Sunday, July 16, 2006

Catatan Wisata Kuala Lumpur (bagian 1)



AirAsia ... atau 'Adam' Air?

Alhamdulillah diberikan rezeki dan waktu untuk bisa bersama keluarga melancong ke negeri tetangga. Berikut adalah seri pertama catatan pelancongan (bener nggak sih?) ini ... :)

===
Untuk menghemat biaya, kami memutuskan untuk memesan paket pesawat + hotel dengan AirAsia. Untuk pemesanan jauh hari sebelum tanggal keberangkatan, penerbangan ini memberikan harga yang cukup menarik. Tidak terbayang sebelumnya dengan harga yang ditawarkan bisa melancong ala overseas dan menginap di hotel yang cukup bagus di pusat kota ... :). Yang juga tidak terbayangkan adalah hal-hal yang menarik seputar AirAsia ini hehehe ....

Setiba di airport Soekarno Hatta seperti biasa kami pun masuk untuk check-in dan sebagainya. Tadinya sempat bingung juga, ini di terminal 1 atau 2? Ternyata mengikuti pola yang lain, kalau domestik ya terminal 1, kalau internasional terminal 2. Pas mau daptar suasana masih sepi. Ada sekitar 4-5 meja check-in.
Saya perhatikan, "Lho kok laki-laki semua ya?" Penasaran, sambil ngurus saya tanya.
Mas-masnya tersenyum (agak pasrah) sambil menjawab, "Iya pak, ini harusnya bukan AirAsia, tapi AdamAir ...". Hehehe .. rupanya di Jakarta petugasnya kebanyakan pria semua.

Check-in, fiskal, imigrasi beres, kami pun melangkahkan kaki menuju gerbang keberangkatan. Tunggu punya tunggu sampai jam keberangkatan, eh pesawatnya pun belum terlihat .... "Ya sabar aja," Guman saya dalam hati.

Setelah 1 jam lebih terlambat, akhirnya yang ditunggu muncul. Dan yang lantas membuat saya kaget adalah orang langsung antri, berdiri di depan pintu menuju pesawat!! Memang sih keluarga dengan anak-anak kecil didahulukan, tetapi karena ini pas liburan, ya keluarga model begini banyak banget. Setelah sempat gagap, akhirnya saya pun ikut berdiri dan berdesak-desakan. Dalam hati berguman lagi, "Perasaan baru sekali in naik pesawat belum apa-apa udah ngantri begini ..."

Kami akhirnya berangkat setelah 1.5 jam terlambat. Karena tidak ada nomor di boarding-pass ya jadinya adu gesit mendapatkan kursi pesawat. Yang mungkin bikin penerbangan ini jadi berbeda ialah orang-orang lain bawa tas segala macam ke atas pesawat. Ada yang sampai bawa 3 tas. Ada pula yang memakai sandal jepit.

Pada penerbangan biasa, biasanya suasananya tertib dan nyaman. Tidak ada yang berbicara keras, membuat kegaduhan, sibuk mondar-mandir, bolak-balik memanggil pramugari dan lain-lain. Naaah ... di AirAsia ini semua ada hehehe. Serasa naik bis dah! Saya yang biasanya bisa duduk nyaman dan tenang, kali ini lagi-lagi musti menyesuaikan diri ...

Yang menarik juga, saya perhatikan para pramugari rata-rata berambut panjang dan membiarkannya terurai dan tidak disanggul(?) ke atas. Rasanya pada penerbangan lain hal ini tidak terjadi. Dan menurut saya ini bisa berbahaya dari segi keselamatan. Rambut itu bisa nyangkut pada saat-saat ketika ia harus bergerak dengan cepat. Tapi entahlah ...

Makanan tidak diberikan, tapi dijual di dalam pesawat. Harga dalam ringgit. Harganya cukup murah, hanya beda 2-3 ringgit dari harga makanan yang sama di pusat-pusat pertokoan di Kuala Lumpur. Boleh tidak bawa makanan sendiri? Jawabannya tidak konsisten, pada perjalanan JKT-KL ini tidak boleh, tapi dalam perjalanan kembali hal ini diperbolehkan.

Kami tidak mendarat di KLIA, tapi di LCCT (Low Cost Carrier Terminal). Tadinya saya pikir cuma soal beda tempat. Ternyata banyak yang beda ... :-P

Ketika mendarat, kami turun ke landasan (tidak memakai belalai) dan jalan kira-kira 5-7 menit (di bawah terik matahari) untuk masuk ke terminal kedatangan. Mengurus bagasi dan imigrasi mudah. Hanya saja selepas ini saya kaget, karena di terminal kedatangan ini hanya ada 2-3 kios untuk taksi. Tidak ada money changer, tempat makan dan lain-lain. Jangan bicara fasilitas audio-video, kios-kios belanja yang menarik seperti di Airport Changi ... :(

Karena nggak punya uang ringgit, akhirnya saya harus jalan kaki lagi ke terminal keberangkatan. Memang sih cuma 5 menit, tapi urusan bolak-balik ini bikin hati resah gelisah hehehe ....

Akhirnya semua beres dan butuh hampir 2 jam untuk sampai hotel ... selain lokasi LCCT yang jauh, sore hari di KL rupanya sama dengan di Jakarta, macet cet cet cet .... :)

Pelajaran/tips yang bisa dipetik? Bayangkan naik AirAsia itu seperti naik bis AC. Dapat tiket, bagasi terangkut, keselamatan dijaga, tapi itulah semuanya (that's it, and that's all). Tidak ada fasilitas lain seperti ketepatan waktu, nomor tempat duduk (di bis AC aja ini ada ya ...), fasilitas bandara, kenyamanan proses naik dan selama di pesawat.

So, dalam perjalanan pulang saya sudah menyiapkan diri untuk naik bis ... bukan naik pesawat ... :-P

===
Mau murah? Naik AirAsia tapi harus siap dengan hal-hal di atas. Tidak mau? Ya silahkan pilih penerbangan yang lain ... :)

9 comments:

sachroel said...

wah asik juga tuh jalan2 murah meriah.

Dini said...

Hehehe... informatif banget pak laporannya... laporan diterima! :P

Enjoy your holiday then...

ranids said...

hehehe...murah meriah dan seruuu... eh mosok pramugarinya gak disanggul gitu? wah bener tuh bisa nyangkut kalo ada keadaan darurat...

piye kabarnya pak? moga2 sehat slalu :)

Diah Utami said...

Pantesan selama beberapa waktu blog-nya sepi, bang. Rupanya nggak bisa akses internet ya? Setelah kembali dari liburan, tentu blog-nya 'rame' lagi ya?

Tatz said...

wah akhirnya ada yang ngebuktiin gimana rasanya naek airasia, slama ini cuma dapet slentingan aja....thanx infonya bang zuki.

alaya said...

tahun lalu air asia masih mendarat di KLIA, sama spt pesawat2 lainnya. sekarang udah turun kasta kayaknya ;)

APin said...

salam,

new visitor nih pak, inspiring post....
catatan WIsata KL bagian 2 nya manna nih....

Welcome To Nifitotya's WorldZ said...

jadi dari LCCT ke pusat kota-nya naek taxi ya Pak, berapa biayanya?
lebih ok naek taxi ato bus pak ?
Tx

zuki said...

To Welcome To Nifitotya's WorldZ:

Terjangkau kok biayanya kemana-mana naik taksi ... apalagi kami berempat ... jelas lebih hemat naik taksi ... :)