Wednesday, November 01, 2006

Big Bang Internet (bagian 2 - selesai)

Rombongan polisi bersepeda di bawah Eiffel


Sekarang kamera/video makin murah saja. Orang bisa bikin rekaman dengan video. Mau pakai kamera/video, pakai PDA, pakai handphone. Lalu upload ke internet. Kalau bagus bakal banyak yang nonton. Selanjutnya bisa terkenal, jadi bintang film, atau diminta jadi produser, atau bikin cerita untuk film. Atau untuk iklan ...

Sudah pernah ke YouTube - Broadcast Yourself? Saya juga baru tahu. Di situ orang bisa upload hasil karyanya (video). Ada tag-nya, bisa dapat rating dan seterusnya. Artinya bisa terkenal, bisa dicari di internet, dan seterusnya-seterusnya seperti paragraf pertama di atas.

Pernah dengar film Four Eyed Monsters? Coba deh do-the-google. Ini bermula dari 2 anak muda, Buice dan Crumley, kisah 2 remaja yang mencoba memfilmkan hubungan mereka. Hasil kenalan lewat internet dating service mereka memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka lewat cara yang berbeda, seperti melalui email, video, catatan-catatan. Salah satu cara mereka memperkenalkan hasil karyanya adalah melalui Podcasts - iTunes. Dalam waktu singkat video mereka ini telah didownload lebih dari 65,000 kali! Entah lewat iTunes, YouTube, Google Video, dan seterusnya dan seterusnya. Mereka ditawari oleh produser film jutaan dollar untuk hak film mereka, dan pada saat saya baca, mereka menolaknya.

Kalau kita lihat perkembangan dunia telepon sekarang makin tak 'keruan'. Dari yang lewat kabel sampai lewat udara. Perkembangan ini semakin memperpanjang jangkauan internet. Dimana saja, kapan saja, pakai apa saja (kulkas dengan fasilitas internet?), melihat video, mendengar musik, berhubungan dengan orang, berjualan, membeli, berkenalan, jatuh cinta, putus cinta, mencari pekerjaan, melakukan pekerjaan, membuat laporan .... kalo orang bule bilang you name it ... .

Dulu (dan sekarang) kita masih dengar istilah grid-computing. Di perkantoran ini sudah banyak yang melakukannya. Pernah dengar istilah DDoS? Salah satu cara melakukan Denial of Service Attack terhadap suatu situs ialah dengan memanfaatkan ratusan-ribuan-ratusan ribu komputer yang terhubung dengan internet. Dengan 'menanamkan' agen di komputer-komputer ini, sang penyerang bisa memanfaatkan seluruh kekuatan komputasi yang ada untuk menyerang sasarannya.

Sekarang bagaimana kalau komputer-komputer itu digantikan dengan otak manusia? Teman saya cerita, kalau dia baru menonton video seorang jenius (lupa namanya oi ...) yang berhasil mengembangkan search engine untuk mencari gambar (image). Bagaimana ia melakukannya? Ia merekam bagaimana otak-otak manusia menganalogikan suatu kata atau ungkapan dengan gambar dan sebaliknya. Wah, berapa banyak orang yang harus dia kerahkan untuk mendapatkan data yang mencukupi?

Alih-alih merekrut orang, dia membuat game online. Game yang membuat orang kecanduan. Dari perilaku orang-orang yang bermain di game inilah dia mendapatkan data-data yang dia perlukan. Orang-orang senang, dia dapatkan bahan-bahan yang ia perlukan.

Kata teman saya, sekarang dia menjual hasil pekerjaannya ini ke Google dan berbagai mesin search engine lainnya.

Dari 10 orang, berapa orang yang memakai gmail untuk emailnya? 5? Lebih dari 5? Kalau kita perhatikan sewaktu mendaftar, Google secara jelas bilang kalau dia akan menggunakan data-data yang ada di email saya sebagai bahan dia untuk menganalisis perilaku manusia untuk berbagai keperluannya, baik untuk pengembangan jasa baru, untuk keperluan marketing dan banyak lagi. Dan kita secara sukarela berpartisipasi dalam memenuhi pekerjaan si Google.

Mungkin ke depan search engine akan semakin merajalela. Ke depan ia bisa digunakan untuk untuk mencari orang, mencari rumah yang mau dijual, kucing yang hilang, teman SMA, buku yang terselip di rumah, memesan bakso dari warung di seberang jalan, membayar iuran RT, semua dari 1 tampilan. Atau seperti universal remote control, kita bisa melakukan ini semua dari komputer, dari TV, dari kulkas, dari lemari buku ....

Bagaimana dengan koran yang multimedia? Tetap bisa dilipat seperti koran biasa, dibaca sambil tidur. Tapi bisa secara langsung mendapatkan berita terbaru, menonton TV dan video, mencari berita cuaca terbaru, mengisi teka-teki silang bersama-sama dengan orang serumah, dan seterusnya dan seterusnya.

Sudah pernah ke wikipedia? Beberapa tahun yang lalu tidak terbayangkan ada perpustakaan selengkap ini, gratis, dan dibuat sama-sama! Kalau Podcasts pernah mampir nggak?

Kalau sudah begini, dipikir-pikir bodoh juga saya ... ketinggalan semua ini, sibuk dengan keruwetan di kantor. Sementara di dunia luar (maksudnya internet), dunia yang dulu saya geluti telah terjadi revolusi. Revolusi yang merubah cara berfikir, merubah sistem yang ada, mendobrak konsep-konsep yang selama ini berlaku, revolusi yang membuka keran kreativitas ke tingkat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Terbelenggu oleh kesibukan, lupa sudah akan udara kebebasan, udara kreativitas, tanpa belenggu berbagai konsep, prosedur, proses ... . Kebebasan, freedom, free as a bird ...

1 comment:

-Fitri Mohan- said...

Sama mas Zuki. Sampe sekarang saya makin terkaget-kaget aja dengan perkembangan internet. Ngrasanya ketinggalan meluluuu.