)

Kajian 10 Agustus 2005

Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al Qur'an. (Supaya jelas jalan orang-orang yang saleh) dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa. QS Al An'Aam 55.

Tuesday, August 09, 2005

Cerita angsa bertelur emas ...

Pernah dengar cerita ini? Berikut cerita yang saya kutip dari buku 7 Habitsnya Covey. Mudah-mudahan terjemahannya benar ... :-).

Alkisah, hiduplah seorang petani miskin yang memiliki seekor angsa. Pada suatu pagi ia menemukan sebutir telur keemasan teronggok di samping angsanya. Pertama ia mengira itu adalah khayalannya semata, namun setelah ia memegang dan mengecek telur itu, ternyata telur itu adalah telur emas!

Tentu saja sang petani tersebut merasa takjub, tak percaya namun girang. Namun ternyata ini adalah kenyataan. Setiap hari ia bangun dan menengok sangkar angsanya, dan setiap pagi pula ia menemukan sebutir telur emas.

Hari demi hari ia jalani dengan enaknya. Namun seiring dengan waktu, ia semakin serakah. Ia semakin tidak sabar dengan hanya munculnya 1 butir telur emas setiap hari. Akhirnya, karena ketamakannya, pada suatu hari ia membunuh angsa itu dengan harapan untuk mengambil seluruh telur yang ada di dalamnya. Namun apa yang terjadi? Tidak ada telur emas di dalam tubuh angsa itu. Dan sejak hari itu pun, tak ada lagi telur emas yang menghiasi hidupnya ....

So, bagaimana hubungan cerita ini dengan kehidupan kita? Dalam bukunya, Covey menjelaskan prinsip efektivitas yang merupakan fungsi dari 2 hal, hasil produksi (dalam cerita di atas tentunya telur emas) dan alat dan kapasitas memproduksi (angsa tentunya ... masa' si petani ... :-P). Agar efektivitas bisa optimal, diperlukan keseimbangan antara kedua hal ini, Production dan Production Capability, atau yang ia biasa sebut sebagai P/PC Balance.

Bagaimana sekarang 'memakai' prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari? Salah satu contohnya ialah mobil. Mobil adalah PC, karena bisa membawa kita ke tempat tujuan, dengan fungsi membawa sebagai P. Bagaimana agar kita bisa terus memperoleh P alias bisa menggunakan sang mobil untuk bekerja, jalan-jalan, dan sebagainya? Tentunya kita harus merawat PC, yaitu mobil itu. Harus rutin dipelihara, ganti oli, pemeliharaan rutin ke bengkel, interiornya dijaga kebersihannya, dan seterusnya. Apa yang terjadi jika mobil (PC) tidak kita pelihara? Cepat atau lambat mobil itu akan rusak, dan kita akan kehilangan P-nya ...

Bagaimana jika kita 'memakai' prinsip ini dalam kehidupan bekerja kita? Bayangkan kita punya alat besar (besaaaaaaar hehehe) untuk memproduksi barang. Setiap alat biasanya perlu waktu pemeliharaan, pengecekan dan penggantian komponen-komponen dll. Bagaimana jika waktu pemeliharaan ini kita abaikan dan alat ini kita 'paksa' untuk memproduksi barang sepanjang waktu tanpa 'istirahat'. Jelas dalam waktu tertentu kemampuan produksi perusahaan kita akan melesat bak roket ... luar biasa! Namun berapa lama? Tidak lama lagi mesin itu akan rusak, tingkat produksi akan jatuh ke angka 0 (baca nol) dan kita harus melakukan investasi kembali untuk membeli alat baru.

Covey menulis:
There are organization that talk a lot about the customer and then completely neglect the people that deal with the customer - the employees. The P/PC principle is to always treat your employees exactly as you want them to treat your best customers.

You can buy a person's hand, but you can't buy his heart. His heart is where his enthusiasm, his loyalty is. You can buy his back, but you can't buy his brain. That's where his creativity is, his ingenuity, his resourcefulness.

PC work is treating employees as volunteers just as you treat customers as volunteers, because that's what they are. They volunteer the best part - their hearts and minds.


Sebagai penutup soal ini, Covey kembali menekankan prinsip keseimbangan antara P dan PC. Terlalu banyak fokus pada P akan menyebabkan kerusakan yang permanen pada alat-alat, habisnya tabungan, atau rusaknya hubungan perusahaan dan pekerja. Namun terlalu banyak fokus pada PC juga tidak baik. Misalnya seseorang yang sibuk sekolah dan tidak pernah bekerja.

Intinya ialah kembali pada prinsip keseimbangan untuk mencapai hasil yang efektif. Dimana kita perlu meletakkan titik keseimbangan agar 'alat produksi' dalam kondisi optimal sehingga dapat menghasilkan 'produksi' yang optimal pula.

So, bagaimana dengan kita, apakah kita sudah meletakkan P dan PC pada posisi yang seimbang agar tercapai hasil yang optimal?

Monday, August 08, 2005

Akhir film Constantine

Semalam akhirnya sempat juga menyelesaikan film ini. Agak bingung sih, terutama soal Gabriel dan Lucifer ... but anyway, film berakhir dengan plot yang saya duga. Sang jagoan dengan kesendiriannya .... :-P

Kajian 8 Agustus 2005

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? QS Al An'Aam 32.

Sunday, August 07, 2005

Hero - Jagoan dalam pilem-pilem

Weekend kemarin saya sempat menyempatkan nonton film (DVD). Udah lama juga nggak nonton, mungkin ada sekitar 2-3 bulan. Kalaupun menyalakan TV biasanya cuma nonton 1-2 episode Seinfeld. Ini juga nggak kelar-kelar ... sampai 'diomeli' teman kantor hehehe ...

Anyway, setelah sempat malas membuka-buka koleksi film yang saya miliki, akhirnya saya putuskan nonton 'Constantine'. Buat yang nggak tahu film apa ini, ini kutipan dari imdb.com: Based on the DC/Vertigo comic book Hellblazer and written by Kevin Brodbin, Mark Bomback and Frank Capello, Constantine tells the story of irreverent supernatural detective John Constantine (Keanu Reeves), who has literally been to hell and back..

Kali saya nggak mau nge-review filmnya, karena memang belum kelar nontonnya hehehe ... saya tertarik dengan karakter hero - John dalam hal ini - di film ini. Seperti layaknya film-film yang lain, sang jagoan biasanya digambarkan sebagai sosok yang hebat namun sekaligus angkuh, egois, dingin, sombong, merasa mampu menyelesaikan semua masalah tanpa pertolongan orang lain dan seterusnya. Contoh lain misalnya karakter Rambo, Dirty Harry, John McClane (ayoo .. ini film apa) yang kurang lebih memiliki karakter yang sama ...

Menonton film 'Constantine' ini membuat pikiran saya 'melayang' ke tulisan saya Dimanakah derajat kedewasaan kita?. Kelihatannya para jagoan kita ini semuanya baru pada tahap independence ya ... merasa jago dan mampu, dan tidak merasa perlu bantuan orang lain.

Kembali ke soal karakter jagoan di film, biasanya memang pada akhirnya ketergantungan pada orang lain (partnernya, keluarganya, temannya sebagai contoh) dimunculkan. Namun biasanya tidak dibangun utuh dan hanya sebagai pelengkap cerita. Inti utama tetap pada kehebatan sang jagoan kita ini ....

Jadi ingat cerita Rambo. Pada salah satu akhir episodenya, sang jagoan menolak keinginan bekas atasannya, Colonel Trautman, untuk bergabung kembali. Digambarkan bagaimana sang Kolonel berdiri memandangi Rambo yang berjalan perlahan-lahan meninggalkan dirinya. Sang Kolonel kemudian bertanya, "Bagaimana kamu bisa hidup Rambo?"
Jawab sang jagon, "Day by day ..... "
Hebat betul yak ... persis banget sama karakter independence itu ... :-P

Mungkin satu dari sedikit film yang mampu mengolah pentingnya sifat interdependence ialah Spiderman. Saya sempat 'kecewa' sempat dengan sekuel pertamanya. Menurut saya terlalu sentimentil sementara aksi berantemnya sedikit sekali. Karena itu, saya tidak berminat menonton sekuel keduanya.

Namun di sekuel keduanya ini saya baru sadar dan menghargai ceritanya. Dalam sekuel kedua ini (kalau nggak salah ya, udah lama juga nontonnnya), Peter baru sadar kalau meski dia seorang jagoan, ia adalah seorang manusia biasa. Adalah wajar baginya untuk merasakan ketergantungannya pada orang lain, adalah wajar bahwa ia adalah seorang manusia biasa, sesuatu yang dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan. Jadilah ia seorang jagoan yang lengkap dengan 'kelemahannya' ... 'kelemahan' yang sebenarnya menguatkan ia dalam menghadapi tugasnya sebagai jagoan ...

Hmmm ... menarik juga ... now it is time to go back and finish what I've started, watching 'Constantine' .. :-)

Kajian 7 Agustus 2005

Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hambaNya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. QS Al An'Aam 18.

Laporan!

Duhai blog, maafkan aku yang telah melalaikanmu selama beberapa hari ini .... hehehehe.

Apa kabar semuanya? Minggu lalu benar-benar luar biasa. Capek betul .... sampai blog nggak keurus ... untung teman-teman masih rajin mengunjungi ... thanks berat ya ... :-). That's what friends are for ....

So ... sekarang saatnya konsolidasi ... menjawab komentar-komentar yang masuk ... mengunjungi blog anda-anda semua ... siap-siap lagi menulis (udah banyak ide nih di kepala ... cuma energinya yang nggak ada hehehe) ...

But ... mikir-mikir minggu depan bakal sama sibuknya ... :-P. Ah biarin, biarkan saja mengalir seperti air pegunungan yang mengalir dengan damai, bening, dan bersih di udara yang segar dan cerah ...

Salam hangat untuk anda semua!

*ditulis menjelang magrib di Minggu sore, setelah semua energi dan semangat kembali"

Wednesday, August 03, 2005

BBAA ... apaan nih?

Ini hasil mendengarkan kuliah subuh Aa Gym ...

Beliau mengajak kita untuk mengamalkan BBAA, 4 langkah yang sederhana ini dalam hidup.

B = belajar
Segala sesuatu kita mulai dari belajar. Belajar menangis, belajar berjalan, belajar makan. Belajar di sekolah, belajar memahami orang, belajar menghargai orang, belajar menerima perintah atasan, belajar memberikan perintah kepada bawahan, dan seterusnya dan seterusnya.

B = berlatih
Percuma belajar kalau tidak dilatih. Jadinya cuma teori doang. Belajar cara berenang tapi nggak pernah berlatih? Ya jelas bakal gelagapan kalau di-jorok-in ke air hehehe ...

A = amalkan
Sudah belajar dan berlatih? Berarti saatnya untuk mengamalkannya. Menggunakan hasil belajar dan berlatih itu memenuhi kebutuhan diri sendiri, kebutuhan orang lain. Gunakan ilmu yang sudah kita kuasai ini dengan mengamalkannya.

A = ajarkan
Sudah belajar, berlatih, dan mengamalkan? Berarti saatnya berbagi ilmu dan pengalaman itu kepada orang lain. Saatnya kita menjadi bagian dari orang lain dalam melalui siklus BBAA yang dimulai dengan B=Belajar ini ...

Terus? Setelah BBAA, saatnya melangkah ke pelajaran berikutnya. Kita mulai lagi dengan B=Belajar ... :-)

Siklus hidup ini, 'teratur' namun menyimpan berbagai kejutan dan keindahan bagi orang-orang yang mau menerima dan menikmati proses ini ... :-)

Tetap semangat! Tetap belajar, berlatih, beramal, dan mengajar!

Kajian 3 Agustus 2005

Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku." QS Al An'Aam 15.

Tuesday, August 02, 2005

Musical Baton

Bener nggak sih tulisan ini masuk kategori Musical Baton? Ah tau ah pusing, bingung ... udah nulis aja ... :-P

Musik apa yang saya sukai? Wah ini susah, soalnya hampir suka semua. Mulai dari pop, jazz, klasik, dangdut, rock, Indonesia, Barat. Yang belum 'kena' itu lagu keroncong .. :-). Saat ini koleksi musik saya cukup banyak, mulai dari bentuk CD, mp3 (ini banyak banget) dan DVD. Kaset-kaset udah entah kemana .. :-P. Karena lagi denger musik pakai sistem audio yang bener, akhir-akhir ini saya pelan-pelan mengkoleksi CD asli. Maklum, di sistem audio ini beda bajakan dan asli jauuuh banget.

CD favorit saya saat ini:
1. The Best of Cai Qin - Penyanyi Cina, lagunya lagu Cina, tapi kualitas CD dan suaranya muaantaaap. Kalo kata teman yang pernah ke rumah, meski cuma pake 2 speaker, suaranya surrrooond ... hehehe
2. Diana Krall - When I look in your eyes - lagu-lagunya agak ngepop dibandingkan album seperti The Girl in The Other Room
3. Rod Stewart - The Great American Songbook III
4. Janet Seidel - Comme ci ... comme ca, suara ciamik, musik enak, rekaman kualitas nomor 1, lagu-lagunya jenaka .. :-)
5. Voices of Concord Jazz - live at Montreux, ada 2 CD, rekaman live, enak-enak, dan kualitasnya juga nomor 1
6. Best of Wiener Philharmoniker - 2 CD, ini kalau mau merasakan 'megahnya' suasana orkestra .. :-D

DVD musik yang baru saya beli tapi belum dengar adalah dari Chie Ayado, penyanyi dan pianis jazz dari Jepang. Meski dari Jepang, tapi suaranya seperti negro ... ntar deh kalau udah denger akan saya ulas .. :-)

Bagaimana dengan film? Sekarang masih sibuk menyelesaikan Seinfeld ... ini seri lucu habis ... ntar ah bikin tulisan khusus mengulas ini ... :-P

Monday, August 01, 2005

Ratih Sanggarwati; Sahabat Terbaik

Saya tergelitik membaca artikel ini di koran Republika, 31 Juli 2005 ini. Sungguh bisa jadi pencerahan dalam kita memandang hidup kita ...

Lurah New York
Julukan itulah yang melekat pada seorang Ratih Sanggarwati lantaran kerap bolak balik Jakarta - New York. Siapa sangka kemewahan itulah yang dilakoni Ratih setelah dunia model membuka lebar-lebar pintunya. Dunia yang berawal dari ajang pemilihan putri-putrian. Dunia yang akhirnya membawa seorang anak dari sebuah desa di Ngawi, Jawa Timur, merambah berbagai belahan dunia.

Semua bermula ketika ia masuk SMU di Madiun. Iseng-iseng, Ratih mengikuti Lomba Pemilihan Putri Indonesia yang diselenggarakan oleh majalah Gadis, satu-satunya majalah remaja masa itu.

Sebenarnya, lomba-lomba seperti itu tidak baru baginya. Ratih mengaku sering juga ikut fashion show atau lomba sanggul di kampungnya, tapi predikat juara tak pernah diraihnya.
Ternyata, Gadis membuat perjalanan nasibnya berubah. Ratih menjadi salah seorang dari 20 finalis ajang itu. Bahkan, "Ketika itu aku terpilih sebagai Puteri Photogenic Lux 1980," kenangnya.
Akhirnya, "Prestasi ini membawaku terbang ke Jakarta," katanya.
Pada 1986, Ratih mematri karirnya di dunia model. Langkahnya makin mantap.
Namanya makin kondang.

Berbalik 180 derajat
Lebih 10 tahun Ratih menikmati kemilau dunia mode. Hingga akhirnya ia akhirnya memilih banting kemudi. Penampilannya berubah sama sekali. Sebuah perubahan yang berawal dari majelis taklim.

Pada 2000, Ratih memutuskan mulai membalut tubuhnya dengan busana muslimah. Setelah mengikuti majelis taklim agak lama, ia kemudian sadar, "Saya memang harus punya pertemuan dengan Allah. Pertemuan yang Akbar adalah kematian. Pertemuan-pertemuan kecil ketika kita beramal, amalan ibadah, shalat. dalam berpuasa pun kita sedang ingin menemui Allah. Karena ketika berpuasa, kita merasa orang yang lapar. Dan biasanya orang yang lapar adalah kekasih Allah."
Perubahan berbusana dalam keseharian diakuinya sebagai keputusan yang berat. Ada pergulatan batin di situ. "Apakah saya harus terus pada dunia saya, dunia glamor, dunia yang hanya melihat fisik orang, dunia yang hanya tahu merek-merek saja. Meninggalkan itu tidak mudah. Itu juga ada pergulatan."
Tapi, setelah pergulatan itu berhasil ia lalui, banyak kalangan menyebutnya telah memenangi perjuangan. Termasuk juga untuk urusan rezeki. "Saya pernah baca puisi 6 menit, honornya 3 kali lipat dari honor sebagai model. Itu tanpa diminta. Ini rezeki dari Allah."

"Gue nggak suka lu"
Keinginan kuat untuk berbagi berujung pada peluncuran buku yang tak jauh dari dunianya sebagai model. Namun, keinginan itu beriringan pula dengan cibiran.

Ibu dari 3 anak ini telah meluncurkan sejumlah buku, di antaranya, "Kiat Jadi Model Profesional' dan 'Kerudung Cantik'. Terakhir ia menerbitkan 'Kerudungmu Tak Sekedar Cantik'.
Sayangnya, "Gue nggak suka lu kayak gitu. Lu nggak usah gitu-gitu amat deh", kata sarjana ekonomi lulusan Univ Jayabaya ini menirukan ucapakan banyak rekannya, terutama yang lebih senior.

"Tolong jauhkan ..."
"Saya berfikir, kalaupun tantangan berat saya tidak punya teman, saya masih punya teman sejati, Allah SWT."

Setelah merenung, melewati beberapa pengalaman, Ratih merasa punya sahabatpun tidak menjamin bakal terlepas dari persoalan. "Ketika kita punya persoalan, sahabat kita tidak sepenuhnya membantu. Dalam artian, dia mendengarkan, tapi belum tentu memberikan solusi yang baik. Kemudian sangat saya sadari bahwa sahabat yang terbaik itu Allah."
Ia pun berdoa, "Ya Allah, tolong jauhkan orang-orang yang menjauhkanku dariMu."
Maka ketika itu benar-benar terjadi, "Saya pikir ini ada campur tangan Allah di dalamnya. Bahwa saya tidak didekatkan lagi dengan orang-orang yang membuat iman saya tiba-tiba turun, tidak lagi didekatkan dengan orang-orang yang membuat saya menjadi tidak percaya diri dengan kepercayaan kepada Allah."

Dari buku-bukunya, Ratih juga tidak banyak berharap, "Barangkali kalau ada setitik kebenaran di dalamnya karena Allah, semoga bisa dibuat cermin. Kalau ada kejelekan-kejelekan dalam hidup saya, mudah-mudahan tidak terjadi pada orang yang membacanya."

"Itu saja."

Kajian 1 Agustus 2005

Dan kepunyaan Allah lah segala yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. QS Al An'Aam 13.