Thursday, August 18, 2005

Kualitas Pemimpin Sejati (bagian 9)

Tulisan ini berdasarkan buku karangan John C Maxwell, The 21 Indispensable Qualities of a Leader. Tiada maksud untuk menulis ulang buku ini (takut kena urusan copyright hehehe ...), tapi lebih berupa ringkasan berdasarkan pemahaman saya .. :-O

9. Kemurahan Hati: Lilin Anda Takkan Rugi Jika Menerangi Orang Lain

Tak seorangpun pernah diberikan kehormatan atas apa yang diterimanya. Kehormatan diberikan sebagai imbalan atas apa yang diberikannya - Calvin Coolidge, Presiden Amerika

Kemurahan hati berasal dari lubuk hati yang paling dalam dan terpancar dalam seluruh aspek kehidupan seorang pemimpin, mulai dari waktu, perhatian, hingga harta bendanya. Para pemimpin yang efektif, yang menjadi panutan, tidaklah mengumpulkan barang-barang bagi diri mereka sendiri; mereka melakukannya untuk membaginya kepada yang lain.

Bagaimana caranya?

1. Bersyukurlah atas apapun yang anda miliki
Sulit untuk menjadi murah hati jika kita tidak puas dengan apa yang kita miliki. Kemurahan hati bersumber dari rasa kecukupan diri. Jika anda tidak merasa cukup dengan jumlah sedikit, anda tidak akan merasa cukup dengan jumlah yang besar.

2. Dahulukan orang lain
Ukuran seorang pemimpin bukanlah dari berapa orang yang melayaninya, namun justru dari berapa banyak orang yang ia layani.

3. Jangan biarkan diri anda dikuasai oleh hasrat memiliki
Penulis Richard Foster menulis, "Hasrat memiliki telah menjadi obsesi dalam kebudayaan kita. Jika kita memilikinya, kita merasa dapat mengendalikannya; dan jika kita mengendalikannya, kita merasa akan mendapatkan kesenangan darinya. Ini sesungguhnya hanya ilusi."

4. Anggaplah uang itu sebagai sumber daya dan bukan tujuan utama
E Stanley Jones berkata, "Uang adalah hamba yang mengagumkan namun majikan yang mengerikan. Jika anda dikuasai oleh uang, anda akan menjadi budaknya."

5. Kembangkan kebiasaan memberi

Bagaimana menurut Maxwell untuk mengembangkan kualitas ini?
- berikanlah sesuatu dengan cuma-cuma. Ambillah sesuatu yang benar-benar anda hargai dan berikan kepada seseorang yang dapat memetik manfaat dari barang tersebut.
- upayakanlah agar uang anda bermanfaat. Jika anda kenal dengan seseorang yang memiliki visi untuk maju - berikanlah sumber daya baginya agar cita-citanya dapat tercapai.
- carilah seseorang untuk anda bimbing. Begitu anda mencapai tingkat tertentu dalam kepemimpinan anda, hal paling berharga yang dapat anda berikan adalah diri anda sendiri. Bimbinglah orang disekeliling anda.

3 comments:

Lili said...

Ada komentar di blog Ummi, kalau dia tidak suka membaca buku2 ttg Leadership.

Memang seorang Leader itu kudu ada kredibilitasnya, jgn hanya pintar ngomong. Tapi dia jg melakukan apa yg dia omongkan. Susah jg yah utk mjd org yg kredibel.

Anonymous said...

Dari semua buku John Maxwell yang sudah saya baca, saya berkesimpulan untuk menjadi pemimpin yang baik itu semestinya semua orang belajar memimpin dirinya sendiri dulu dengan baik sebelum mulai memimpin orang lain. Secara sederhananya kurang lebih begitu.

Minat kita sama Kang Zuki, saya kebetulan juga suka baca buku-bukunya John Maxwell :)

zuki said...

@lili: apa ini jawabannya Komitmen?

@mas tom: apa ini jawabannya Karakter? BTW, Dan juga suka Maxwell .. Ummi Lili juga ... banyak ya jadinya .. :-)

@edjohn:?? baru tahu spamming juga masuk sini .. hehehe