Tuesday, October 10, 2006

Where There is no Struggle, There is no Strength

Mercu suar San Fransisco


Where there is no struggle, there is no strength, demikian kata-kata mutiara dari Oprah Winfrey. Saya jadi tertarik karena teringat kata-kata teman kantor. Ketika itu saya berbagi ilmu dengan mengirimkan artikel yang berjudul "Jika anda punya masalah, berbahagialah!".

Kata teman saya, "Kalau saya sih, lebih bahagia lagi kalau tidak punya masalah ..." Saya tersenyum mendengar komentar beliau. Tidak saya jawab, karena tiap orang punya pendapat dan saat itu energi saya baru terbatas pada berbagi ilmu, belum pada usaha untuk meyakinkan orang kalau yang saya bagi itu benar. Emangnya bener, saya juga nggak tahu ... :)

Cuma kata-kata Oprah di atas mengingatkan saya kembali. Betul juga rasanya ... Misalkan hidup kita begitu-begitu saja, rutin, tidak ada kejutan, tidak ada kesulitan. Mungkin kita bahagia, mungkin juga kita merasa bosan karenanya. Namun yang pasti, kekuatan, daya tahan, kegigihan kita tidak akan teruji. Semakin lama kita semakin lembek. Otak kita tidak dipaksa bekerja keras, otot-otot hanya menjalani kegiatan rutin, paru-paru dan jantung bekerja sekadarnya. Akibatnya ketika kejutan datang, otak jadi lumpuh, otot-otot mengerang tak berdaya, dan bisa-bisa paru-paru serta jantung berhenti bekerja ...

Dalam salah satu buku yang saya baca (lupa judulnya, sempat nyari-nyari di rak buku waktu nulis ini tapi nggak ketemu :) ) di situ dijelaskan bahwa salah satu tahap menjadi seorang pemimpin adalah harus meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang 'keras'. Misalnya berolahraga. Buku itu menekankan pentingnya 'keras', harus melakukannya sendiri, pada waktu yang tidak nyaman (pagi hari ketika orang masih tidur atau ketika makan siang ketika orang sibuk mengisi perutnya), memacu diri, dan melakukannya secara rutin.

Kalau kita perhatikan juga, para eksekutif itu rata-rata selalu memacu dirinya untuk tidak terlena dengan irama hidup ini. Entah dengan berolahraga seperti di atas, disiplin keras urusan makan, selalu meluangkan waktu untuk membaca, dan banyak hal lagi. Mereka senantiasa menempa dirinya, sehingga ketika badai itu datang, mereka kokoh seperti batu karang yang dihempas ombak lautan (ceile ... kok jadi puitis begini?).

Jadi ... where there is no struggle, there is no strength ... selamat berjuang ... :)

5 comments:

T A T A R I said...

bener banget pak...where there's no struggle, there's no strength
oprah banget getu loh..
met berjuang juga ya pak, semoga setegar batu karang
*alah*

cindymon said...

'work hard, play hard' buat melatih strength.. ^_^!

zindy said...

apa no struggle => no strength => no happiness? no variation => no excitement... hehe beda ya? :-p

Alya's Mom said...

wow! hobby fotografinya dah lama, Bang? bagus, euy! :D

Mengutip iklan rinso, "nggak ada noda ya nggak belajar..." gt juga dg struggle..."Where There is no Struggle, There is no Strength" ;)

Demi sejarah, Bang, aku pun komen :D. Selamat bpuasa, salam buat keluarga, 2 minggu lagi aku pulkam, nengok Ompungnya Alya ;)

Dini said...

hehe... kena... iya bener...

(cuma mau ngomong gitu doang and welcome back dari jalan2nya)

:)