Friday, January 12, 2007

Seri Kehidupan Suami/Istri - Istri (2)

Autumn ...


Dikutip dari buku Bimbingan Islam untuk Kehidupan Suami – Istri oleh Ibrahim Amini – Al Bayan. Semoga ada manfaatnya ...

Seri Kehidupan Suami Istri
Menjaga Kehomatan Suami

Keinginan untuk dihormati adalah sesuatu yang wajar tetapi tidak setiap orang siap memberikannya. Suami anda berhubungan dengan banyak orang selama seharian tidak di rumah. Mungkin beberapa di antara orang-orang itu ada yang tidak berlaku sopan dan menyinggung perasaan hingga membuatnya kecewa. Sebagai istrinya, anda diharapkan untuk menunjukkan rasa hormat dan dorongan di rumah hingga ia merasa harga dirinya cukup tinggi.

Menghormati dan menghargai suami tidak akan membuat anda rendah, tetapi ini akan memberikan tenaga dan dorongan untuk berjuang demi mencapai kehidupan yang lebih baik. Anda harus selalu menyambutnya, dan dengan sambutan anda itu ia akan mendapatkan perasaan terhormat. Jangan memotongnya bila ia sedang berbicara. Bila berbicara kepadanya, berlakulah sopan dan penuh hormat dan jangan berteriak kepadanya. Biarkanlah ia masuk terlebih dahulu bila anda berdua menghadiri pesta perkawinan, misalnya. Beritahukanlah kepada anak-anak agar menghormatinya dan marahilah mereka bila berlaku tidak sopan kepadanya. Hormatilah ia di hadapan para tamu dan perhatikanlah kebutuhan-kebutuhannya seperti tamu-tamu itu.

Bila ia mengetuk pintu, anda harus berusaha untuk membukakannya dengan tersenyum dan air muka yang gembira. Hal yang kecil ini mempunyai pengaruh besar dalam menyegarkan kembali pikiran suami yang lain. Mungkin beberapa wanita akan berpikir dengan membayangkannya sebagai orang asing. Ini bukanlah sikap yang benar karena laki-laki itu telah berjuang sehari penuh demi kesejahteraan keluarganya dan ia butuh penghormatan dan sambutan ketika tiba di rumah. Sambutan pertama itu memberikan pengaruh besar dan apa yang baik untuk tamu baik pula untuk anggota keluarga.

Rasulullah SAW bersabda: "Tugas seorang wanita adalah membukakan pintu dan menyambut suaminya."

Imam Shadiq a.s. mengatakan: "Seorang wanita yang menghormati suaminya dan tidak merepotkannya akan beruntung dan menjadi makmur."

Rasulullah SAW juga bersabda: "Seorang istri bertugas untuk menyediakan sebuah baskom dan handuk untuk membasuh tangan suaminya."

Berhati-hatilah agar tidak menghinanya, jangan berkata kasar kepadanya, jangan menyalahinya, jangan mengabaikannya, dan jangan memanggilnya dengan julukan yang tidak baik. Bila anda menyerangnya, ia pun lalu akan menyakiti anda. Akhirnya rasa cinta dan percaya akan rapuh. Kemudian anda akan terus menerus berkelahi dan berbantah-bantahan yang akan menjurus kepada perceraian. Bahkan bila anda meneruskan untuk hidup bersamanya, kehidupan anda berdua akan penuh berisi kekacauan. Perasaan bermusuhan dan gangguan kejiwaan dapat berkembang terus hingga ke suatu titik yang dapat membahayakan kehidupan pasangan tersebut yang dapat menjurus kepada perbuatan jahat (kriminal).

Cerita berikut ini akan menggambarkan beberapa di antara permasalahan tersebut di atas:

Seorang laki-laki, berusia 22 tahun, menusuk istrinya yang berumur 19 tahun hingga menemui ajalnya setelah sang istri menyalahkannya.

Di pengadilan ia bercerita: "Saya menikah dengan wanita ini setahun yang lalu. Pada awalnya, istri saya sangat mencintai saya, tetapi tak lama kemudian dia berubah dan mulai menghina saya. Dia selalu menggunakan kata-kata kotor kepada saya setiap ada kesempatan dan selalu menertawakan karena hal-hal sepele. Karena mata saya juling, istri saya pun selalu memanggil saya dengan sebutan 'keledai buta'. Pada suatu hari, ia memanggil saya dengan sebutan 'keledai buta', dan saya menjadi sangat marah sehingga saya menusuknya sebanyak 15 kali dengan pisau.

1 comment:

Anonymous said...

Berbahagialah orang yang mempunyai istri yang solehah